Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
130. Kagetnya Jenderal Zao


__ADS_3

Mereka masuk ke dalam ibukota, lalu memperhatikan bagaimana damainya ibukota tersebut.


Bahkan terlihat ada beberapa anak-anak yang berlarian sambil bermain dengan riang disana, dan juga ada beberapa penjaga yang akan berpatroli di sekitar ibukota.


Bahkan ada beberapa pedagang yang akan mengobrol dengan riang bersama penjaga tersebut tanpa ada batasan atau pun perbedaan status sosial.


Mereka juga melihat kadang ada beberapa bangsawan yang bahkan berkumpul dengan kalangan di bawah mereka tanpa masalah, bahkan mereka bisa melihat kalau kekuatan bangsawan itu lebih kuat dari orang-orang biasa itu.


"Ini ..?" para pengikut jenderal Zao bahkan tidak dapat berkata apa-apa setelah melihat apa yang terjadi di ibukota ini.


Mereka merasa berada di kota impian dimana semua orang tidak membedakan status mereka disini, dan mereka bisa hidup tenang bahkan tanpa masalah sedikitpun.


"Orang ini benar-benar luar biasa" ucap Jenderal Zao di dalam hatinya, saat dia memikirkan kalau Lin Tian menjadi kaisar baru alam langit, kemungkinan hal ini bisa saja terjadi.


Mereka terus berjalan dan melihat banyak hal yang baru disini dan belum mereka temui di alam lainnya, bahkan di tempat mereka.


"Nenek, biarkan kami membantu mu" ucap seorang anak muda dengan pakaian mewah, di belakangnya ada beberapa penjaga yang terlihat kuat.


"Tidak tuan muda, ini tidak bis" jawab si nenek menolak secara halus.


Tapi tuan muda itu tetap ingin menolong si nenek, jadi si nenek pun menerima pertolongan pemuda tersebut, para pengawalnya juga membantu membawa beberapa bawaan si nenek tersebut dengan senang hati.


"Kamu anak yang baik, pasti jika besar nanti kamu bisa menjadi pilar alam kita" ucap si nenek memuji pria muda itu.


"Em! aku pasti akan menjadi pilar alam kita nek, dan aku pasti akan melindungi kamu dan juga seluruh rakyat kita" ucap pria itu dengan mata serius.


Dia telah melihat bagaimana kaisar mengorbankan dirinya hanya untuk melindungi rakyat yang bahkan dia tidak kenal sekalipun, dulu dia adalah anak yang nakal dan suka membuat ulah, dia juga selalu memandang orang biasa dengan jijik.


Tapi sejak melihat kemuliaan kaisar kehancuran dia pun berubah, dia seperti telah menemukan tujuan dalam hidupnya dan dia sekarang memastikan akan menjadi tameng untuk kaisar dan juga alam ini dimana dia di lahirkan dan di besarkan juga.


"Nenek yakin denganmu, bagaimana dengan nenek memaksakan Sop sapi untuk kalian semua?" ucap si nenek sambil tersenyum.


"Boleh nek, tapi untukku saja mereka jangan." tuan muda itu terlihat bercanda dengan si nenek.

__ADS_1


"Kenapa begitu?" tanya si nenek.


"Aku takut mereka akan menghabiskan Sopnya dalam sekejap nenek, hahaha". jawab tuan muda itu.


"Ayolah tuan muda, terakhir kali aku bahkan belum memakan Sop apapun, biarkan kami mencobanya" ucap penjaga pemuda itu dengan mengeluh.


"Tidak, nanti kamu akan terlihat gendut dan tidak kuat berlari lagi, jadi cobalah untik diet, hahaha" ucap tuan muda itu.


Si nenek dan yang lain tertawa bahagia bersama disana sambil berjalan dan mengobrol dengan santai, bahkan tawa mereka dan apa yang mereka katakan terdengar oleh jenderal Zao dan yang lainnya.


Mereka sedikit kagum dengan alam kehancuran ini, alam ini benar-benar jauh berbeda dengan alam lain yang pernah mereka temui.


