Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
198. Bergabung menyerang bersama


__ADS_3

"Helo, itu sangat besar, dan tentakelnya juga sangat menjijikan! jadi apa yang harus kita lakukan dengan tentakel jeleknya itu?" tanya Lin Guang yang terlihat bercanda.


"Hahaha, ayolah tuan muda Lin apakah ini semangatmu? jika itu ayahmu maka dia pasti sudah maju duluan" ucap salah satu jenderal tua dari sisi keluarga Bei.


Lin Guang yang mendengar itu pun terdiam, tentu dia tahu ayahnya semakin kuat musuh yang dia hadapi maka semakin bersemangat dia akan bertarung apalagi dia juga memiliki beberapa julukan yang terkenal di alam elemen.


"Cih! itu ayahku bukan aku" jawab Lin Guang pada akhirnya.


"Ais, kalau begitu mari kita yang tua ini bergabung bersama menahan tentakelnya dan untuk serangan lain alam di serahkan kepada kaisar harimau" ucap jenderal Nan Mo.


Tidak ada yang menolak mereka semua lalu mengangguk, dan juga Bai kecil tersenyum melihat semangat orang-orang ini yang sekarang. Ternyata ada gunanya juga Lin Tian untuk menggunakan armor kaisarnya di hadapan orang-orang ini, itulah yang di fikirkan Bai kecil sekarang.


"Sial! aku masih muda orang tua, aku saja belum menikah" ucap Lin Guang tidak senang dengan sebutan tua dari jenderal Nan Mo.


"Ais, saudaraku bukankah itu karena kamu tidak laku? sudahlah, terima saja" jawab Bai kecil.


"Hei! jangan fikirkan hanya aku yang..." belum Lin Guang selesai berbicara tiga pasanh mata yang mematikan sedang berdiri di belakangnya, jika dia sedikit lagi berbicara salah maka habislah hiupnya yang kecil itu.


Xing Xing'er yang melihat Lin Guang ketakutan sedikit tertawa kecil, bagi wanita di alam langit ada dua hal yang tidak boleh di katakan yaitu umur dan juga tentang pasangan. Jika ada yang bilang dia seorang wanita perawan tua maka wanita itu pasti akan mengejarnya dengan gila-gilanya.


"Aku duluan kalau begitu" ucap Lin Guang langsung berlari menyerang ke arah monster jenderal Dong itu.


"Ais, dia benar-benar mirip dengan ayahnya. Ayo saudara-Saudaraku" ucap jenderal Nan Mo.


BOOMM..


Semua tetua perwakilan dari setiap alam yang turun ke alam bawah pun akhirnya ikut bertarung melawan monster raksasa yang dua kali lipat lebih besar dari monster raksasa sebelumnya.


"Tombak es!"


"Seribu bintang!"


"Pedang kehidupan!"


Semua orang menyerang dan mengeluarkan teknik terkuat mereka satu persatu untuk menghancurkan tentakel dari jenderal Dong tersebut, Bai kecil juga terus menyerang dan menghancurkan tentakel itu. Karena sekarang tergetnya adalah tubuh dari jenderal Dong jadi dia dengan cepat melesat ke arah dahi mosnter itu.

__ADS_1


BOOMM..


..."Sial! orang ini begitu keras kepala" teriak Lin Guang yang terus memotong tentakel itu tapi itu semakin banyak setiap dia memotongnya....


BOOMM..


"Ayolah! tiga elemen menyerang!" teriak Lin Guang, di langit awan gelap di sertai dengan petir yang berbentuk singa turun juga dari tanah sosok ular yang terbuat dari air juga muncul, dan sesosok burung api juga muncul menyerang bersama ke arah setiap tentakel itu.


BOOMM..


BOOMM..


......................


"Perasaan ini?"


Wajah pria yang terikat di sebuah ruang itu terlihat bangkit dan memandang lemah ke langit-langit gelap di dalam tempat itu, dia seperti merasakan aura yang sangat dia kenal tapi itu terasa sangat jauh sekarang dan itu seperti sedang mengalami pertempuran yang luar biasa kuatnya.


