Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
297. Manusia Darah


__ADS_3

Suara dari cahaya itu membuat kedua monster darah langsung berlutut diam tidak bergerak. Bahkan mereka tidak lagi menyerang dewa neraka dan juga dua dewa lainnya.


Dewa neraka yang memperhatikan tingkah aneh dua monster itu memastikan kalau suara dari dua cahaya tersebut berasal dari tuan mereka.


"Gawat! kalian bunuh mereka cepat" teriak dewa neraka yang sadar kalau kedua cahaya itu dapat membuat monster darah menjadi lebih kuat.


"Semut yang lemah berani menyerang budakku di saat aku masih ada? sungguh naif!" ucap suara dari cahaya itu dengan dingin.


Sebuah sinar keluar dari cahaya tersebut dan menerbangkan ketiganya hingga mundur ratusan meter dari tempat mereka sebelumnya berada. Wajah dewa neraka menjadi sangat jelek merasakan sinar tersebut, sudah di pastikan kalau tuan dari monster darah ini sangat kuat dan mungkin lebih dari apa yang mereka fikirkan selama ini.


"Lihat dan tunggulah kematian kalian. Lebih baik kalian mengucapkan kata-kata terakhir sebelum kalian mati" ucap cahaya tersebut, setelah berbicara langsung masuk ke dalam tubuh kedua monster itu.


Setelah dua cahaya itu masuk ke dalam tubuh monster tersebut, keduanya membelalakkan mata mereka sebelum mereka terlihat kesakitan dan menjadi segumpalan darah yang sangat banyak.


Dua gumpalan darah itu pun menyatu menjadi satu dan langsung membentuk sesosok manusia dengan tubuh berwarna merah darah serta sayap darah di punggungnya. Wajah dewa neraka dan dua dewa lainnya menjadi gemetar saat merasakan energi yang dikeluarkan oleh manusia darah tersebut.


"Wujud yang sempurna" ucap manusia darah itu dengan senyum menyeramkan tampak pada wajahnya.


"Kakak dia...?"


"Iya, dia telah hampir menjadi sempurna dan kekuatannya memang lebih kuat dari saat mereka terpisah".


Dewa neraka yang sudah mencapai ranah setengah dewa kaisar tingkat awal itu dapat merasakan kalau manusia darah ini sudah berada satu level lebih tinggi dari dia. Dan dari sini dia juga mendapatkan kesimpulan kalau monster darah ini tidak dapat terlalu jauh meningkat meskipun mereka telah bergabung menjadi satu.


"Terima kasih tuan, budak ini akan melaksanakan tugas tuan dengan sangat baik" ucap manusia darah yang sekarang jelas memiliki kecerdasan lebih dari monster darah yang sebelumnya.


"Saatnya ronde kedua kita lanjutkan tapi sejauh mana kalian bisa bertahan?" ucap manusia darah itu menatap ketiganya dengan mata yang lebih tenang tanpa sedikitpun merendahkan. Hanya mata itu sekarang menatap ketiganya seperti menatap mainan yang siap mereka mainkan kapanpun mereka mau.


Swiss...


"Awas!".


Dewa neraka yang sadar setelah manusia darah itu menghilang langsung muncul di depan dewa kematian dan menggerakan pedangnya ke depan untuk menangkis sesuatu yang menurutnya datang dari depan.

__ADS_1


BOOMM...


Benar saja, setelah dewa neraka membuat gaya menangkis sebuah pukulan kuat mengenai tepat di tengah pedangnya. Akibat hal itu dewa neraka dan dua lainnya mundur beberapa langkah kebelakang karena getaran dari pukulan tersebut.


"Hebat! kamu memang hebat! ini lebih membuatku bersemangat!" ucap manusia darah sambil menjilat tinjunya yang tadi dia ayunkan.


"Kalian bantu aku dari belakang, ingat! berhati-hatilah" ucap dewa neraka dengan serius kepada dua adiknya itu.


"Tapi kakak...!" wajah keduanya agak tidak bisa menerima semua ucapan kakaknya itu.


"Jangan membantah! kalian bukan lagi lawannya. Dan aku memiliki harapan kepada kalian jika sesuatu hal buruk terjadi padaku!" ucap dewa neraka dengan serius.


