Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
265. Penderitaan yang berbeda


__ADS_3

"Apakah kamu benar-benar ingin mati?" tanya Bai kecil agak aneh.


"Aku hanya ingin pergi bersama dengan wanitaku, dan aku hanya berharap dapat bereinkarnasi bersama dengan dia! apakah kamu tahu kaisar harimau kalau di dunia yang kamu hidupi ini tidak mudah bagi orang-orang sepertiku untuk mendapatkan kebahagian?" jawab dewa laut darah memandang Bai kecil dengan wajah yang bahkan tanpa sedikitpun takut dengan kematian.


Bai kecil terdiam, memang benar di dunia yang mereka hidupi ini tidak ada lagi yang namanya kebahagian tanpa kekuatan. Bahkan jika kamu mempunyai kekuatan jadi apa? akannada beberapa musuhmu yang akan memburu atau membunuh keluargamu tanpa pandang bulu.


"Hais..! tapi kan kamu bi..."


"Baiklah! aku bisa" jawab Lin Tian yang sedari tadi diam dan menghentikan kalimat yang akan di keluarkan Bai kecil.


"Kakak!" Bai kecil tidak mengerti kenapa Lin Tian bahkan mau mengabulkan keinginan dari dewa laut darah.


Dia dapat melihat kalau kakaknya mau, maka mungkin dewa laut darah bisa menjadi bawahnnya yang sangat setia dan juga akan berguna untuk dirinya, tapi...


"Terima kasih" ucap dewa laut darah dengan tulus.


Perlahan dia menutup mata seperti telah menerima semuanya, dan saat dia menutup mata saat itulah dia melihat seorang wanita cantik yang masih menunggu dia sampai bosan.


"Kakak! apakah sudah selesai?" tanya wanita itu.


"Em! aku bisa pergi bersamamu sekarang" ucap dewa laut darah sambil menghelus kepala wanita itu.


"Ugh! aku bukan anak kecil kakak" ucap wanita itu agak jengkel atas perlakuan dewa laut darah.


Dewa laut darah hanya tersenyum, dia tiba-tiba menghela nafas berat dan merasakan penyesalan setelah semua yang pernah dia lakukan dulu.


"Bagaimana dia? apakah dia bisa menjadi kaisar langit yang bermutu?" tanya wanita itu.


"Tentu, aku yakin dengan dia maka alam langit bisa maju dan lebih baik daripada di tangan bajingan itu" jawab dewa laut darah dengan kepastian.


"Heheh, kalau begitu saat kita bereinkarnasi mungkin kita dapat hidup tenang dan lebih baik dari dulu" ucap wanita itu penuh kebahagian sambil menggandeng tangan dewa laut darah.


"Em!"


Sesaat keduanya menghilang menjadi cahaya, saat itu Lin Tian yang berada tepat di depan tubuh dewa laut darah tiba-tiba tersenyum melihat dua cahaya yang terbang ke atas langit.

__ADS_1


"Yakinlah, di saat kalian bereinkarnasi dunia yang buruk ini akan jadi lebih baik di tanganku" ucap Lin Tian dalam hatinya.


Dia langsung menggunakan kekuatan api dan membakar mayat dewa laut darah dengan gelang yang masih dalam pelukannya itu.


"Kaisar!" ucap tiga jenderal yang berada di belakang Lin Tian, mereka benar-benar bingung kenapa Lin Tian menerima permintaan dari dewa laut darah begitu saja.


Padahal mereka berfikiran sama dengan Bai kecil, tidak hanya mereka tapi juga saudara Lin Tian yang lain juga berfikiran sama.


"Huf... Kalian yang tidak pernah merasakan kehilangan tidak akan dapat mengerti perasaan dia! hanya di saat kalian merasakan hal yang sama dengan dia maka kalian akan mengerti dengan penderitaan yang dia alami" ucap Lin Tian yang membuat semua disana terdiam.


Bahkan beberapa prajurit terdekat juga ikut kaget dengan ucapan Lin Tian, Bai kecil yang sementara diam seperti mengerti sesuatu dan dia hanya menghela nafas berat.