"Ketua ada apa? apakah kamu mengigau bertemu dengan orang-orang keparat itu lagi?" tanya salah satu bawahannya.


Mendengar ucapan dari ketua mereka wajah setiap orang disana agak aneh, karena sangat jarang sejak mereka di ikat seperti budak disini ketua mereka berbicara seperti sekarang, apalagi mengatakan kalau ada aura yang sangat akrab ada di alam bawah ini.


Apalagi setau mereka sejak dewa neraka menghilang dan jembatan ini berubah menjadi jembatan darah tidak ada yang bisa masuk maupun keluar dari sini kecuali orang-orang keluarga Dong tersebut. Serta saat mereka benar-benar terjebak oleh dua sosok misterius saat itu pun mereka tidak pernah tahu kalau akan di bawa kesini.


Tentu mereka mengenal salah satu dari dua sosok misterius tersebut, satu adalah Jenderal Dong sendiri tapi yang lain mereka benar-benar tidka tahu siapa orang tersebut dan menurut mereka hanya jenderla Dong yang mengetahui siapa orang misterius yang lainnya.


Tapi ternyata saat mereka terperangkap dan mendengarkan percakapan antara mereka, jelas kalau jenderal Dong juga tidak tahu siapa orang tersebut apalagi semua rencana saat itu orang misterius yang lainlah merencanakannya.


"Apa mungkin orang itu?" tanya bawahan ketua itu.


"Tidak! jika dia maka aku pasti akan merasa jijik saat tiba-tiba merasakan aura orang misterius itu" jawab ketua tersebut.


Yang lainnya pun tidak bisa mengerti karena mereka tidak dapat merasakan aura yang di kenal oleh ketua mereka itu, jadi karena itulah semuanya terlihat diam dan tidak terlalu banyak membicarakan hal itu lagi.


Mereka juga sekarang benar-benar lemah meskipun masih hidup, dan pada akhrinya mereka hanya menutup mata kembali mencoba untuk menyerap energi yang sangat buruk disini untuk bertahan, meskipun hanya mendapatkan sedikit tapi tetap itu dapat membuat mereka bertahan.

__ADS_1


......................


BOOMM...


"Hahaha! kaisar langit yang baru memang luar biasa" ucap tuan muda angin, keduanya masih bertarung dan baru saja terpisah karena saling pukul sebelumnya.


Lin Tian juga terlihat semakin tenang dan tidak ada sedikit pu matanya bergerak ke tempat lainnya, karena matanya selalu menatap tuan muda alam angin dengan serius. Jika dia lengah sedikit maka mungkin dia bisa kalah dalam pertempuran ini, sampai sekarang pun dia belum menemukan celah untuk mengalahkan tuan muda alam angin ini.


"Yah! kamu terlalu tidak menarik, ayolah tersenyum sedikit" ucap tuan muda alam angin dengan santai.


Swiss..


"Pukulan naga!" ucap Lin Tian yang tiba-tiba sudah muncul di atas tuan muda alam angin.


BOOMM..


Tuan muda alam angin di buat mundur jatuh dari langit dan masih terlihat menahan pukulan Lin Tian dengan perisai hitamnya, Lin Tian lalu melepaskan tombaknya dan juga memukul lagi dengan tangan yang lainnya.


"Pukulan naga es!" ucap Lin Tian.


"Sial!"


BOOMM..


Tuan muda kedua akhirnya tidak dapat menahannya lagi dan langsung menghancukan pelinduh dari tuan muda alam angin itu, akibatnya tuan muda alam angin menghilang dari tanah itu.


"Benar-benar sangat kuat" ucap Lin Tian yang akhirnya berbalik, saat dia berbalik di depannya ada tuan muda alam angin yang masih tersenyum ke arahnya.


"Kau memang kuat, tapi sekarang mari ku perlihatkam kekuatan dan juga teknikku yang sebenarnya padamu" ucap tuan muda alam angin memandangi Lin Tian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2