Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
148. Tetua agung yang kesal


__ADS_3

"Eh, ayah hanya ingin memberi mu kejutan karena kamu sudah cukup lama tidak pulang" jawab Tetua agung berbalik dan berjalan mendekati Sheng Chu'er dengan wajah penuh kasih.


"Cih! pecinta anak" ucap Lin Tian dengan memalingkan wajah ke arah lain.


"Sialan! urusan kita belum selesai, kau malah menghinaku begitu? apa kamu kurang nutrisi beberapa hari ini haa!" ucap tetua agung dengan wajah kesal.


Dia kaget kalau anaknya telah menjadi istri dari Lin Tian dan bahkan anaknya sudah kehilangan kesuciannya sendiri, dan Lin Tian tidak memberitahukan masalah itu juga kepadanya karena itu dia cukup kesal sekarang tapi karena melihat anaknya bisa melihat lagi dan dia terlihat bahagia disini maka dari itu dia tidak terlalu memperhatikan masalah itu.


"Sudah ayah, suami bisakah kalain tidak mengomel terus? aku tidak suka." ucap Sheng Chu'er dengan kesal.


Melihat Sheng Chu'er kesal keduanya terdiam mereka berdua tidak menjadi ribut lagi, jelas kalau mereka berdua juga tidak ingin membuat Sheng Chu'er marah karena itulah mereka berdua diam setelah mendengar Sheng Chu'er kesal.


"Baiklah, Chu'er bawa ayahmu jalan-jalan dulu! aku akan bertemu dengan dua bibi dulu" ucap Lin Tian kepada Sheng Chu'er.


"Em, ayah ayo kita pindah ke tempatku" ucap Sheng Chu'er kepada Tetua agung yang masih kesal saat melihat Lin Tian, tapi karena anaknya sudah berbicara dia pun tidak menjadi marah lagi dan mengikuti Sheng Chu'er ke tempatnya.


Di tempat Sheng Chu'er tinggal, ayahnya menanyai banyak hal tentang dirinya tapi Sheng Chu'er menjawab semuanya dengan tenang tanpa membuat ayahnya tambah kesal.


Melihat anaknya yang begitu senang dan tidak ada tanda tidak bahagia disini tetua agung itupun menghela nafas berat, dia tahu kalau anaknya pasti akan memiliki seorang pria di hatinya tapi dia tidak menyangka akan secepat ini.


"Ayah, apa yang kamu lakukan disini? apa suami yang memanggilmu?" tanya Sheng Chu'er penasaran melihat ayahnya itu.


"Em, apa itu besok kamu akan tahu" jawab tetua agung dengan menghelus lembut kepala anaknya.

__ADS_1


"Hm, baiklah ayah! ayo aku ajak jalan-jalan sekitar ibukota" ucap Sheng Chu'er menarik tangan ayahnya tersebut, tentu tetua agung tidak keberatan dan mengikuti kemana mau anaknya itu apalagi dia memang merindukan Sheng Chu'er selama ini.


Lin Tian mengajak Sheng Ming dan Sheng Mi ke halaman tempat biasa Lin Tian berkumpul dengan keluarganya, disana Lin Tian juga meminta beberapa pelayan untuk menyediakan beberapa teh dan makanan untuk mereka.


Sheng Mi dan Sheng Ming mengobrol dengan Lin Tian mengenai keadaannya disini, dan mereka juga menceritakan keadaan Sheng Lien kepada Lin Tian setelah mendengar kalau nenek dan keluarganya di alam kehidupan baik-baik saja, Lin Tian jadi senang dan juga bahagia untuk mereka.


"Keponakan kecil, apa kamu tahu masalah tentang alam angin?" tanya Sheng Mi.


"Em, aku sudah tahu masalah alam angin bibi, emang kenapa bibi?" tanya Lin Tian dengan tenang.


"Sekarang dewa angin dalam kondisi tidak sadarkan diri, dan sepertinya roh dewa angin juga terganggu akibat dari itu alam angin seperti mulai melemah bahkan ada beberapa kali bencana terjadi disana" jelas Sheng Mi yang membuat Lin Tian kaget.


