
"Hahahaha.... tentu saja dia cucu ku" ucap Ming Bi'er tersenyum di samping Mu Chao dan Sheng Lien.
Mendengar itu Sheng Lien tersenyum tapi wajah nya perlahan menjadi dingin, dia menghilang dari sisi keduanya secara tiba-tiba.
"Ternyata saudari Sheng bisa sedingin itu" ucap Ming Bi'er agak kaku.
"Ha...! aku mendengar kalau ada beberapa anak dewa yang berani menyentuh cucu nya, tentu dia akan marah mungkin kali ini beberapa orang ini akan menderita" ucap Mu Chao.
Jika mereka ingin selamat jangan pernah membuat marah Sheng Lien dan jangan menyentuh orang yang dia sayangi karena sekali dia marah apa yang akan terjadi mungkin sangat lah menakutkan.
Swishh...
"Dewi kehidupan?" ucap beberapa penguasa disana dengan kaget.
Sheng Qiu juga kaget melihat Sheng Lien tiba-tiba muncul di sini, dan dia melihat ada sesuatu yang aneh dari kakak nya itu tiba-tiba dia menjadi menggigil saat melihat saudarinya ini.
"Ka..kakak...?" ucap Sheng Qiu yang tiba-tiba berkeringat dingin.
"Katakan padaku dewa angin, dewa Ying bagaimana kalian ingin memberi ku penjelasan?" ucapSheng Lien dengan wajah serius dan tatapan dingin.
Seketika wajah kedua dewa itu tiba-tiba berubah menjadi berkeringat dingin, mereka bisa merasakan kalau sedag di tekan oleh Dewi kehidupan jelas kali ini dia sangat marah.
Tentu mereka tahu kenapa itu karena anak bodoh mereka membuat masalah, yang satu menghina dirinya di depan umum yang satu lagi berani menyerangnya di depan banyak orang.
"De..Dewi kehidupan kami pasti akan menghukum anak kami, jadi tolong tenang saja kami pasti akan memberi penjelasan yang bagus padamu" ucap Dewa angin.
"Iya! tenang saja, aku pasti akan memberi hukuman kepada anak ku setelah dia keluar nanti" ucap Dewa Ying dengan wajah penuh keringat.
"Hoo...! begitukah? sepertinya sudah sangat lama aku tidak muncul jadi kalian melupakan siapa aku bukan?" ucap Sheng Lien dengan wajah kejam.
Di tangan Sheng Lien ada sebuah energi putih, lalu matanya seperti bercahaya putih di belakang nya dua pasang sayap putih juga muncul.
Melihat itu wajah semua penguasa berubah menjadi berkeringat dingin, Sheng Qiu bahkan menelan ludah nya sendiri melihat itu.
Kali ini kakak nya benar-benar marah, memang roh di alam kehidupan hanya ada sembilan bintang tapi ada satu roh yang melebihi batasan di alam kehidupan dan roh itu sudah melampaui bintang kesembilan.
__ADS_1
Itu adalah Roh yang di miliki kakaknya, Roh teratas disebut sebagai penguasa Dari segala Roh yaitu Roh Angsa kehidupan legendaris.
Meskipin di sebut angsa tapi tetap dia memiliki kekuatan yang sebanding dengan binatang suci dan kakak nya bukan hanya punya satu ada satu lagi roh suci yang ada pada kakaknya, dan roh itu juga tak kalah menyeramkan dari angsa putih legendaris.
"Kakak, bagaimana jika kita lupakan dulu?" ucap Sheng Qiu.
ARRRRRRR....!
Baru saja Sheng Qiu selesai berbicara dia langsung di tekan oleh sesuatu yang muncul di belakang kakaknya itu, melihat yang muncul di belakang kakak nya itu Sheng Qiu merasa ingin pergi dari sini.
"Itu?" wjaah para penguasa menjadi ketakutan saat melihat yang muncul di belakang Sheng Qiu.
"Roh rubah ekor sembilan?" ucap semua orang yang melihat itu menelan ludah.
