
Di saat gelap Lin Tian telah meniggalkan alam kehancuran dengan menutupi seluruh tubuhnya dan tidak ada yang tahu kalau kaisar kehancuran telah pergi meninggalkan alam kehancuran saat malam itu.
Sedangkan tiga istri Lin Tian telah selesai dengan urusan pribadi mereka dan bersiap untuk menemui Lin Tian, dua wanita merasa kalau tidak baik untuk terus membiarkan Sheng Chu'er menemani Lin Tian karena mungkin jika mereka melakukan hal itu terus akan membuat Lin Tian marah kepada mereka.
"kakak Mu, kakak Lan? apa kalian telah selesai dengan masalah istana?" tanya Sheng Chu'er yang kebetulan bertemu dengan mereka di jalan menuju tempat tinggal Lin Tian.
"Em! kami akan menemui suami, mari jalan bersama" jawab Mu Xuanyin.
Ketiganya pun pergi menuju kamar Lin Tian dan mereka mencoba mengetuk pintu kamar itu dengan wajah tenang dan tidak sabar, jelas mereka merindukan suami mereka tersebut tapi saat mereka masuk tidak ada siapapun di dalam kamar itu.
Dan di kamar itu hanya ada seekor naga kecil yang terlihat tertidur dengan gaya sombong dan juga agak aneh di pandang mereka.
"Halo para gadis! merindukan naga kecil ini?" ucap naga kecil dengan gaya sok kerennya ke arah tiga wanita yang tercengang melihat naga kecil di kamar Lin Tian.
Setau mereka naga kecil tidak akan ada di kamar Lin Tian saat malam hari bahkan bisa di bilang si kecil ini sangat jarang pulang ke istana tapi sekarang dia ada di kamar Lin Tian dengan menampilkan gaya sok kerena ala naga kecil kepada mereka bertiga.
"Saudari-saudari ku?" ucap Mu Xuanyin melirik kepada dua lainnya.
"Iya?" jawab keduanya serentak.
"Pernah mencoba daging naga bakar di taburi kecap?" tanya Mu Xuanyin dengan senyum dingin.
"Belum"
"Maka malam ini mari kita coba daging naga bakar di taburi kecap manis!" ucap Mu Xuanyin dengan nada dingin ke arah Naga kecil.
Melihat senyum dingin ke tiga wanita itu membuat naga kecil menggigil seketika disana, dia mencoba berdiri tapi seluruh tubuhnya menggigil ketakutan memandang wanita-wanita yang mendekatinya tersebut.
__ADS_1
"Hei, mau apa kalian? aku naga kecil di lindungi oleh peraturan! dan..dan daging ku benar-benar tidak enak!" ucap naga kecil yang langsung melompat ke jendela dan kabur dengan terbang sangat cepat.
"Jangan kabur! kembali kesini!" teriak ke tiga wanita mengejar naga kecil tanpa ragu.
"Tidak! kenapa kalian mengejarku? aku hanya tidur di kamar kakak, ah! kakak apa salahku sampai-sampai nasibku begini?" teriak naga kecil.
Teriakannya membuat semua yang terdekat di istana menjadi kaget, lalu saat mereka memandang keluar mereka melihat naga kecil di kejar oleh tiga permaisuri yang membuat sebagian dari mereka langsung menutup pintu dan jendela mereka.
Para penjaga dan prajurit yang berpatroli malam itu pun juga langsung pindah haluan dari arah kemana mereka terbang, karena mereka tidak ingin menjadi sasaran amukan ke tiga permaisuri tersebut.
Naga kecil terus lari menuju ibukota bahkan dia lari sampai keluar dari ibukota yang membuat para wanita kelelahan dan berhenti di depan gerbang ibukota tersebut dengan wajah kesal.
"Apa kita akan mengejar si kecil ini?" tanya Lan Jingyi yang benar-benar kesal dengan naga kecil, tapi dia tidak punya cara untuk bisa mengejarnya karena naga kecil terlalu cepat.
"Harus!" jawab keduanya serentak.