Dia sebagai penguasa alam juga tahu akan hal tersebut, jika dirinya terluka maka alamnya juga akan terluka dan bahkan akan terjadi beberapa bencana di alam tersebut.


"Sekarang keluarga angin mencari cara untuk menyembuhkan dewa angin, karena racun yang ada di tubuhnya itu adalah racun serangga biru" ucap Sheng Mi dengan serius.


Lin Tian mengangguk mengerti, dia tentu tahu racun serangga biru bahkan dia sendiri punya solusi untuk menghilangkan racun serangga tersebut dengan mudah sebab dia dulu suka dengan penelitian membuat Pill jadi dia tentu mempunyai resep untuk membuat Pill penangkal racun serangga biru tersebut.


"Lalu?" tanya Lin Tian lagi dengan wajah tenang.


"Lalu?" kedua wanita tidak mengerti kenapa Lin Tian tidak terkejut dengan kata-kata mereka, serangga biru adalah jenis racun yang sangat sulit untuk di sembuhkan di alam langit apalagi belum ada alkimia yang dapat menemukan obat untuk menghilangkan racun ini sepenuhnya dari tubuh yang terkena racun tersebut.


Pernah ada yang terkena racun serangga biru, meskipun dia bertahan tapi akibatnya dia terpaksa memilih menghancurkan tubuhnya lalu bereinkarnasi lagi agar bisa menghilangkan semua racun tersebut.

__ADS_1


Tentu hal itu akan merugikan diri mereka karena mereka adalah orang-orang alam langit, jika sampai mereka bereinkarnasi atau mati mereka kemungkinan akan jatuh ke dunia bawah atau bahkan mungkin hal terburuk mereka akan berenkarnasi menjadi binatang atau tumbuhan di dunia di bawah mereka.


Bahkan mereka tentu memiliki kemungkinan akan kehilangan kenangan mereka saat bereinkarnasi saat itu, meskipun ada hal yang paling mereka tidak sukai adalah pasti akan ada beberapa musuh mereka dari alam langit yang akan menyerang mereka dalam keadaan lemah seperti itu.


"Itu, kamu tidak kaget? ini serangga biru loh! sangat sulit untuk menyembuhkan racunnya, dan belum ada obatnya di alam langit" ucap Sheng Mi dengan serius.


"Hm, aku tahu bibi-bibiku yang cantik" jawab Lin Tian tenang sambil tersenyum.


"Lalu kenapa kamu masih tenang begitu? kamu tahu kan, kalau alam angin kehilangan penguasa alam mereka maka alam angin akan jatuh dalam kemunduran?" ucap Sheng Mi lagi menatap Lin Tian.


"Em, aku tahu juga" jawab Lin Tian sambil mencicipi teh di mejanya sendiri dengan santai tanpa ada rasa kaget sedikitpun.


"Keponakan kecil, kenapa masih tenang begitu? kamu tidak tahu kalau di antara alam lain, alam angin juga berada di sisi dewa kegelapan? jika dewa angin mati maka itu kerugian bagi alam langit, karena dewa kegelapan selalu mencoba yang terbaik untuk melindungi alam langit" jelas Sheng Mi dengan serius, dia lebih tahu tentang masalah alam langit karena sudah hidup begitu lama dan satu generasi dengan Lin Fang.


"Ho? jadi dia berada di sisi dewa kegelapan?" tanya Lin Tian cukup terkejut dengan penjelasan Sheng Mi, dia meletakan tehnya dan menatap Sheng Mi dengan serius.


"Iya, dia berada di sisi dewa kegelapan dan dia termasuk yang paling setia juga kepada kaisar langit dulunya." jawab Sheng Mi dengan kesal menatap Lin Tian yang masih saja tenang sama seperti sebelumnya, bahkan dia hanya sedikit terkejut setelah semua penjelasan panjang lebarnya tersebut kepada Lin Tian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2