"Kakak benar! jika pun kita pernah menderita belum tentu penderitaan yang kita alami lebih buruk dari orang lain bahkan mungkin ada yang lebih buruk dari kita" tambah Lin Tian yang kembali ke wujud kucingnya dan duduk di atas kepala Lin Tian dengan tenang.


"Baiklah! biarkan sisi alam laut darah menyerah, dan biarkan beberapa orang kepercayaan kita mengambil alih alam dewa laut darah untuk sementara waktu" perintah Lin Tian.


"Baik kaisar!" jawab tiga jenderal dengan hormat.


"Setelah selesai mari adakan pertemuan, dan aku ingin seluruh alam langit tahu kalau aku Lin Tian kaisar langit baru akan duduk di takhtaku" ucap Lin Tian.


"Selamat kepada kaisar langit baru"


"Selamat kepada kaisar langit baru"


"Sepertinya mereka belum kembali, apakah ada masalah?" fikir Lin Tian.


......................


BOOMM..


"Cih!"


Zi Yanling terlihat menghalus jejak darah di bibirnya, dan memandang pria dengan pedang besar di tangannya itu.


"Kau adalah pemimpin pasukan khusus istana langit, memang kuat sayangnya bukan lawanku" ucap pria dengan pedang besar di tangannya itu.

__ADS_1


"Hei, aku tidak akan membiarkanmu lewat dari sini" ucap Zi Yanling.


"Bodoh!" ucap pria pedang besar itu mengeluarkan aura yang bahkan membuat wajah Zi Yanling menjadi jelek.


Dia juga melihat pasukannya agak terdesak akibat pertempuran dengan bawahan orang pedang besar yang jadi lawannya ini.


"Seorang sepertimu harusnya tidak muncul disini! bukankah itu berarti kamu melanggar peraturan?" ucap suara yang tiba-tiba muncul di dalam ruang itu.


Perlahan sosok dengan dua tanduk kecil di kepala muncul, dia berdiri di depan Zi Yanling dengan wajah tenang memandang pria pedang besar itu.


"Kamu siapa?" tanya pria pedang besar itu dengan heran, dia dapat merasakan kalau kekuatan pria ini lebih kuat dari dirinya.


Itu cukup membuat dia kaget karena selama ini hanya ada orang itu atau tuannya yang memiliki kekuatan seperti pria di depannya ini.


"Kamu tidak layak tahu siapa aku! pergilah, perang telah selesai dan tuanmu juga telah mundur". ucap sosok itu.


Mendengar ucapan tersebut wajah pria pedang besar itu sedikit mengerut, dia lalu mengeluarkan batu komunikasinya dan setelah ada perintah mundur dari tuannya barulah dia sadar kalau dewa laut darah serta dewa naga kepala sembilan telah kalah.


"Aku tidak menyangka kalau orang-orang ini akan kalah begitu saja! sungguh perjalanan yang sia-sia" ucap sosok pria pedang besar itu dengan nada agak marah.


"Mundur" ucap pria itu kepada bawahannya yang tersisa, setelah bawahnnya mundur pria pedang besar itu menatap ke arah Zi Yanling dengan serius.


"Namaku Bi Jian sang pembunuh naga, ingat itu!" ucap Bi Jian menghilang bersama bawahnnya.


Zi Yanling mengepalkan tangannya dengan erat, sekarang dia sadar kalau kekuatannya benar-benar masih lemah kalau bukan berkat suku batu suci maka mungkin banyak bawahannya yang mati disini.


"Terima kasih senior telah menolong kami" ucap Zi Yanling kepada pria tersebut.


"Tidak perlu berterima kasih kepadaku, kita berada di sisi yang sama dan melayani orang yang sama" balas pria iblis itu dengan senyum di wajahnya.


"Senior apakah kamu juga adalah orang dari kaisar kami?" tanya Zi Yanling heran.


"Aku adalah budak dari tuanku, dan aku datang kesini untuk pergi bersamamu menemui tuanku, apakah bisa?" ucap pria itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2