Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
272. Memarahi


__ADS_3

Mereka tidak tahu kalau akan ada badai yang siap menerjang mereka. Dan itu hanyalah masalah waktu sampai badai itu muncul sehingga membuat mereka benar-benar jatuh ke dalam keputusasaan walau mungkin itu hanya untuk sementara.


Benar saja berselang hanya beberapa jam di malam itu Lin Tian muncul di depan istana kehancuran bersama dengan Mu Jing'er yang masih dengan malu mengikuti Lin Tian.


"Salam kaisar" ucap para penjaga dengan hormat saat melihat Lin Tian datang.


"Iya, jangan beritahu siapapun aku kembali dulu. Sekarang aku ingin tahu dimana ibu dan permaisuriku?" tanya Lin Tian kepada para penjaga.


"Melapor kaisar, dari kemarin sampai sekarang mereka sepertinya masih berada di taman pribadi mereka dan belum keluar sejak saat itu" jawab para penjaga itu penuh hormat.


Mendengar itu Lin Tian mengangguk dan langsung masuk tanpa sedikitpun menoleh lagi kebelakang. Dua penjaga yang melihat ekspresi Lin Tian tahu kalau kaisar mereka sedang marah. Apalagi saat mereka melihat Mu Jing'er yang masih tertunduk malu di belakang kaisar mereka.


"Sepertinya malam ini akan heboh lagi" ucap salah satu penjaga.


"Huf.. Aku juga merasakan hal yang sama denganmu. Apalagi setelah kaisar melihat bagaimana penampilan permaisuri dan yang lainnya di dalam".


Yang lainnya juga setuju dengan temannya itu. Karena mereka tahu kalau kaisar mereka sendiri orang yang jarang minum, apalagi pesta-pesta seperti yang dilakukan para wanita di istana. Itu hanya akan membuat dia sangat kesal.


Di alam elemen dan es, dua kakek Lin Tian mendapatkan pesan agar mereka datang malam ini ke alam kehancuran. Tentu saat-saat seperti ini mendapatkan pesan dari Lin Tian membuat mereka berdua sangat bingung. Tapi, karena cucu kesayangan mereka yang meminta tentu mereka tidak menolak jadi karena itulah mereka langsung memberikan tanggung jawab kepada dua paman Lin Tian yang malang dan mereka langsung bergerak menuju alam kehancuran.


"Ah! benar-benar sangat nikmat, Menantuku yang baik bagaimana jika kita tambah minum lagi?" tanya Bai Yu yang terlihat sudah mengangkat botol anggur lagi.


"Iya!" jawab Lan Jingyi dan Mu Xuanyin dengan penuh semangat.


Di antara mereka bertiga mungkin hanya Sheng Chu'er yang terlihat agak tidak tertarik dengan minum, bahkan dia telah mencoba beberapa kali membujuk semuanya agar berhenti. Karena dia takut Lin Tian kembali dan memergoki mereka seperti ini pasti akan membuat Lin Tian sangat marah.


Sayangnya dia di berikan anggur dengna paksa oleh mertua dan juga neneknya membuat dia menjadi agak mabuk tapi tidak terlalu mabuk. Hanya, efek samping dari itu membuat dia langsung mau minum lagi.


"Kakak, bukankah sebaiknya kita berhenti?" tanya Sheng Chu'er dengan cemas.


"Apa yang kamu cemaskan adik? tenang saja, suami kita tidak akan kembali untuk beberapa hari ini karena sibuk di negeri langit" jawab Lan Jingyi dengan penuh semangat mengangkat dan meminum anggur.

__ADS_1


"Tapi..'"


"Itu benar adik! meskipun dia kembali dia tidak akan bisa marah dengan kita karena kita memiliki ibu Bai dan Nenek bersama kita".


Mu Xuanyin dengan penuh keyakinan percaya bahwa Lin Tian tidak akan berani memarahi mereka meskipun dia tahu kalau mereka semua melakukan hal seperti ini tanpa dia. tentu keyakinan itu ada pada nenek dan ibu mertua mereka, hanya saja mereka salah langkah! Lin Tian telah dibuat kesal oleh lime berandalan yang sekarang telah menjadi enam berandalan.


