Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
232. Kekuatan adalah segalanya


__ADS_3

"Cih! yang jadi masalah sekarang adalah kenapa keluarga Tian bisa ada bersama dewa laut darah? dan sebenarnya apa yang terjadi?" ucap Bai kecil yang benar-benar tidak menyangka kalau alam langit ini lebih membingungkan dari alamnya sendiri.


"Jangan tanya kepadaku, aku pun masih bingung! Ke empat orang ini dulu di kenal sebagai sang empat tombak, mereka adalah Jin, Tong, Yin, dan Zuan " ucap jenderal Zao dengan menghela nafas berat.


"Ho? bukankah mereka kuat?"


Swisshh..


"Bukan kuat lagi tapi lebih dari kuat!" ucap dewa angin yang muncul di sampin jenderal Bei.


Bai kecil menatap ke empat leluhur Tian itu dengan serius, dia merasakan kalau masih ada sesuatu yang tersembunyi di belakang mereka tapi apa itu dia masih belum tahu pasti.


"Baiklah, kalian serang empat tetua Tian itu dan si ikan kecil ini serahkan padaku" ucap Bai kecil.


"Baik!"


Swissh...


Ke empatnya menghilang bersaman di ikuti dengan empat leluhur keluarga Tian yang juga ikut menyerang ke empatnya dengan sangat cepat, bahkan ketika mereka bergerak aura mereka tiba-tiba naik sejajar dengan ke tiga jenderal dan dewa angin.


BOOMM..


BOOMM...


"Sial! mereka benar-benar kuat, mereka tidak menggunakan Qi asli tapi menggunakan Qi kematian! ini sungguj merepotkan!" ucap jenderal Zao dalam hatinya saat bentrok dengan salah satu empta tombak itu.


BOOMM..


"Kau ternyata dewa angin yang baru? dimana leluhurku? apakah dia masih hidup?" tanya pria tua yang melawan dewa angin.


"Tombak emaskah? kamu adalah Tian Jin kah? ayahku masih hidup tapi dia sudah jarang keluar karena dia merasa dunia luar tidak lagi cocok untuk orang-orang tua seperti mereka" jawab dewa angin.


"Ho? jadi dia masih hidup, orang itu benar-benar menjalani hidupnya dengan sangat baik!" ucap Tian Jin mengayunkan tombaknya dengan penuh kebencian.


BOOMM..


BOOMM..

__ADS_1


Pertarungan ke empatnya benar-benar luar biasa dari pertarungan yang lainnya, Bai kecil yang masih memandang pertempuran ke empatnya cukup kagum karena dia benar-benar merasa kalau gelar empat tombak itu memang bukan nama saja.


"Bagaimana kaisar harimau? apa kamu terkejut dengan mereka? asalkan kamu tahu saja ini baru permulaan" ucap dewa laut darah memandang Bai kecil dengan senyum mengejek di wajahnya.


"Tidak begitu juga, aku hanya penasaran sekarang tentang dirimu" jawab Bai kecil.


"Hoo? penasaran kenapa?"


"Apakah Kamu bisa memuaskanku atau tidak?" ucap Bai kecil menghilang dari tempatnya dan telah muncul di depan dewa laut darah.


"Perisai darah!" teriak dewa laut darah saat melihat Bai kecil muncul di depannya.


BOOMM..


dewa laut darah mundur jauh kebelakang karena terkena serangan Bai kecil tapi itu belum akhir karena Bai kecil muncul lagi dan kali ini tangannya telah berubah menjadi cakar harimau.


BOOMM..


BOOMM..


"Sial! orang ini belum pulih tapi masih tetap kuat!" teriak dewa laut darah kesal.


BOOMM..


"Pria ini jelas-jelas mesum!" fikir jenderal Nan dengan perasaan merinding melihat sikap dari tetua Tian tersebut. Mungkin jika kaisar langit serta keluarga Tian melihat semua itu, mereka akan menajdi malu melihat bagaimana mesumnya pria itu.


BOOMM..


BOOMM...


Pertarungan antara Bai kecil dan dewa laut darah masih terlihat berjalan santai karena Bai kecil terlihat menahan kekuatannya begitu juga dengan dewa laut darah yang setiap kali Bai kecil menyerang dia hanya akan terus bertahan.


