
Lin Tian telah masuk ke dalam portal dimensi. Dia telah terbang di dalam dimensi itu untuk waktu yang lama tapi tidak menemukan apapun kecuali mayat monster yang sama dengan di lautan terlarang sebelumnya.
"Aneh! seberapa jauh dimensi ini? dan juga kemana arahnya?" fikir Lin Tian yang masih terus terbang ke depan.
Saat Lin Tian masih sibuk mencari ujung dimensi di sisi lain dewa neraka dan dua dewa lainnya bertarung dengan monster darah dengan sengit. Apalagi di antara dewa kematian dan dewa kehancuran mereka terlihat lebih kelelahan karena lawan yang memiliki ranah lebih tinggi dari mereka.
Serta pertarungan mereka di dimensi atau ruang yang aneh membuat energi mereka lebih cepat terkuras dari biasanya.
"Sial! pertarungan disini lebih cepat menguras energi kita" ucap dewa kematian dengan wajah kesal.
"Haa..! kita harus bertahan sampai kakak berhasil mengalahkan lawannya".
Dewa kehancuran hanya bisa berfikir seperti itu, karena jika dia dan dewa kematian ingin mengalahkan monster darah yang sebanding dengan setengah dewa kaisar ini itu tidak mungkin. Apalagi dengan energi mereka yang cepat terkuras habis disini.
"Huf.."
Dewa kematian juga hanya dapat menghela nafas dan terus mencoba mencari peluang untuk menyerang monster darah yang menjadi lawannya ini.
BOOMM...
BOOMM..
"Kuat!".
Itulah kata-kata yang di keluarkan oleh dewa neraka setelah beradu sengit dengan monster darah. Jika dia bandingkan dengan monster darah yang pernah dia lawan dulu mungkin ini yang terkuat dari monster darah yang pernah dia temui.
"Semut yang sangat merepotkan" ucap monster darah dengan suara kesal.
......................
Grrrrrrr.....
"Hm?" pria jubah biru membuka matanya akibat goncangan dari planet yang dia duduki itu.
"Tenang saja, meskipun mereka lumayan kuat tapi mereka tetap tidak akan bisa mengalahkan dua budakku itu" ucap sosok itu.
Pria jubah biru menjentikan jarinya, setelah itu dua cahaya langsung terbang menghilang dari pandangan pria jubah biru tersebut. Setelah melihat dua cahaya itu menghilang pria jubah biru kembali menutup matanya kembali.
__ADS_1
Di tempat lain yang masih di dimensi tersebut...
Ada sosok yang wajahnya sangat pucat dengan tangan serta kakinya di rantai di setiap meteor yang mirip dengan sebuah planet kecil. Di sudut mulutnya juga masih ada darah yang sudah mengering serta pakaiannya juga terlihat sudah sangat lusuh berantakan juga.
Perlahan-lahan pria itu membuka matanya dan menatap jauh menembus dimensi tempat dia berada. Dengan sedikit kesedihan di wajahnya, dia menghela nafas setelah melihat kejauhan itu.
"Aku tidak menyangka kalau masih ada dewa yang bisa menemukan portal dimensi itu! dan juga aura yang mirip ini.. Dimana aku pernah bertemu dengan dia?" ucap pria tersebut dengan lemah.
"Aku tidak tahu apakah orang itu masih hidup? jika dia masih hidup maka semua yang aku lakukan tidak sia-sia dan aku bisa mati dengan tenang disini" ucap pria tersebut dengan senyum lembut.
Dia mengingat masa lalu yang indah pernah dia lalui bersama saudara-saudara dan juga saudarinya dulu. Mereka hidup tanpa takut dan tanpa permusuhan sedikitpun, tapi dia yang pertama mengetahui kalau ada bahaya tersembunyi dimasa dia dulu malah memutuskan untuk memulai rencana yang mengakibatkan hampir semua saudaranya mati.