Dan dia juga sadar kalau wanita dan juga keluarganya yang lain sedang berpesta aneh disini menambah kekesalannya. Tentu dia tidak akan melepaskan wanita-wanita ini bagaimanapun cara mereka untuk membela diri.


"Hoo? jadi kalian berfikir kalau aku takut kepada ibu dan nenekku, begitu?" ucap suara Lin Tian yang dingin terdengar di telinga mereka semua.


"Hiks!"


semua wanita itu langsung menjatuhkan botol anggur mereka tanpa sadar dan berbalik badan secara serentak. Di mata mereka, mereka melihat sosok tampan dengan wajah dingin memandangi mereka dengan penuh amarah.


"I..itu, suamiku kamu pulang?" ucap Mu Xuanyin dengan agak gelisah.


"Iya aku pulang istri-istriku yang baik" jawab Lin Tian dengan suara yang jelas dia marah.


"Ah! lihat nenek, nenek juga lupa kalau tadi sedang memasak dan apinya belum nenek padamkan".


Ming Bi'er juga sangat ingin kabur sekarang setelah melihat wajah cucunya yang terlihat sangat marah memandangi mereka semua. Tentu Feng Yin dan wanita lainnya juga mencoba untuk kabur. Tapi, mereka telah meremehkan bagaimana marahnya Lin Tian setelah mendengar laporan kelakuan mereka semua.


"Diam! berbaris dan berlutut disini. Jangan ada yang kabur! Bernai kabur maka siap tanggung resikonya!" teriak Lin Tian kesal.


Semua wanita itu sontak kaget dan buru-buru mengambil posisi berlutut menghadap ke arah Lin Tian. Karena mereka keluarga tentu mereka sangat jelas bagaimana sikap Lin Tian jika dia sedang tegas. Jadi mereka tentu tidak berani sedikitpun merencanakan untuk kabur dari Lin Tian.


"Bagus! tidak ada yang kabur" ucap Lin Tian dengan suara tegas.


Ming Bi'er biasanya sedikit Tidak terkendali benar-benar patuh seperti kucing yang baru saja ketauan mencuri. Bahkan Sheng Chu'er merasa sedih saat tahu kalau apa yang dia takuti benar-benar terjadi sekarang.


"Jadi, siapa yang akan mulai duluan untuk berbicara jujur kepadaku?" tanya Lin Tian sambil duduk memandang para wanita yang berlutut itu.

__ADS_1


"Itu .... Anakku, kami sebenarnya sedikit lelah jadi, karena itulah kami pesta sedikit disini" ucap Bai Yu.


"Iya cucuku. kami hanya sedikit lelah".


"Suami, Kami hanya sedikit berpesta disini. Jadi jangan marah yah".


"Benar suamiku".


Mu Xuanyin dan Lan Jingyi berbicara dengan berani karena mereka berfikir kalau saat Bai Yu berbicara mereka bisa selamat. Hanya Sheng Chu'er yang tidak mengatakan apapun karena dia tahu kalau apapun yang mereka katakan itu percuma.


"Sedikit lelah? sedikit pesta? hampir setiap hari dalam semiggu begitukah yang dinamakan sedikit pesta?" tanya Lin Tian dengan marah.


"Eh..! itu..!"


Ke empatnya terdiam, bahkan Feng Yin Tidak berani ikut-ikut berbicara karena dia juga sama-sama tahu kalau Lin Tian tidak akan bisa di bujuk dengan alasan apapun.


"Cucuku? apa yang membuat kamu memanggil kami kesini?" ucap suara yang datang dari luar.


Seketika itu wajah Mu Jing'er dan juga adiknya me jadi kaku, karena mereka sangat mengenal suara siapa itu. Bahkan Ming Bi'er juga sangat cemas karena dia merasakan kalau ada aura yang mirip dengan suaminya.


"Kakek, kalian akhirnya datang" ucap Lin Tian menyapa keduanya.


"Hahaha, cucuku yang baik ternyata sudah berkembang dengan baik" ucap Lin Sang dengan bangga.


"Eh?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2