
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya serigala perak yang seluruh tubuhnya merasakan hawa dingin saat ditatap oleh Lin Tian.
Singa perak sangat marah dan juga bingung, kenapa tidak? dia tidak menyangka kalau Lin Tian dapat mengalahkan mereka begitu mudahnya. Dan dia sekarang tahu apa harta yang dimaksud oleh Lin Tian sebelumnya. Harta itu tentu adalah mereka berempat, walau dia tidak tahu untuk apa dan tujuan apa Lin Tian menangkap mereka tapi yang jelas sekarang mereka adalah domba di mata Lin Tian.
"Sial! kita harus kabur dulu dan melaporkan semuanya kepada tuan" ucap singa perak dengan serius.
Swisshh..
"Apa kalian fikir akan ku biarkan kabur begitu saja? tidak..tidak..! kalian harus patuh dan ikut bertemu dengan elang tadi" ucap Lin Tian yang asli muncul di belakang ketiganya.
BOOMM..
"Sial! aku bertarung sampai mati denganmu" ucap serigala perak menyerang Lin Tian dengan gilanya.
BOOMM..
BOOMM..
Lin Tian terus menahan setiap serangan dari serigala perak sebelum dia tiba-tiba tersenyum memandang serigala perak.
"Saatnya giliranmu" ucap Lin Tian secara tiba-tiba mengejutkan serigala perak itu.
Lin Tian langsung meletakan tangannya tepat di punggung serigala perak setelah berhasil menghindari cakar serigala perak tersebut.
"Tidak!"
"Oh iya! Hisap!" ucap Lin Tian penuh senyum.
Seketika itu Serigala perakpun ikut terhisap ke dalam ruang melahap Lin Tian. Lin Tian yang selesai dengan serigala perak tidak mengendorkan dirinya karena dia langsung menghilang lalu muncul di belakang ular perak. Lin Tian yang berada di belakang ular itu langsung melakukan hal yang sama dengannya.
Singa perak menjadi sangat marah saat melihat kalau seluruh teman-temannya telah dikalahkan oleh Lin Tian. Dia menatap Lin Tian dengan penuh kebencian, meskipun begitu sayangnya dia tidak dapat mengalahkan Lin Tian apalagi dia masih takut dengan kekuatan hisap Lin Tian yang dapat membuat teman-temannya menghilang begitu saja.
"Sial!"
Ucap singa perak dengan parah saat melihat dua Lin Tian yang tersenyum penuh makna saat dia terus mundur dari tata Surya itu.
"Jangan biarkan dia lari!" ucap Dewa kaisar kematian yang telah sadar dari sebelumnya yang tercengang dengan tindakan Lin Tian.
__ADS_1
Lin Tian yang mendengar teriakan dewa kaisar Kematian mengangguk lalu langsung terbang dengan cepat bersama klonnua untuk menangkap singa perak tersebut.
"Sial! semut sialan!" teriak singa perak yang langsung menggunakan kekuatan penuhnya untuk kabur.
Saat singa perak yang berfikir kalau dirinya akan bernasib sama dengan ketiga temannya, robekan ruang muncul di depannya yang melemparkan sesosok pria. Pria itu terbang dengan sangat cepat dan sebelum Lin Tian sadar kalau ada sosok yang terbang cepat ke arahnya itu pun sudah terlambat.
Karena drinya juga bertabrakan dengan keras yang membuat keduanya langsung terpental jauh dari posisi Lin Tian dan sosok itu berbenturan.
Lin Tian baru dapat menahan sosok itu setelah menggunakan energinya untuk mempertahankan keseimbangan tubuhnya sendiri.
"Terima kasih, Kamu!"
Sosok yang tidak lain dewa neraka itu juga langsung kaget saat menoleh lalu melihay kalau orang yang menolongnya adalah Lin Tian.
"Halo! kita bertemu lagi" ucap Lin Tian dengan senyum yang sedikit dipaksakan.
"Kenapa kamu disini?" tanya dewa neraka.
"Aku disini sama seperti kamu! menyelidiki sesuatu" jawab Lin Tian dengan suara agak rendah.