Menyesal? dia tentu menyesal tapi jika dia masih boleh memilih maka dia akan tetap memilih melakukan itu semua karena dia tahu selama bahaya itu tidak di atasi maka dunia tidak akan pernah aman. Bahkan makhluk hidup yang ada hanya akan jadi mainan atau makanan bagi mereka.
"Saudara, saudari! aku akan segera menemui kalian, jika kita bertemu di alam lain maka aku rela di hukum dan di siksa atas dosaku dulu kepada kalian" ucap pria itu dengan air mata kesedihan.
"Ugh!"
Tiba-tiba rantai yang mengikat dirinya itu menjadi lebih kuat dan tekanan yang di timbulkan lebih besar dari sebelumnya, membuat dia memuntahkan darah lagi dengan keras disana.
Perlahan darah yang keluar dari mulutnya itu di hisap oleh rantai tersebut sebelum menghilang sepenuhnya. Melihat hal itu wajah pria tersebut menjadi mengerikan dan penuh kebencian karena dia tahu kalau darahnya telah menjadi makanan bagi empat meteor yang mengikat dirinya itu.
"Hahaha, itu hanyalah mimpimu saja! sejak kau di tangkap oleh tuan maka sejak itulah kau tidak akan pernah melihat matahari lagi" ucap salah satu meteor itu.
"Kau akan melihat sendiri dan untukku, aku tidak perlu melihat diri kalian yang di hancurkan oleh orang lain karena itu terlalu murah untuk kalian" jawab pria itu dengan senyum jijik.
"Sungguh orang yang keras kepala".
Krrrr....
"Ahhhhh!"
Rasa sakit yang luar biasa membuat pria itu berteriak keras. Bahkan teriakannya itu terdengar di seluruh area dimensi tempat dia terkurung itu.
Lin Tian yang sedang berada di ruang lain dalam kebingungan karena tidak menemukan apapun setelah masuk ke dimensi itu.
Tapi saat dia masih dalam kebingungan itu lah dia tanpa sadar mendengar suara teriakan yang berasal dari entah darimana di dimensi tersebut.
__ADS_1
"Suara ini?" Lin Tian langsung sadar dan terbang lebih cepat untuk menemukan asal suara tersebut. Dia menebak kemungkinan itu adalah orang-orang yang pertama kali masuk sebelum dia tapi dia tidak akan pernah menduga kalau suara itu adalah suara pria yang telah di penjara lama di dimensi tersebut.
Di tempat lain dewa neraka juga mendengar teriakan tersebut dan langsung mengubah wajahnya menjadi lebih serius. dia berfikir kalau orang yang berteriak itu adalah orang ke empat yang masuk setelah dia dan dua saudaranya yang lain.
"Hahaha.. teriakan orang itu benar-benar membuatku menjadi bahagia" ucap monster darah penuh energi saat mendengar teriakan tersebut.
Mendengar ucapan monster darah, dewa neraka menjadi marah dan menebas kepala monster darah itu dengan cepat.
BOOMM..
"Yo! seorang dewa seperti mu bahkan peduli dengan orang lain! apakah kamu bodoh?" ucap monster darah menahan pedang dewa neraka.
"Dewa ada untuk melindungi Yang lemah bukan untuk menyiksa yang lemah! mereka ada untuk mengatur alam agar berbuat adil bukan untuk berbuat seenaknya karena memiliki kekuasaan!"jawab dewa neraka degan marah.
BOOMM..
BOOMM..
"Sial! kenapa orang ini malah bertambah kuat?" fikir monster darah melihat setiap serangan dewa neraka yang tidak bisa dia prediksi lagi seperti sebelumnya.
BOOMM..
"Pedang neraka! membakar seluruh dosa!" ucap dewa neraka.
BOOMM..
"Ah!"
Monster darah terpental jauh dan berakhir dengan menstabilkan dirinya. Tapi akibat tebasan dari dewa neraka monster darah malah kehilangan satu tangannya akibat menahan pedang itu.
"Sial!".
Swissh...
"Kalian terlalu lama, akanku berikan kekuatan tambahan untuk kalian" ucap suara dari dua cahaya yang tiba-tiba muncul.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...