Roh legendaris yang lain muncul di hadapan mereka, dan kali ini jelas kalau Dewi kehidupan marah besar juga mereka tahu roh yang membuat salah satu alam Phoenix kegelapan menjadi tanah mati adalah roh rubah ini.
Roh rubah putih berekor sembilan, dapat menelan seluruh energi kehidupan dan energi yang di satu tempat bahkan di alam itu sendiri.
"Hoo...! disini sangat meriah?" ucap suara yang muncul dari langit.
Sheng Lien hanya diam memandangi dua orang yang muncul itu, tapi wajah semua orang sekali lagi kaget karena yang muncul adalah Dewi air dengan seorang pria di sampingnya.
"Hm? sepertinya adikku sudah masuk, aku tidak bisa merasakan auranya" ucap Long Aotian dengan lembut.
Lalu dia memandang ke arah sekitarnya dan melihat ke arah Sheng Lien, dia lalu mendekati Sheng Lien dengan tenang tanpa rasa takut.
Dewi air hanya diam memandangi apa yang di lakukan oleh Long Aotian itu, dia masih diam dalam posisi nya muncul pertama.
"Salam Nenek Sheng" ucap Long Aotian memberi hormat.
"Hm? siapa kamu?" ucap Sheng Lien dengan tenang.
"Aku? apa adik kecil tidak pernah memberitahu tentang ku? Ais... dia sungguh kejam" ucap Long Aotian dengan sedikit sedih.
"Oh! adik kecil? siapa yang kamu maksud?" ucap Sheng Lien dengan bingung.
__ADS_1
"Ehem.. aku Long Aotian nenek, dan aku adalah saudara Lin Tian" ucap Long Aotian.
Mendengar itu wajah Sheng Lien terdiam dia ingat kalau Lin Tian pernah mengatakan kalau dia memiliki beberapa saudara yang ikut naik ke alam langit bersama dengannya.
Perlahan roh yang ada di belakang nya menghilang dan sayap putih nya juga telah menghilang dari punggungnya itu.
"Ternyata kamu, an'er pernah bercerita tentang kamu! ayo berdiri, haha.. kamu juga cucuku" ucap Sheng Lien dengan bahagia.
Tentu dia senang jika memiliki beberapa cucu lagi, Sheng Qiu menghela nafas dia bersyukur dengan kedatangan Long Aotian yang membuat Sheng Lien menjadi tenang kembali.
"Tentu nenek, maaf aku baru bisa bertemu dengan nenek sekarang karena aku sebelumnya masih banyak urusan" ucap Long Aotian dengan hormat.
"Hahah.. tidak masalah, kamu adalah penguasa alam perang jadi tentu banyak masalah dan nenek salut kami juga bisa mendapatkan hati dari dewi air, nenek senang untukmu" ucap Sheng Lien dengan bahagia menepuk pundak Long Aotian.
"Terima kasih nenek, anda memang cantik seperti yang di katakan" Long Aotian memuji Sheng Lien.
"Hahaha.. itu juga berkat an'er yang memberi ku Pill itu, jadi aku bisa terlihat begini" balas Sheng Lien.
Mendengar perkataan Sheng Lien wajah Mu Chao tiba-tiba menggigil, dia ingat kalau dia hampir kering karena Sheng Lien.
"Cucuku kenapa kamu begitu kejam pada kakek" ucap Mu Chao dalam hatinya.
"Nenek Ming dan kakak Mu juga ada disini salam" ucap Long Aotian segera setelah selesai berbicara dengan Sheng Lien lalu mendekati Ming Bi'er dan Mu Chao.
"Em! kamu sudah semakin kuat" ucap Mu Chao dengan senyum.
Ming Bi'er juga mengangguk sambil tersenyum ke arah Long Aotian, dia merasa senang dengan saudara Lin Tian ini yang tak kalah jenius dengan dia.
"Nenek Sheng, kenapa kamu marah tadi? apa ada yang menyinggung mu? ayo biarkan aku memberi mereka pelajaran" ucap Long Aotian.
"Hahahahaha....! saudara ke empat kamu masih sama seperti sebelumnya, apa kamu merasa lebih kuat? ayo lawan aku kalau begitu" ucap suara yang lain.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...