"Kamu.."
Sosok yang tidak lain manusia darah juga muncul setelah tak berselang lama saat keduanya masih mengobrol dengan suara yang agak canggung. Melihat manusia darah yang muncul membuat singa perak langsung menjadi senang, bisa terlihat kalau singa perak melihat manusia darah seperti peti harta Karun sama dengan pandangan Lin Tian sebelumnya.
"Kamu! aku ingin kamu" ucap singa perak dengan wajah gembira.
Mendengar ucapan singa perak, hanya membuat manusia darah diam dan tidak mengatakan apapun. Itu jelas karena dia tidak bisa mengambil keputusan sendiri, karena setiap apa yang dia lakukan ada di bawah kendali tuannya sendiri.
"Kamu harusnya tahu apa tugas yang diberikan tuan mu bukan?".
"Iya! itu untuk membunuh penyusup yang masuk kesini" jawab manusia darah.
"Bagus! kalau begitu mari bergabung bersama denganku untuk membunuh seluruh penyusup" ucap singa perak yang sepertinya sangat mengerti dengan sifat manusia darah.
Manusia darah hanya mengangguk setuju dan berdiri di samping singa perak tanpa sedikitpun curiga. Yang tidak disangka oleh manusia darah adalah saat dia sedang berjalan sedikit di depan, singa perak berubah menjadi semacam lendir dan menelan manusia darah.
"Kamu! apa yang kamu lakukan?" ucap manusia darah sambil mencoba melepaskan diri dari singa perak.
__ADS_1
"Hahaha! kamu diam dan terima nasibmu! ini semua sudah di tentukan sejak kamu berhasil mewujudkan bentuk manusia seperti ini" ucap singa darah tertawa senang.
"Sial! jangan biarkan mereka menyatu!" ucap dewa kaisar Kematian dengan buru-buru.
Mendengar hal itu, Lin Tian dan dewa neraka langsung terbang dengan cepat ke arah singa perak yang sedang menelan manusia darah.
"Hahahaha! kalian terlambat!" ucap singa perak dengan tertawa dingin.
BOOMM...
"Ugh!" Lin Tian dan dewa neraka langsung terpukul mundur dengan keras sambil memuntahkan seteguk darah.
"Sial!" ucap dewa neraka dengan marah memandang singa perak yang telah berhasil menelan manusia darah.
"Hahahaha, akhirnya wujudku sempurna" ucap singa perak.
Perlahan singa perak dan manusia darah yang telah menyatu memunculkan warna kulit yang mirip dengan manusia biasa, dan sayap manusia darah yang tadi ada di punggungnya juga telah menghilang.
Wujudnya sekarang benar-benar mirip dengan manusia biasa serta kekuatan yang di tampilkan oleh singa perak sekarang lebih besar di bandingkan manusia darah sebelumnya.
"Tidak sia-sia tuanku bekerja sama dengan orang itu" ucap singa perak yang telah memiliki wujud manusia.
Tatapan dewa kaisar Kematian menjadi semakin suram, dia lebih mengenal meteor perak dari siapapun disini. Apalagi dia juga pernah melawan mereka di masa dia masih sebagai salah satu dari delapan dewa.
Alasan dia menghancurkan peradabannya saat itu juga karena meteor yang dapat mengambil wujud seperti manusia sekarang selama mereka menemukan wadah yang cocok untuk menampung kekuatan mereka.
"Yo! bagaimana dewa kaisar? kau lihat bukan? inilah kekuatan asli dari wujudku yang sempurna" ucap singa perak dengan gembira.
"Jika aku berada di puncakku maka kau seperti semut dimataku" ucap dewa kaisar Kematian dengan marah.
"Hahahaha, sayangnya kekuatanmu telah hilang dan sedangkan aku memiliki kekuatan serta tubuh baru yang cocok" balas singa perak menatap dewa kaisar Kematian dengan wajah menghina.
"Kalian berdua, aku tahu kekuatan kalian melebihi yang lain. Aku ingin kalian menyerang dia bersama jika bisa bunuh dia! " ucap dewa kaisar Kematian kepada Lin Tian dan dewa neraka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...