"Aku ingin membakar berandalan kecil itu malam ini, untuk melampiaskan kekesalan ku dan juga kemarahan yang ada di hatiku sekarang!" ucap Sheng Chu'er.
Jelas kalau mereka tahu Lin Tian telah pergi lagi tanpa ada sedikit pun ucapan dari Lin Tian, karena itu ketiga wanita ini membutuhkan pelampiasan untuk amarah mereka dan kebetulan naga kecil membuat mereka marah saat berada di kamar Lin Tian sebelumnya.
"Bagus! kalau begitu mari kejar!" ucap Lan jingyi mengeluarkan sayap hitamnya, itu adalah sayap gagak api.
Mu Xuanyin juga mengeluarkan sayap Phoenixnya, berbeda dengan dua wanita lainnya di kaki Sheng Chu'er bunga berwarna merah muda munculembentuk sebuah pedang. Ketiganya melesat mengejar naga kecil lagi tanpa peduli kemana naga kecil itu akan berlari lagi.
Melihat di belakangnya tiga wanita masih mengejar naga kecil terlihat sedih, padahal semua ini bukanlah ulahnya tapi kenapa wanita-wanita ini mengejarnya dengan gila.
"Apa salahku? aku hanya menggoda mereka sedikit tadi, dan aku bahkan di kejar sampai keluar dari istana? apakah wanita-wanita ini sudah tidak waras lagi?" fikir naga kecil, tapi dia tidak menurunkan kecepatannya sedikitpun karena tahu kalau sampai dia tertangkap maka habislah hidupnya yang bahagia itu.
__ADS_1
"Apa ini tidak masalah?" tanya Ming Bi'er kepada Bai Yu yang melihat tiga wanita lari keluar dari ibukota kehancuran dengan kesal.
"Tidak masalah, kita tidak perlu untuk memberitahu mereka kemana Lin Tian pergi karena itu akan membuat mereka menjadi semakin cemas" jawab Bai Yu dengan tenang.
"Yah, kalau begitu kita serahkan kepada naga kecil untuk jadi pelampiasan ketiga wanita itu untuk sementara waktu" ucap Ming Bi'er sambil tersenyum.
Bai Yu juga tersenyum melihat naga kecil yang berlari dengan menyedihkan itu, tentu saat tiga wanita melihat naga kecil di dalam kamar Lin Tian adalah rencana dia agar para wanita tidak terlalu memikirkan Lin Tian ataupun bertanya kemana Lin Tian pergi.
Karena dia pun akan kesulitan untuk mengatakan yang sebenarnya kepada mereka, dan menurut dia lebih sedikit orang tahu maka lebih bagus serta semua yang di rencanakan mereka untuk memancing musuh keluar akan berjalan lebih baik lagi.
BOOMM..
Di hutan suara ledakan dan teriakan naga kecil mehiasi malam itu yang membuat seluruh ibukota tidak bisa tidur karena mendengar suara menyedihkan naga kecil, dia di serang dan di lemparkan api, es, dan juga angin oleh tiga wanita yang sudah benar-benar gila untuk menyiksa dirinya.
"Ah! bibi kenapa kamu menipuku lagi!" teriak naga kecil.
Di istana saat Bai Yu dan Ming Bi'er mendengar suara menyedihkan naga kecil mereka tertawa kecil, mereka berdua merasa itu lucu karena naga seperti naga kecil bisa tertipu dengan mudah oleh mereka.
"Yah, apakah dia bisa bertahan?" tanya Ming Bi'er.
"Mungkin bisa mungkin tidak, kita lihat saja nanti!" jawab Bai Yu dengan senyum manis, tiba-tiba untuk sementara waktu Ming Bi'er berubah serius dan menatap Bai Yu.
"Apakah kali ini aku perlu menceritakan semuanya kepada suamiku?" tanya Ming Bi'er.
"Itu bagus, besok aku akan berbicara dengan tetua agung dan juga Mu Jing'er tentang masalah yang di rencanakan Lin Tian itu" jawab Bai Yu setuju dengan rencana Ming Bi'er.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...