
"Mari bereskan yang ada disini! kalian harus membakar semuanya".
Lin Tian langsung memerintahkan Mo Gui dan Zi Yanling membakar tempat ini untuk membiarkan roh dari mayat-mayat ini dapat bereinkarnasi dengan tenang. Zi Yanling setelah mendapat perintah langsung menggunakan kekuatannya untuk membakar seluruh tempat itu diikuti dengan semua mayat yang ada disana.
BOOMM...
Lin Tian dan dua lainnya terbang sambil menyaksikan semua tempat itu terbakar lalu hancur. Dan dengan gerakan tangan Mo Gui tempat yang terbelah tadi kembali menjadi seperti semula. Bahkan tidak akan ada yang tahu kalau ditempat itu tadi ada pertarungan.
"Tuan? apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" tanya Mo Gui.
"Pergi! perintahkan seluruh pasukan rahasia untuk mencari di seluruh penjuru alam langit meteor seperti itu, jika ada laporkan semuanya langsung kepadaku dan ambil jimat ini! hancurkan jimat ini agar klonku bisa muncul disana dan langsung membereskan meteor tersebut" perintah Lin Tian setelah semua hanya dengan elemen melahap lah dia dapat membereskan meteor yang telah memiliki bentuk sendiri itu.
"Baik tuan"
"Baik kaisar"
Keduanya segera kembali dan mempersiapkan semua hal untuk pasukan khusus. Dengan begitu setelah dua hari semua pasukan khusus dengan rahasia bergerak keseluruh alam mencari apa yang di perintahkan Lin Tian sebelumnya.
Sedangkan Lin Tian sejak dua hari itu tidak keluar dari ruangannya. Dia masih sibuk mencoba untuk menyaring semua kekuatan meteor batu dan tulang perak itu menjadi miliknya. Sayangnya, Lin Tian sadar kalau tidak begitu mudah menyaring mereka dengan cepat dan perkiraan Lin Tian butuh waktu dua sampai tiga bulan untuk menyaring tulang mayat itu.
Sedangkan Laba-laba tersebut mungkin enam bulan atau bahkan satu tahun. Itu disebabkan karena kemurnian yang dimiliki oleh laba-laba sangat murni di bandingkan dengan tulang mayat perak tersebut.
"Huf! kekuatan benar-benar membuat orang gila" ucap Lin Tian dalam hatinya.
Lin Tian keluar dan menemui ketiga istrinya. saat dia melihat kalau dua istrinya sedang membantu di ruangan kerjanya dan sedangkan satu lagi masih berlatih di halaman belakang istana, Lin Tian memutuskan untuk kehalaman belakang menemui Sheng Chu'er yang berlatih di halaman belakang sendirian.
Saat dia sampai di halaman belakang, Sheng Chu'er sedang fokus mengagunkan pedangnya dengan setiap gerakan jika dilihat sangatlah indah. Lin Tian tersenyum saat melihat wanita cantik itu sedang berlatih. Dengan gerakan pelan Lin Tian menghilang dari tempatnya dan langsung muncul di belakang Sheng Chu'er.
"Eh?"
Sheng Chu'er kaget saat merasakan kalau ada yang sedang memeluknya dari belakang. Saat dia menolehkan kepala, dia melihat Lin Tian tersenyum ke arahnya yang membuat Sheng Chu'er gugup.
"He? kenapa kamu bisa gugup begitu sayang?" tanya Lin Tian.
"Ti.. tidak! suami kenapa kamu disini? bukankah kamu sedang dalam pelatihan tertutup?" tanya Sheng Chu'er.
"Aku kesini untuk menemui kalian tapi dua lainnya sedang sibuk. Jadi karena aku menemukanmu disini lebih baik melihat wanita kecilku ini" jawab Lin Tian.
__ADS_1
Lin Tian mencium bibir Sheng Chu'er langsung yang membuat wanita itu terdiam membeku di tempatnya untuk beberapa saat. Tapi akhirnya dia membalas ciuman Lin Tian dengan sedikit agresif dari biasanya.
"Kamu sudah berkembang" ucap Lin Tian merasakan kalau kekuatan Sheng Chu'er sudah meningkat dalam beberapa waktu ini.
