
Di kening wanita cantik itu muncul simbol teratai es dengan bulan biru melingkari teratai tersebut. Tiba-tiba ranah wanita yang mulanya hanya di dewa penguasa tingkat rendah tahap puncak melonjak ke dewa penguasa tingkat menengah, tingkat tinggi, lalu mencapai tahap puncak dan terus menembus ke ranah setengah dewa kaisar tingkat rendah dan terus naik mencapai setengah dewa kaisar tingkat menengah tahap puncak.
Kekuatannya sekarang sama dengan kekuatan Bai Wutian, Lin Dong, dewa takdir dan juga naga kecil. Setelah itu, dari tangannya benang merah itu seperti mengarahkannya ke tempat Lin Tian karena dia telah menghilang dari dalam ruangan istana tersebut menuju ke tempat Lin Tian.
"Kekuatan ini?" wajah dewa takdir dan dua lainnya kaget saat merasakan kekuatan kuat yang tiba-tiba muncul dari dalam istana langit.
Di bawah mata banyak penguasa sosok dengan teratai biru serta di lapisi dengan gaun seperti salju muncul. Anehnya kecantikan wanita yang datang benar-benar telah membuat semua yang ada disana terpukau karena kecantikan wanita tersebut.
Keluarga Lin Tian yang melihat wanita tersebut ikut terpesona sebelum mereka sadar kalau wanita yang muncul adalah orang yang sangat mereka kenal. Lin Dong juga kaget melihat wanita yang muncul terlebih kekuatan wanita itu sama dengan kekuatan yang dimiliki oleh dia.
"Kalian ternyata masih hidup!" ucap wanita itu dengan suara dingin kepada Bai Wutian, naga kecil dan juga dewa takdir.
"Kamu....? bagaimana bisa?" ucap dewa takdir tidak percaya melihat wanita itu.
"Itu, kamu siapa?" tanya Naga kecil seperti tidak mengenal lagi sosok wanita di depannya.
"Apakah kita pernah bertemu?" tanya Bai Wutian yang juga bingung siapa wanita tersebut.
"Apakah dia berada disana?" tanya Wanita itu tidak peduli dengan pertanyaan mereka.
"Dia? maksudmu kakakku?" tanya naga kecil.
"Iya!"
"Dia berada di dalam sana, keadaannya sangat kritis! aku tidak tahu apakah dia bisa keluar dari ruang kacau itu atau tidak" jelas dewa takdir menatap wanita cantik tersebut.
"Begitu? kalian dewa kuno bahkan tidak bisa masuk ke dalam ruang ini?".
Suara dingin wanita dan hinaannya membuat ketiga dewa zaman kuno itu malu. Mereka menundukan kepala pertanda kalau memang mereka tidak bisa masuk ke dalam ruang tersebut, bahkan naga kecil juga sangat kesal dengan ketidakberdayaannya itu.
"Tapi aku juga harus berterima kasih kepada kalian! karena kalian, ingatanku telah kembali sepenuhnya" wanita itu melanjutkan kalimatnya kepada dewa takdir dan yang lainnya.
"Armor Phoenix es, pedang Phoenix es!" ucap wanita itu. Setelah ucapan keluar dari mulutnya, armor berwarna biru melapisi setiap bagian tubuhnya yang bagus tersebut. Dia bahkan terlihat lebih anggun dan cantik daripada sebelumnya, bahkan para penguasa pria sampai menjatuhkan air liur melihat wanita tersebut.
__ADS_1
"Pedang bulan menyatulah!".
Dari keningnya yang tergabung dari teratai dan bulan biru, muncul pedang roh yang berwarna biru juga. roh pedang itu menyatu seperti yang dikatakan oleh wanita itu langsung.
"Pedang bulan? kamu...kamu!" dewa takdir langsung mengetahui siapa wanita ini.
"Aku akan masuk!" ucap wanita itu.
Tanpa menunggu jawaban mereka, wanita itu langsung mencoba masuk kedalam robekan ruang di depannya tersebut.
"Tidak bisa! kami bahkan tidak bisa ma..."
