
"Aku tahu itu! tapi apa yang dapat kita lakukan? apakah kamu sadar siapa orang yang melakukannya? dari apa yang selama ini aku fikirkan dia adalah Sang pencipta!". dewa takdir dengan marah menatap Dewa kematian.
"Apa maksud mu Sang pencipta?".
Bai Wutian yang bingung langsug berdiri dan berbicara ingin mendapatkan jawaban dari Dewa takdir, Apa yang dikatakan dewa takdir sontak membuat semua penguasa dan keluarga Lin Tian yang berkumpul memandanginya dengan tajam.
Dewa takdir akhirnya menjelaskan sedikit tentang Sang Pencipta kepada mereka, awalnya dia tidak ingin memberitahu masalah ini karena takut akan membuat kondisi semangat mereka turun ke titik buta lagi. Tapi, dalam keadaan sekarang dia hanya dapat berbicara jujur tentang Sang pencipta.
Sang pencipta yang dia ketahui adalah satu-satunya orang yang mencapai Ranah Dewa kaisar, dan dia adalah orang yang mencipr seluruh makhluk yang ada di dunia ini. Dan dia memiliki keputusan terkahir dengan hidup dan mati seseorang, yang bahkan meskipun Lin Tian kaisar langit ingin orang itu hidup tapi jika Sang pencipta ingin orang itu mati, maka orang itu harus mati tidak peduli apapun ucapan Lin Tian.
Dan jika tebakannya benar, dulu orang yang memperlihatkan masa depan saat dewa kematian ingin menghancurkan dunia mereka kemungkinan adalah Sang pencipta. Karena, apa yang dilakukan oleh Dewa kematian sudah jauh di luar jalur takdir yang dibuat oleh Sang pencipta itu.
Karena dia tidak bisa keluar maka dari itu dia mengirim dewa takdir yang telah mendapatkan mata takdir untuk mencegah semua hal buruk terjadi. Jika dulu dewa takdir tidak menghalangi dewa kematian mungkin dewa kematian sudah menjadi Dewa kaisar, alasan yang dia buat mungkin kurang pasti.
Hanya, kemungkinan Sang Pencipta tidak ingin ada Dewa yang mencapai ranah dewa kaisar karena dapat membahayakan dirinya. Seperti Lin Tian sekarang, Sang Pencipta mengambil mata Lin Tian kemungkinan karena Lin Tian telah berada di luar jalur yang dia inginkan.
"Jadi maksud mu musuh sebenarnya kita adalah Sang pencipta?" tanya Lin Dong dengan gemetar.
"Tidak! musuh kita adalah monster perak, tapi untuk kaisar langit tentu musuh terbesarnya adalah Sang pencipta" jawab Dewa takdir.
"Kenapa?" tanya Bai Wutian.
"Karena Kaisar langit bisa menjadikan ini sebagai kesempatan tapi juga bisa menjadi kematian".
__ADS_1
"Apa yang di maksud kesempatan? lawan dari anakku adalah Sang pencipta, mana mungkin dia bisa menang?" ucap Ying Huanhuan dengan marah.
"Aku tidak tahu masalah itu, tapi yang jelas ini juga kesempatan bagi kaisar langit. Itu adalah sedikit yang ku lihat dari masa depan kaisar langit" jawab Dewa takdir dengan lemah.
Semuanya terdiam, meskipun dewa takdir mengatakan semua itu dengan serius tapi tetap saja tidak ada kemungkinan bagi Lin Tian untuk menang melawan Penciptanya sendiri. Sekarang, dewa takdir bilang itu juga kesempatan bagi Lin Tian, apakah ada yang salah dengan masa depan Lin Tian?. Bermacam-macam fikiran terisi di benak semua orang disana tapi dewa takdir tidak peduli, dia yakin meskipun Lin Tian jatuh sekarang, Lin Tian pasti bisa bangun dan mengalahkan semua takdir yang mengikatnya.
"Semua harapan ada padamu, jika kamu gagal, kehancuran kehidupan di zaman ini sudah di pastikan tidak akan ada yang selamat". Dewa takdir menghela nafas, dia hanya melihat kalau itu adalah kesempatan bagi Lin Tian. Tapi dia juga melihat kehancuran total yang terjadi kepada kehidupan di zaman ini.
......................
"Sial!". Singa perak dengan marah terbang ke arah planet perak yang mana itu adalah tempat dari Pria jubah biru berada.
Swisshh..
"Salam tuan" ucap singa perak sambil memberi hormat kepada Planet perak itu.
"Tuan, yakinlah! aku bisa membuat mereka semua ketakutan dan aku pasti membuat mereka menjadi makanan bagi suku kita! saat tuan berhasil membentuk tubuh, saat itu saya akan memberikan daging yang enak untuk tuan" ucap Singa perak dengan bersemangat.
Grrrrr...
"Baik, budak pamit pergi dulu" ucap Singa perak lalu menghilang dari hadapan planet perak itu.
Tidak lama sosok pria jubah biru muncul, pria itu menatap ke arah singa perak menghilang sebelum dia sedikit tidak senang dengan apa yang akan dilakukan oleh singa perak.
__ADS_1
"Apakah kamu yakin membiarkan dia pergi?" tanya Sosok jubah biru itu.
"Lalu apa? membiarkan dia pergi berarti membuat semua makhluk disana sadar kalau kita Makhluk tertinggi adalah tuan dari mereka semua. Saat itu, mereka semua harus patuh dan rela menjadi makanan bagi suku kita" jawab Planet perak itu yang berbicara secara tiba-tiba.
"Sepertinya kamu sudah bisa mengubah wujudmu bukan?" tanya Pria jubah biru.
"Tentu, berkat kamu dan beberapa makhluk bodoh itu" jawab planet perak yang perlahan mengecil dan semakin kecil.
Sesaat benda kecil itu bercahaya lalu berubah menjadi bentuk manusia dengan rambut hitam berdiri di samping Pria jubah biru tersebut. Tubuh pria itu dipenuhi olehcahaya hitam dengan pakaian mata hitam membuat dia terlihat seperti pria yang kejam dan tidak berperasaan.
"Huang De, tujuan kita adalah melepaskan takdir yang mengikat kita dan suku kita! kamu harusnya ingat" ucap Pria jubah biru dengan serius.
"Aku tahu itu Huang Sheng! tapi kamu harus ingat juga kalau suku kita hidup dengan memakan energi setiap makhluk yang ada, dan kita semua juga hanyalah alat bagi Sang pencipta untuk menghancurkan seluruh makhluk hidup yang dia ciptakan sendiri".
"Hm! Sang pencipta? aku tidak pernah menganggap dia sebagai ayah kita! jika dia adalah ayah atau orang yang menciptakan kita, seharusnya dia memperlakukan kita lebih baik tapi apa?" Huang Sheng dengan marah menata Huang De.
"Aku tahu itu, cara kita agar dapat terbebas dari ikatan ayah kita hanyalah menelan seluruh makhluk hidup yang ada lalu mencapai tingkat yang sama dengan ayah kita. dengan cara itu kita bisa melawan ayah dengan lebih mudah" ucap Huang De dengan santai tanpa sedikitpun ada rasa marah di hatinya.
"Kamu selalu tenang selama ini, aku berharap kamu dapat mencapai ranah itu dan membuat suku kita kembali dalam kejayaan" ucap Huang Sheng yang tidak lain adalah kaisar langit yang dulu.
"Hahaha, tentu saja! tapi aku tidak tahu apakah kamu masih merasakan sakit dengan kematian klon yang menjadi kaisar langit di alam apa? alam langit itu?" tanya Huang De.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...