
Pria itu terlihat berlutut didepan Ye Lihua dengan wajah yang sangat menyesal dan kesedihan yang luar biasa, dan saat itulah perasaan Lin Tian menjadi gelisah untuk pertama kalinya sejak datang ke dunia ini
Lin Tian yang datang kesana dan melihat perubahan dari Ye Lihua seketika itu langsung bergegas mendekatinya dan membiarkan wanita itu jatuh kedalam pelukannya, saat itu Ye Lihua sudah pingsan dengan posisi tubuh sangat dingin dan dari pandangan Lin Tian kalau wajah wanita ini pasti pucat.
"Apa yang terjadi? kenapa permaisuri bisa begini?" tanya Lin Tian marah kepada Pria yang berlutut itu.
"Tu..tuan, ada kabar dari perbatasan dan kabar Inilah yang membuat permaisuri menjadi tidak bisa mengontrol dirinya" jawab pria itu.
"Kabar? kabar apa?" tanya Lin Tian.
"Je..jenderal Hunhu tewas dalam pertempuran yang terjadi di perbatasan, dan sekarang mayatnya akan dibawa ke ibukota oleh pasukan kami" ucap pria itu dengan perasaan sedih dan juga tubuh gemetar.
"Aaa..apa? Gadis liar mati? kamu bercanda denganku? bagaimana wanita itu bisa mati? kemarin saja dia baru saja mengirim surat untuk kami, hei! jaga mulutmu jika tidak kamu akan ku bunuh" ucap Lin Tian sambil mengeluarkan aura biadabnya ke arah pria yang berlutut itu.
Pria itu langsung tidak berani berbohong dan menceritakan apa yang terjadi di perbatasan, ternyata selama ini perang telah terjadi di perbatasan tapi karena Hunhu tidak ada informasi yang masuk ke istana. Dan dua hari yang lalu, delapan sampai lima belas setengah dewa kaisar datang dan berperang dengan Hunhu.
Meskipun Hunhu berhasil menang dengan membunuh sepuluh dari mereka dan lima terluka parah bakan mungkin cacat, tapi wanita itu menerima luka yang fatal membuat dia tidak bisa bertahan lama.
Pada akhirnya surat yang di terima Lin Tian dan Ye Lihua memang surat yang di buat oleh Hunhu yang dalam keadaan terluka parah, dia membuat dua surat di waktu dia masih sadar lalu merintahkam agar yang lain tetap diam untuk sementara waktu dan mengirim surat ini dalam dua kali pengiriman.
__ADS_1
Dan tadi, seorang jenderal dari kekaisaran lain muncul membuat Hunhu yang masih dalam keadaan terluka parah terpaksa turun tangan, hasilnya jelas kalau Hunhu kalah tapi dia dengan harga dirinya menggunakan teknik terlarang dan mengorbankan hidupnya untuk membunuh seluruh jenderal dan pasukan kekaisaran itu.
Pada akhirnya setelah berhasul menghancurkan setengah pasukan musuh, Hunhu langsung jatuh ke tanah dengan menyedihkan dan saat pasukan lain akan menolongnya dia sudah tidak bernyawa lagi dengan senyum masih ada di wajahnya.
"AHHHH! kenapa? kenapa?" teriak Lin Tian dengan marah membuat hampir seluruh istana bergetar hebat.
Merasakan tekanan dan juga getaran luar biasa dari Lin Tian langsung membuat semua orang keluar dan berhenti melaksanakan kegiatan mereka, mereka melihat ke arah istana dan tahu kalau telah terjadi sesuatu di istana sekarang.
"Tu..tuan, anda tenanglah! jenderal Hunhu pernah memberikan saya surat terkahir dan ini di sampaikan untuk tuan" ucap pria itu cepat-cepat mengeluarkan surat dari saku bajunya.
