
"Mmmm!"
"mmmm!"
Ke empat yang di gantung itu pun berusaha untuk mengatakan sesuatu kepada Lin Tian tapi karena mulut mereka tertutup jadi Lin Tian tidak mengerti apa yang mereka katakan.
Saat Lin Tian mendekat dan mencoba melepaskan mereka beberapa penjaga menghalangi Lin Tian, mereka terlihat ketakutan sebenarnya tapi mereka berusaha untuk melaksanakan perintah yang telah di berikan.
"Lancang!" ucap Lan Jingyi agak marah melihat para penjaga itu.
"Ma..maaf yang mulia, kami hanya menjalankan perintah" ucap salah satu penjaga dengan ketakutan.
"Siapa yang memberikan kalian perintah?" tanya Lin Tian dengan lembut.
"Itu.... kaisar bisa masuk dan melihatnya sendiri" jawab penjaga itu lagi, terlihat kalau mereka sebenarnya agak ragu tapi berusaha tetap menjawab.
Mendengar hal itu Lin Tian mengangguk lalu dia membawa yang lain masuk ke dalam aula, tentu dia membujuk tiga saudari iparnya agar tidak melepaskan ke empat nya dulu.
Hanya Bai kecil yang merasa seperti mengenal salah satu wanita yang sedang memakai Cadar di samping Lin Tian, wajah nya terlihat kebingungan saat itu.
"apa yang terjadi?" tanya Sheng Chu'er kepada Lan Jingyi yang sedang memegang tangan Lan Jingyi.
"Tidak ada apa-apa hanya beberapa masalah empat saudara Lin Tian saja yang sedang di ikat di depan pintu istana" jawab Lan Jingyi lembut.
Sheng Chu'er mengangguk mengerti, sejak beberapa hari ini dia dan Lan Jingyi sudah dekat jadi maka dari itu lah Sheng Chu'er bersama Lan Jingyi sekarang.
Bahkan Lin Tian kagum dengan bagaimana para wanita bisa akrab begitu cepat, bahkan hal itu mungkin agak sulit di lakukan oleh seorang pria.
Lin Tian masuk ke dalam istana dan saat di jalan bertemu dengan Mu Jing'er dan Mu Lu'er yang terlihat mendekatinya dengan wajah kasihan.
"Saudaraku! semoga kamu baik-baik saja" ucap Mu Lu'er yang membuat Lin Tian tidak mengerti apa maksud mereka sama sekali.
Lin Tian tanpak bingung dia terus masuk ke dalam aula dan saat di dalam aula dia melihat bahu wanita yang berpakaian putih sedang melihat ke arah kursi kaisar.
__ADS_1
Lin Tian sedikit mengerutkan keningnya melihat punggung wanita itu, dia seperti sangat mengenal wanita tersebut.
"Apa kamu yang menggantung mereka di luar?" tanya Lin Tian.
Untuk beberapa saat tidak ada jawaban dari wanita itu hanya seluruh tubuhnya bergetar saat mendengar suara Lin Tian, wanita itu menarik nafas lalu perlahan berbalik menatap Lin Tian.
"Iya! ada masalah dengan itu?" tanya Wanita tersebut.
Saat Lin Tian melihat wanita itu tubuh Lin Tian lebih bergetar hebat dia merasa tak percaya yang dia lihat di depan matanya.
Lan jingyi serta yang di belakang Lin Tian bingung dengan apa yang terjadi disana, mereka hanya melihat mata wanita yang cantik itu karena wajahnya tertutup oleh cadar.
"Ka..kamu? kenapa bisa disini? apakah ini nyata?" tanya Lin Tian sambil mengusap matanya.
"Hm..! apa? apa kamu tidak suka aku disini?" ucap wanita cantik tersebut mendengus dingin.
Lin Tian mendengar suara itu lagi langsung berlari dan memeluk wanita itu dengan sangat erat, dia benar-benar merindukan wanita ini dia sangat merindukan nya.