Sesampainya di istana, para penjaga menghentikan langkah mereka dan menanyakan apa tujuan mereka datang kesini, setelah mendapatkan jawaban dari jenderal Zao para penjaga itupun mengangguk.


Mereka meminta jenderal Zao menunggu sambil salah satu dari mereka melapor ke pihak istana, melihat mereka di suruh menunggu di luar membuat pria yang tadi menghina Lin Tian menjadi kesal.


"Cih! hanya seorang penguasa alam kecil seperti ini, benar-benar berani membuat jenderal Zao menunggu di luar seperti ini, apakah kaisar mu itu bodoh?" ucap pria tersebut dengan kesal.


Tapi saat dia baru saja selesai berbicara para penjaga tersebut dengan marah memandang pria itu dengan tatapan marah mereka, bahkan senjata di tangan mereka bersiap untuk di lepaskan.


"Jenderal! harusnya ini adalah kemuliaan bagi mereka kamu datang kesini, tapi sekarang mereka malah tidak ada menyambut kita dengan baik, bukankah kaisar itu sangat sombong?".


Pria itu terlihat kesal dengan sikap yang membuat mereka harus menunggu tersebut, tapi penjaga yang tidak tahan dengan hinaan pria itu terhadap kaisarnya maju dan menghunuskan tombaknya ke arah pria itu.


"Jangan berani menghina kaisar kami, jika kamu bicara seperti itu lagi disini, maka kalian pergilah!" teriak penjaga itu dengan marah.


Bagi mereka kaisar sama dengan harga diri mereka sendiri, jadi menghina kaisar maka tentu sama saja menghina mereka dan alam mereka sendiri.


"Kamu hanya seorang penjaga, berani mengatakan hal seperti itu padaku?" teriak pria yang marah itu dengan menunjun penjaga tersebut.


"Tenanglah!" ucap jenderal Zao dengan marah memandang bawahannya tersebut, meskipun dia tahu kenapa ada konflik antara bawahannya dan pasukan Lin Tian ini dia pun tidak dapat mencegahnya terlalu banyak.


Bawahan jenderal Zao itu menjadi tenang dan tidak berbicara lagi, tapi dia menoleh ke arah penjaga itu dan menyerangnya dengan tekanan yang dia miliki.

__ADS_1


BOOMM..


"Ugh!" penjaga tersebut muntah darah dan jatuh ke belakang tepat di samping temannya yang kaget melihat itu.


"Kamu!" jenderal Zao menatap bawahan dia itu dengan marah.


"Jenderal aku tidak melakukan apapun" jawab pria itu dengan wajah sedih, meskipun dia yang melakukannya tapi tentu saja dia tidak akan mengaku.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya teman penjaga tersebut.


"Aku tidak apa-apa" jawab penjaga yang di pukul dengan tekanan ataua aura bawahan jenderal Zao itu.


Tak berselang lama, muncul dua wanita cantik yang satu memakai cadar dan tidak dapat melihat jelas wajahnya, tapi itu sudah cukup membuat para pria tergoda dengan kecantikannya.


Sedangkan yang lain juga tak kalah cantik, dengan rambutnputoh serta mata hitam yang membuat dia sangat menarik dan memiliki perbedaan tersendiri.


"Salam jenderal, aku tidak menyangka kalau jenderal akan berkunjung ke tempat kami yang kecil ini" ucap Lan jingyi dengan sopan.


"Anda?"


"Aku adalah permaisuri Lan, dan ini permaisuri Mu, kami adalah istri dari kaisar" jawab Lan Jingyi.


Mendengar itu wajah bawahan para jenderal kaget, mereka tidak menyangka kalau dua wanita cantik ini adalah istri dari sang pemuda yang mereka ledek itu.


"Hm? apa yang terjadi?" tanya Mu Xuanyin melihat penjaga yang terlihat terluka di lantai gerbang istana.


"Tidak apa-apa permaisuri Mu, hanya kecelakaan kecil" jawab penjaga yang jatuh itu dengan hormat kepada Mu Xuanyin.


"Saudara!"


Pria di sampingnya seperti tidak terima dengan perlakuan yang dia dapat, tapi pria itu menggelengkan kepalanya mencegah pria itu mengatakan yang sebenarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2