"Hahah, kaisar harimau! apakah kamu tahu kalau sekarang alam langit serta seluruh dunia berada dalam kehancuran?" ucap dewa laut darah secara tiba-tiba.


"Apa maksudmu?" tanya Bai kecil dengan serius.


"Hahaha, maaf aku tidak akan memberitahumu!' jawab dewa laut darah sedikit menghina Bai kecil.

__ADS_1


"Sialan!"


BOOMM..


......................


"Tuan!".


"Apakah semua sudah berjalan sesuai rencana?" tanya dewa penghancur kepada bawahannya itu.


"Iya! kami telah mengirimkan empat tombak Tian untuk membantu dewa laut darah, jadi kemungkinan tidak ada hal yang merepotkan yang terjadi selama tidak ada perubahan situasi tiba-tiba" jawab bawahannya tersebut.


"Baiklah! siapkan semua dengan baik dan jangan biarkan rencana kita gagal, jika perlu kirim beberapa lagi untuk membantu jenderal darah" ucap dewa penghancur dengan tenang kepada bawahannya tersebut.


"Hamba akan laksanakan!" akhirnya pria itu keluar dari tempat dewa penghancur dengan hormat, dia juga langsung mengirimkan bantuan untuk membantu dewa laut darah mengambil alih negeri langit seusai perintah tuannya itu.


"Apakah kamu yakin akan baik-baik saja?" tanya sosok yang berdiri di belakang tirai dewa penghancur.


"Tidak masalah! meskipun rencana ini gagal nantinya tapi tetap bagiku itu berhasil, karena tidak peduli gagal atau berhasil semuanya sama saja" jawab dewa penghancur yang wajahnya itu tidak terlihat jelas.


Mendengar hal itu sosok di belakangnya itu pun terdiam untuk beberapa waktu, dia tahu kisah hidup dewa penghancur ini dan dia tahu kenapa orang ini berani melakukan hal-hal seperti itu tanpa peduli hidup dan mati makhluk yang ada di sekitarnya.


Itu karena hatinya telah mati sejak lama, dan sekarang tujuannya hanyalah mencari kekuatan yang lebih kuat meskipun harus menghancurkan seluruh alam langit ini. Tapi diapun tidak akan mencegah apa yang akan dilakukan oleh dewa penghancur karena bagaimanapun tujuan mereka masihlah sama, apalagi dari segi kekuatan dia lebih rendah dari dewa penghancur itu sendiri.


"Berhati-hatilah! aku mendengar kalau penerus kaisar langit masih hidup, dan juga jika bisa mari kita mulai rencana lain secepatnya!" ucap sosok itu dengna serius.


"Tenang saja, semua sudah berada di bawah kendaliku! apalagi semuanya sudah sesuai takdir, melawan takdir? itu hanyalah hal bodoh yang pernah aku dengar" ucap dewa penghancur sedikit jijik dengan orang-orang yang mengatakan ingin melawan takdir mereka.


Sosok itu tidak berbicara lagi, perlahan sosok itu menjadi ilusi dan menghilang dari belakang dewa penghancur yang masih duduk tenang di kursinya itu, seluruh wajahnya tertutup jadi tidak ada yang tahu bagaimana sekarang ekspresi yang dia perlihatkan.


"Itu tidak akan lama, pasti tidak akan lama!" ucap dewa penghancur secara tiba-tiba berdiri dan memandang ke langit dengan tatapan kejam.


Aura membunuh yang luar biasa menyimuti tempat itu, bahkan beberapa penjaga yang berdiri di luar tidak dapat menahan tekanan dari dewa penghancur itu yang akhirnya pingsan dengan luka serius di dalam tubuh mereka.


Hanya setelah beberapa saat aura itu menghilang dan dewa penghancur itu kembali tenang seperti semula lagi, tapi dia hanya duduk kembali tanpa sedikit mengatakan sesuatu. Bahkan walaupun dia tahu banyak bawahannya terluka di luar tapi dia tidak peduli dengan mereka meskilun mereka mati sekalipun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2