"Em! berkat teknik pedang kehidupan yang suami berikan padaku juga" jawab Sheng Chu'er dengan malu.
"Hm.. Baiklah! apa kamu ingin ikut bersamaku?" tanya Lin Tian.
"Kemana?" tanya Sheng Chu'er.
"Nanti kamu akan tahu" jawab Lin Tian dengan senyum manis kepada Sheng Chu'er sambil mencium keningnya.
......................
BOOMM...
"Hahahaha, Mu Huanhuan! kau tidak menyangka kan?" teriak wanita dengan aura kegelapan di depan Ying Huanhuan.
"Apakah kamu masih tidak sadar Dewi Phoenix kegelapan?".
Ying Huanhuan terlihat agak sedih melihat Dewi kegelapan yang terlihat di penuhi oleh dendam kepadanya dulu. Sebenarnya sebelum dia memiliki permusuhan dengan Dewi kegelapan ada sedikit pertemanan di antara mereka.
"Hahahaha! dewa elemen ternyata kekuatanmu belum sepenuhnya pulih, ini benar-benar keberuntunganku bisa melawanmu dalam keadaan sama denganku" ucap Jenderal yang berhadapan dengan Lin Dong.
"Walau kekuatanku belum pulih, ini cukup untuk mengalahkan mu" jawab Lin Dong dengan tenang. Selama ini kekuatannya sudah pulih ke ranah Dewa penguasa tingkat tinggi tahap puncak. Hanya saja ini belum kekuatan aslinya dan yang di lawannya adalah kelompok dewa pemusnah karena itulah jenderal yang melawannya tahu kalau kekuatan Lin Dong belum benar-benar pulih.
"Aku tahu kau adalah dewa terkuat yang pernah ada di alam langit dan juga jika aku tebak di masamu dulu kamu harusnya seudah sampai di tingkat yang sama dengan tuanku bukan?".
Jenderal itu menebak kekuatan asli Lin Dong dengan benar. Dulu, memang dia sudah mencapai tingkat setengah dewa kaisar tapi dia menekan ramahnya tetap menjadi dewa penguasa tingkat tinggi.
Sama halnya yang dilakukan Bai kecil yang dulu seharusnya bisa naik ke tingkat yang sama dengan Lin Dong. Tapi Bai kecil tidak mau melakukannya karena itu akan membuat dia harus menahan diri untik bertarung di ranah yang berada di bawahnya.
"Sepertinya kelompokmu benar-benar memiliki banyak informasi tentangku" ucap Lin Tian dengan sedikit senyum di wajahnya.
BOOMM...
"Aura ini? ternyata kau menahan kekuatan mu!" ucap jenderal pria itu kaget saat merasakan kekuatan Lin Dong.
__ADS_1
"Tombak delapan elemen".
Sebuah tombak muncul di depan Lin dong dengan warna putih gelap, Lin Dong tersenyum saat melihat tombak itu dan memegangnya dengan tangan kanannya.
Di dahinya ada simbol seperti petir muncul, dan di dalam bola matanya delapan warna yang mewakili setiap elemen berputar-putar. Wajah jenderal itu kaget saat melihat penampilan Lin dong yang sekarang.
"Ini..?"
"Selamat kamu adalah orang pertama yang membuatku menggunakan wujud ini".
Sambil mengatakan itu, rambut hitamnya berubah berwarna emas dan armor dikelilingi petir menutupi seluruh tubuhnya itu.
"Ternyata kamu memiliki benda itu!" ucap jenderal kaget.
Lin Dong hanya diam dan tersenyum, dia menyerang jenderal itu langsug setelah dia muncul kembali di depan sang jenderal yang masih jatuh ke dalam lamunannya.
BOOMM...
BOOMM..
"Petir hancurkan!"
DUARRR...
"Es bekukan!"
CLANG....
"Sial! setiap serangannya benar-benar luar biasa". Sang jenderal terlihat berkeringat dingin saat mencoba melawan Lin Dong. Dia tidak menyangka kalau kekuatan Lin Dong benar-benar lebih dari apa yang dia bayangkan sebelumnya.
"Api bakar!"
BOOOMMMMM...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...