"Kakak kamu..!" wajah dewa kematian benar-benar jelek saat berbicara tapi dewa neraka sudah maju menghalangi serangan dari manusia darah itu lagi.


Dan lebih membuat keduanya tertekan adalah kecepatan pertarungan yang mereka lihat. Itu benar-benar jauh dari kekuatan yang mereka miliki sekarang, perasaan lemah dan tidak berdaya muncul di hati keduanya. Semenjak dulu, kakak mereka selalu melindungi mereka bahkan dulupun kakak mereka selalu mengutamakan keselamatan dan juga perkembangan mereka daripada dirinya sendiri saat itu.


"Kenapa? kenapa kami masih lemah?" ucap Dewa kehancuran dengan air mata sudah jatuh ke wajahnya.


"Ha! pasti dua saudara kita yang lain menertawakan kita saat ini".


Untuk sementara waktu keduanya melihat pertarungan dewa neraka dan manusia darah dengan serius lalu, keduanya tiba-tiba saling mengangguk dengan arti makna yang hanya keduanyalah mengerti.


"Aku bisa merasakan suara itu dari depan, dengan menggabungkan kekuatan kita mungkin untuk membuka ruang disana dan melihat apa itu" ucap dewa kematian.


"Iya! dengan begitu kita bisa lebih bisa membantu kakak".


Dewa kematian dan dewa kehancuran tersenyum, lalu mereka mengumpulkan energi penuh dan langsung terbang dengan kecepatan penuh ke arah depan saat dewa neraka dan manusia darah itu sedang bertarung.


Swisshh..


"Hahahaha! sepertinya dua saudaramu telah pergi untuk menyelamatkan hidup mereka. Ternyata persaudaraan kalian hanya sebatas ini" ucap manusia darah dengan jijik menatap dewa neraka.


"Kamu hanya makhluk yang baru saja memiliki otak, bagaimana bisa di bandingkan dengan kami yang telah lama memilikinya? dan lagi kau hanya budak yang bahkan tidak dapat mengambil keputusan sendiri! jadi jangan terlalu sombong saat berbicara tentang persaudaraan di hadapanku".

__ADS_1


Dewa neraka bukannya marah tapi malah mengejek balik manusia darah tersebut, Bagaimanapun dewa neraka lebih mengerti sifat adik-adiknya yang telah lama bersama dia. Dan meskipun keduanya melarikan diri pun dewa neraka tidak akan mempermasalahkan hal tersebut karena itulah yang di harapkan oleh dewa neraka.


"Jika kalian bisa terus hidup, aku bisa mati dengan bahagia" ucap dewa neraka dalam hatinya.


BOOMM..


"Dasar makhluk menjijikan! berani sekali kau menghinaku" teriak manusia darah marah mendengar ucapan dewa neraka.


"Oi..oi.. kau bisa marah juga ternyata" ucap dewa neraka dengan senyum di wajahnya.


Dari tubuhnya tiba-tiba keluar lima aura yang sangat mirip dengan ke empat saudaranya tersebut. energi Kematian, energi kehancuran, energi jahat dan energi api iblis yang mewakili kebencian serta energi neraka atau alam bawah milik dia sendiri.


"Energi ini?" dua saudara yang telah maju kedepan dimensi merasakan kalau ada lima energi berbeda tapi sangat mereka kenal dari arah belakang tanpa sadar berhenti dan berbalik melihat kebelakang mereka.


"Kakak!" ucap dewa kematian dengan sedih.


"Kita harus cepat! semoga saja apa yang kita fikirkan tidak salah". Dewa kehancuran menepuk pundak dewa kematian berusaha membujuk dewa kematian untuk terus maju ke depan.


"Baik! kita harus cepat!" jawab dewa kematian setelah mencoba untuk tenang.


swishh...


Keduanya langsung terbang lagi dengan cepat sambil mencari lokasi yang benar-benar mereka cari di dalam ruang tersebut sebelum mereka merobeknya.


Di dimensi lain terlihat Lin Tian berdiam diri untuk sementara waktu sebelum memutuskan menggunakan kekuatan ruang dan waktu untuk mencoba merobek dimensi yang ada di depannya.


"Robek!" teriak Lin Tian sambol mengayunkan pedang elemen.


Swishh...


"Ini?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2