
"Itu yang dapat ku lihat melalui mata kehidupan ku ayah" ucap wanita cantik itu memandang ke arah Lin Tian.
Mata putih yang terlihat benar-benar putih itu membuat dia bisa melihat sedikit sesuatu yang berbeda dari dalam tubuh Lin Tian.
Jadi karena itulah dia bisa merasakan kalau Lin Tian berbeda dengan orang lain yang ada disini, apalagi dia bisa melihat berbagai macam aura berbeda di sekitar Lin Tian.
"Bagaimana menurutmu tentang kekuatan nya?" ucap Sheng Qiang dengan serius.
"Entah! aku tidak dapat merasakan nya, tapi aku akan mencoba untuk merasakan nya menggunakan mata kehidupan" ucap Sheng Cu'er.
Lalu perlahan dia menggunakan mata nya untuk melihat ke dalam tubuh Lin Tian, tapi saat itu juga wajah Sheng Cu'er langsung memucat seketika saat mencoba masuk.
ROAARRR!
"Ha!" Sheng Cu'er berkeringat dingin saat itu juga setelah menghentikan penglihatan nya kepada Lin Tian.
"Nak! kamu kenapa?" ucap Sheng Qiang dengan cemas.
"Tidak.. aku hanya melihat sesuatu yang mengerikan" ucap wanita cantik itu.
Mendengar hal itu Sheng Qiang kaget, sesuatu mengerikan? apa anak ini ada yang melindunginya? kalau begitu anak ini benar-benar bukan hanya cucu biasa dari dewa kehidupan.
"Jangan terlalu di paksakan, aku takut kalau apa yang ada di tubuh pria itu hanya secara reflek melindungi tuan nya" ucap Sheng Qiang.
"Iya! aku ingin melihat sejauh mana kekuatan pria itu" ucap Sheng Chu'er.
Di tempat itu masih terlihat Lin Tian duduk sambil di atas kepalanya pedang bintang enam mengarah ke tempat pria yang menantang Lin Tian tersebut.
"Apa kamu fikir dengan bintang enam bisa menang melawan ku? naif" ucap Pria itu menyerang dengan roh pedang bintang lima nya.
Melihat pedang itu menyerang Lin Tian hanya menggerakan jarinya dan pedang bintang enam itu pun menyerang ke arah pedang itu juga.
Clang...
Pedang itu pun beradu secara sendirinya tapi perlahan dalam beberapa napas pedang pira itu mulai retak dan hancur menjaid berkeping-keping.
"Uhu!" pria itu memuntahkan darah nya karena pedang roh nya di hancurkan oleh Lin Tian.
"Terlalu lemah!" ucap Lin Tian tenang dan pedang Lin Tian pun menghilang.
Mendengar dan mihat sikap tenang Lin Tian membuat sebagian dari mereka marah, akhirnya dua di antara mereka maju ke depan aula itu.
"Biarkan aku yang melakukannya!" ucap pria lain.
"Biarkan aku saja!" ucap yang lainnya.
Melihat kedua pria yang maju semua tetua disana megangguk karena keduanya adalah generasi mereka yang terkuat berada di alam dewa surgawi tingkat menengah puncak.
Melihat hal itu Lin Tian tersenyum dia hanya melambaikan tangan sembari berkata dengan tenang.
"Maju lah bersama-sama, bukan kah kalian yang terhebat dari generasi yang ada disini?" ucap Lin Tian.
"Kamu meremehkan kami?" ucap kedua nya serentak.
__ADS_1
"Bukan aku meremehkan kalian, tapi kalian itu benar-benar lemah di mataku. Maju lah!" ucap Lin Tian.
Keduanya sangat marah lalu dua bentuk terwujud di atas kepala mereka, salah satu nya adalah tombak yang berbintang tujuh dan yang lainnya adalah burung elang putih yang setara dengan senjata bintang tujuh.
Melihat kedua nya itu Lin Tian tersenyum, dia berfikir ini sudah lumayan bagus dan dengan senjata roh serta binatang roh tersebut mereka bisa menyaingi dewa surgawi tingkat tinggi tahap rendah atau menahan serangan dari tingkat tengah.
Sayang itu tidak termasuk Lin Tian karena dia berbeda dari yang lainnya, sedangkan Sheng Ming dan Sheng Mi ragu kalau Lin Tian masih bisa menang melawan dua pria ini.