Belum kata-kata dewa takdir selesai retakan muncul di lapisan luar ruang itu, setelah sedikit menyalurkan Energinya wanita itu berhasil masuk dengan sangat mudah di bawah tatapan kaget dewa takdir dan tiga lainnya.
Swishh....
Lin Tian yang sudah setengah sadar terus terbang menuju cahaya didepannya, sedangkan Dewa kaisar kematian dan dewa neraka sudah benar-benar tidak dapat menggerakkan lagi tubuh mereka akibat efek negatif terlalu banyak menelan Pill penyembuh dan pemulih energi.
"Sial! aku tidak akan mati disini, Xuanyin dan yang lainnya masih menungguku!" ucap Lin Tian keras kepala.
Saat dia akan menutup matanya, wanita cantik dengan armor berwarna seperti salju mendekat ke arahnya. Melihat wanita tersebut Lin Tian melemparkan keduanya ke arah wanita itu dengan tenaga terakhirnya.
"Selamatkan mereka dulu!" ucap Lin Tia. lemah. Dia tidak bisa melihat begitu jelas wanita itu karena jaraknya masih jauh jadi dia berfikir kalau mungkin dia adalah penyelamat yang di kirim oleh ayahnya atau dewa takdir.
"Hm?" Melihat Lin Tian yang melemparkan dua sosok kepadanya, wanita itu agak tidak dapat berkata apapun. Dia hanya mengangguk lalu sedikit melukai jarinya membuat segel di pedang Phoenix es.
Pedang itu berubah menjadi Phoenix es yang langsung membawa kedua pria tersebut keluar langsung dari ruang kacau yang telah membeku. Dan wanita itu pun terbang dengan cepat ke arah Lin Tian yang sudah akan kehilangan kesadaran.
"Kamu... Kenapa masih saja tidak berubah?" ucap wanita itu dengan lembut menangkap Lin Tian.
"Ternyata itu kamu! apakah ingatanmu telah kembali?" tanya Lin Tian lembut melihat wajah wanita yang cantik itu.
"Iya!".
__ADS_1
"Maafkan aku... maafkan aku yang tidak dapat melindungimu dulu" ucap Lin Tian dengan kesedihan saat mengingat apa yang terjadi saat itu. Tiba-tiba mata Lin Tian tidak bisa bertahan lagi dan dia langsung jatuh pingsan di pelukan wanita yang dia cintai itu.
"Aku tidak pernah menyalahkanmu. Apa yang aku lakukan itu murnia karena keinginanku sendiri" jawab wanita itu dengan suara penuh kasih sayang sambil mengusap wajah pucat Lin Tian.
Lin Tian tidak sadarkan diri di pelukannya, dia juga tahu pria yang dia cintai ini telah bekerja keras selama ini. Melihat kalau ruang yang membeku di sekitarnya mulai retak,dia tidak menunda lagi dengan sayap es di punggungnya dia terbang langsung ke jalan keluar dari ruang kacau itu.
Swisshh..
KRACKKK.. KRACKKK...
ARRRRRRR....
Sosok Phoenix es keluar dengan membawa dua pria yang tidak sadarkan diri dari sana, saat melihat salah satu pria yang telah jatuh di depan mereka mengubah wajah dewa takdir, Bai Wutian dan juga naga kecil. Sedangkan dewa kegelapan dengan para penguasa lainnya kaget melihat wajah pria satunya lagi yang juga mereka kenali tersebut.
"Dia masih hidup!" ucap naga kecil yang sekarang penuh dengan aura kebencian.
Swisshh...
"Mati untukku!" ucap naga kecil yang muncul di depan pria itu bersiap menusuk jantungnya dengan cakar naganya.
"Hentikan!" teriak dewa takdir dan Bai Wutian yang melihat tindakan naga kecil yang tiba-tiba telah mencapai dewa kaisar Kematian itu.
"Jangan mengacau!".
BOOMM..
"Agh!" naga kecil terlempar karena serangan dari wanita yang telah keluar dengan memeluk seorang pria di paelukannya itu.
"Kakak ipar kenapa?".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...