Di hatinya selama ini wanita inilah yang membuat dia merasa bersalah atas apa yang terjadi dulu, dia meninggalkan wanita ini tanpa sedikitpun diskusi bersama dengannya.
"Aku juga tidak tahu" jawab wanita itu yang juga memeluk Lin Tian sangat erat.
Wanita itu tentu Adalah Mu Xuanyin, istri Lin Tian yang sangat Lin Tian rinduman begitu juga Mu Xuanyin yang sama rindunya dengan Lin Tian.
"Bagus..bagus.. akhirnya aku bisa bertemu dengan mu!" ucap Lin Tian dengan bahagia.
"Em!" jawab Mu Xuanyin lembut sambil membenamkan kepalanya di dada Lin Tian.
"Dia...?" Lan Jingyi bingung dengan siapa wanita tersebut, karena wanita itu dapat membuat Lin Tian menjadi bahagia seperti itu.
Hal yang belum pernah dia lihat selama ini sejak bertemu dengan Lin Tian, Bai Yu tersenyum saat melihat Lin Tian dan Mu Xuanyin berpelukan itu.
"Dia adalah Mu Xuanyin istri Lin Tian" jawab Bai Yu dengan lembut.
__ADS_1
Mendengar hal itu Sheng Chu'er dan juga Lan Jingyi terdiam, mereka tahu kalau Lin Tian memiliki dua istri di dunia dewa salah satunya adalah Mu Xuanyin yang bisa di bilang istri pertama Lin Tian.
"Bagaimana kamu bisa ada disini? bukan kah alam langit dan dunia dewa telah di segel?" tanya Lin Tian setelah mereka melepaskan rindu bersama.
"Ceritanya panjang, bukan kah harusnya kamu memperkenalkan aku kepada wanita yang ada di belakang mu itu, suamiku" ucap Mu Xuanyin dengan senyum di wajahnya.
Entah kenapa saat Lin Tian melihat senyum Mu Xuanyin dia merasa agak kedinginan tapi dia berusaha untuk tenang.
Dia membawa Mu Xuanyin kedepan Bai Yu lalu memperkanalkan Bai Yu kepada Mu Xuanyin, begitu juga dengan yang lain.
Setelah itu Lin Tian membawa mereka ke halaman untuk berbicara bersama disana, iya meskipun Lin Tian agak merasa aneh tapi dia tetap tenang di meja itu.
Dia melihat Ke Sheng Chu'er yang terus memegang tangan Lan Jingyi dengan gemetar, lalu Lan Jingyi yang terlihat masih tenang duduk di tempatnya itu.
Lalu Mu Xuanyin yang juga terlihat tenang dan selalu tersenyum setelah membuka cadarnya disana, tapi di antara Mu Xuanyin, Lan Jingyi serta Sheng Chu'er Lin Tian melihat sebuah ilusi yang aneh.
Ada satu Phoenix, burung gagak serta Angsa di belakang ketiganya, bahkan itu membuat Lin Tian terus mengusap matanya tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Feng Yin apa yang terjadi?" tanya Lin Tian pelan kepada Feng Yin yang berdiri di belakangnya.
"Itu.... aku pun tidak tahu, mungkin sebuah perkenalan" jawab Feng Yin.
Mendengar jawaban Feng Yin, Lin Tian jadi tidak mengerti dia hanya menghela nafas berat, dia benar-benar tidak paham dengan situasi para wanita disini.
"Memang sangat sulit" ucap Lin Tian di dalam hatinya.
"Jadi saudari Mu kenapa kamu menggantung ke empat nya di gerbang istana?" tanya Dewi Elf yang masih bingung dengan apa yang telah di lakukan Mu Xuanyin terhadap Ke empat berandalan tersebut.
"Begini saudari ku..." Mu Xuanyin pun menjelaskan kenapa dia menggantungkan ke empatnya disana.
Tentu Saja Lin Tian yang diam tahu apa yang telah di perbuat oleh ke empat saudaranya itu tapi dia tahu tidak baik untuk berbicara duluan di antara wanita-wanita ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...