"Bagaimana? kami adalah bintang tujuh sedangkan kamu hanya bintang enam, menyerah sebelum menyesal" ucap salah satu pria itu.
Lin Tian bukan nya marah tapi malah tersenyum lalu tertawa sendiri di tempat dia duduk yang membuat semua orang disana merasa heran dan bingung.
"Hahaha.. bintang enam? apa aku pernah bilang kalau aku hanya bintang enam?" ucap Lin Tian sambil tersenyum.
"Apa maksudmu?" ucap keduanya.
Sheng Qiu dan Sheng Lien tersenyum mendengar perkataan Lin Tian tentu mereka yakin dengan kekuatan Lin Tian, dan mana mungkin dia bisa kalah dengan generasi mereka yang hanya tahu kesombongan ini.
Sedangkan Sheng Chu'er yang mendengar perkataan Lin Tian sedikit mengerut, dia berfikir apakah Lin Tian itu sama dengan dirinya? tapi itu tidak mungkin karena hanya dia lah yang memiliki hal yang lebih dari generasi yang sama dengan nya.
"Keponakan ku, apa kamu bilang kalau pedang roh kehidupan mu bukan bintang enam?" ucap Sheng Ming dengan wajah penasaran.
"Hm... iya! bagaimana aku mengatakan nya bisa di bilang begitu" ucap Lin Tian sedikit bingung.
"Sialan! jangan sombong kamu! mati!" ucap salah satu pria yang menyerang menggunakan tombak roh nya.
Lin Tian yang melihat itu hanya tersenyum lalu pedang yang hilang tadi muncul tapi wujud pedang itu sekarang berbeda dan bintang nya pun adalah sama dengan pedang yang menyerang itu.
BOOMM.
"tidak mungkin!" ucap tetua disana.
Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, bagaimana bisa pedang yang berbintang enam menjadi tujuh? hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya.
"Kurang ajar! elang putih bunuh!" ucap pria yang lain.
ARRRRRRR....
"Lemah! potong!" ucap Lin Tian.
Swisshh..
"Uhuk!" pria tersebut juga jatuh berlutut dan terluka seperti pria tadi karena binatang roh nya di potong oleh Lin Tian dengan mudah.
Melihat semua itu tetua agung merasa cukup terkejut dengan kekuatan Lin Tian, dia sekarang tahu kenapa Sheng Lien hanya diam dan membiarkan semua ini terjadi.
Pertama untuk membiarkan generasi di bawah mereka agar tidak sombong, dan kedua membiarkan mereka mengikuti Lin Tian saat di alam rahasia itu.
Dan menurutnya semua itu pasti ada tujuan nya, maka dari itu dia cukup puas dengan Lin Tian tapi...
"Apakah kamu ingin menguji pemuda ini?" tanya Tetua agung.
"Iya! aku penasaran seberapa kuat roh kehidupan yang bisa di buat, dan aku pasti ingin melihat nya" ucap Sheng Chu'er menatap Lin Tian dengan mata putih benar-benar sangat putih.
__ADS_1
Tidak seperti mata Bai kecil yang putih tapi masih ada titik hitam di dalam bola mata nya(seperti yang di cover).
"Siapa lagi?" ucap Sheng Qiu dengan senyum.
Dia melihat wajah tertunduk pria dan wanita muda yang tadinya sombong itu merasa puas dengan hasilnya.
Lin Tian menghela nafas akhirnya dia bisa duduk dengan tenang tapi itu hanyalah sesuatu hal yang belum bisa terjadi.
"Aku ingin mencoba nya! bagaimana dengan saudara melawanku?" ucap Sheng Chu'er maju.
"Kamu?" Sheng Qiu mengerutkan kening saat melihat wanita yang maju itu.
......................
Kultivasi di LKL :
-. Alam manusia
-. Tempering tubuh(fisik)
-. Bumi
-. langit
-. ilahi
-. Abadi Bumi
-. Abadi langit
-. Abadi Ilahi
-. Raja
-. Kaisar
Terbagi menjadi sembilan tingkatan di setiap kultivasi nya, lalu yang di kultivasi atasnya :
-. Dewa
-. dewa langit
-. Dewa ilahi
-. Dewa surgawi
-. Dewa penguasa
terbagi tiga tingkatan (rendah, menengah, tinggi) dan tiap tingkat terbagi lagi menjadi tiga tahap(awal, tengah, puncak).
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...