Lin Tian yang marah segera mencoba untuk tenang, dia mengambil surat itu lalu membukanya dan membacanya dengan wajah yang sedih dan tubuh gemetar masih memeluk Ye Lihua dengan satu tangan.
"Hei pria mesum! mungkin saat suratku ini kamu baca aku telah tiada, dan aku tahu kalau apa yang aku lakukan membuat ku dan kakalku sedih. Tapi aku tidak bisa apa-apa, sebenarnya ada satu rahasia yang tidak aku katakan kepada kakak dan itu adalah dewa kematian telah mengkhianati dunia utama dan bersiap untuk menghancurkan semuanya."
"Pertanda gadis nakalmu Hunhu"
Setelah membaca surat itu Lin Tian jatuh berlutut dengan tangannya masih memeluk Ye Lihua, dia tidak menyangka kalau perasaan buruknya itu ternyata berkaitan dengan Hunhu. Jika dia tahu semua itu maka dia tidak akan pernah membiarkan wanita itu pergi dari istana.
"Apakah ini takdir? apakah dengan diam saja aku harus melihat semuanya mati? apakah aku harus diam saja agar takdir ini berjalan lagi sesuai dengan yang ada di masa depan? tapi apakah aku sanggup melihatnya?" fikir Lin Tian dengan air matanya sudah menjadi darah.
__ADS_1
Dia datang kesini hanya untuk melihat apa yang terjadi di zaman dulu, dan kenapa zaman ini bisa hancur tapi sekarang dia malah terikat dengan orang-orang di zaman dulu yang bahkan membuat dia merasakan sakit akan kehilangan seseorang yang sangat berarti baginya.
Dia mencoba untuk bertahan dan memandang wajah tertutup Ye Lihua, entah kenapa dia merasa kalau Ye Lihua memiliki kemiripan dengan seseorang yang dia kenal. Tapi dia tidak lagi memikirkan hal itu dan langsung membawa Ye Lihua kembali ke istana dengan menggendongnya di bawah tatapan banyak prajurit dan pelayan disana.
Tidak ada yang menghentikan Lin Tian maupun melarangnya mengangkat permaisuri mereka, karena mereka tahu kalau Lin Tian adalah orang nomor tiga disini setelah Hunhu dan sejak Hunhu pergi Lin Tian adalah orang yang hampir sejajar statusnya dengan permaisuri mereka.
Itu karena beberapa hal yang dilakukan Lin Tian membuat dia memiliki posisi seperti itu di hati semua orang disana, Lin Tian meletakan Ye Lihua di kamar permaisuri itu dan dia yang telah meletakan Ye Lihua langsung jatuh berlutut disana.
"Kenapa? apakah aku hanya akan melihat orang-orang disini mati begitu saja? apa aku benar-benar tidak boelh bertindak? dew takdir!" ucap Lin Tian di hatinya dengan rasa sakit yang luar biasa
Baginya Hunhu sudah seperti adik perempuan, dan Lin Tian benar-benar menyayanginya sebagai saudarinya sendiri. Tapi sekarang orang pertama yang dia temui sudah mati dengan mengorbankan dirinya untuk rakyatnya dan untuk melindungi dia serta kakaknya sendiri.
"Sial! persetan dengan takdir dam bencana ini, Hunhu yakinlah! aku akan menjaga kakakmu dengan baik" tegas Lin Tian yang tidak lagi peduli dengan takdir yang di ucapkan oleh dewa takdir.
Tanpa dia sadari tujuan awalnya telah berubah seketika itu, bahkan dewa takdir yang melihat semuanya dengan jelas menghela nafas berat di hatinya.
"Anak ini benar-benar tidak bisa di kontrol, dia tidak tahu jika dia benar-benar bertindak maka dia akan benar-benar mengubah nasib wanita itu dan dia juga tidak sadar kalau nasib dari Iblis yang dia tolong telah berubah sejak iblis itu tundukan padanya" ucap dewa takdir dengan serius.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...