Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
250. Kekesalan Lin Tian dan Dewa takdir


__ADS_3

Meskipun masa lalu yang dia datangi benar-benar membuat dia merasakan rasa sakit kehilangan seseorang tapi dia tetap mencoba untuk tegas dan berdiri lagi. Karena disini ada banyak orang yang harus dia sayangi, serta dia harus melindungi seseorang yang saat itu rela mengorbankan nyawanya hanya untuk melindungi orang seperti dia.


"Aku akan menghilang dari dunia ini jadi aku harap kamu bisa memimpin zaman yang sekarang menuju dalam kedamaian, dan juga aku harap kamu bisa membuat orang keras kepala itu tunduk serta melepaskan semua kepercayaannya" ucap dewa takdir menatap Lin Tian dengan serius.


Lin Tian hanya bisa tersenyum saat melihat tatapan yang di arahkan dewa takdir itu, Dia mengeluarkan sesuatu dari cincinnya lalu melemparkan itu ke arah roh dewa takdir yang akan menghilang.


Perlahan-lahan tubuh roh dewa takdir yang tadi akan menghilang menjadi semakin nyata dan dalam beberapa saat saja dewa takdir merasakan kalau dia seperti telah hidup kembali.


"Ini? bagaimana bisa kamu menemukan hal ini? bahkan kamu membawanya ke masa ini?" tanya Dewa takdir kaget.


"Aku menemukannya juga secara kebetulan, tepatnya akupun baru-baru ini maksudnya saat perang besar di mulai baru tahu kegunaan buah itu. Itupun setelah aku membolak-balik seluruh perpustakaan kekaisaran malam" jawab Lin Tian, dia menemukan buah bernama Buah roh kehidupan yang berfungsi untuk menghidupkan kembali seseorang.


Maksudnya adalah selama orang itu masih memiliki secercah roh maka dengan hanya melemparkan buah itu ke tubuh roh tersebut akan membuat dia menyatu dan membentuk tubuh baru bagi orang itu.


"Kamu! kamu benar-benar telah mengubah terlalu banyak takdir nak!" ucap dewa takdir dengan wajah sedikit jelek.


"Hei.. Aku berlatih kultivasi selain untuk melindungi keluarga dan orang-orang yang aku sayang itu juga untuk melawan takdir yang kamu katakan! jika seorang kultivator bahkan tidak dapat melawan takdirnya maka lebih baik dia berhenti menjadi kultivator" jawab Lin Tian dengan tegas kepada dewa takdir.


Wajah dewa takdir agak tidak karuan tapi setelah beberapa saat dia menenangkan dirinya kembali. Hal ini benar-benar di luar dari apa yang dia lihat melalui takdirnya, tapi pemuda ini sekali lagi telah membuat dia semakin percaya kalau baik dia dan para kultivator lain hidup untuk melawan takdir mereka.


"Tapi meskipun aku telah hidup kembali aku tidak akan melakukan apapun, karena kamu tahu sendiri di zaman ini meskipun kekuatanku belum pulih tapi aku tidak bisa ikut campur" jelas dewa takdir.


"Aku tidak pernah ingin kamu ikut campur dengan urusan yang ada di zaman sekarang, tapi aku hanya berharap jika memang lawan kita memiliki kekuatan yang sama dengan di zaman kamu, kamu harus ikut campur untuk membantu kami" ucap Lin Tian dengan tegas.


"Bagus! aku berjanji, jika memang benar ada orang seperti itu di zaman ini aku pasti akan ikut campur bahkan mungkin dewa harimau dan juga Naga langit pasti akan turun tangan juga jadi kamu tidak perlu khawatir" tegas dewa takdir dengan pasti dan berjanji kepada Lin Tian.


"Baiklah, aku percaya dengan kamu! dan sekarang sudah saatnya aku memulai kembali pembersihan". ucap Lin Tian dengan senyum.

__ADS_1


"Pergilah! dan bawa roh bodoh ini dari sini, dia benar-benar membuat aku kesal!" ucap dewa takdir atau Mingyun saat melihat ke sebuah pohon dimana buahnya sudah hampir habis di makan oleh roh tersebut.


Lin Tian juga melihat Cerberus kecil yang tidur di pohon itu, dia merasa kalau roh ini tidak peduli dengan dirinya yang entah hidup dan mati dan itu terlihat dari betapa santainya orang itu tidur disana.


"Kamu hanya melihat satu saja, apakah kamu tidak tahu betapa sakitnya kepalaku saat aku bersama dengan suku batu?" ucap Lin Tian agak sedih memikirkan suku batu yang fikirannya di bawah standar orang biasa.


"Nak! aku tahu itu, karena dulu suku batu itu pernah datang kesini tapi karena aku sakit kepala dengan ocehannya disini aku melemparkan dia keluar dari sini" jawab Dewa takdir menghela nafas berat.


"Huf!" keduanya menghela nafas karena merasa kalau penderitaan mereka sedikit sama, Lin Tian tidak terus berbicara dia mengeluarkan api dewa naga dan meminta dia untuk membangunkan roh tersebut.


"Ah.. Mangga disini sungguh enak" ucap Cerberus kecil dengan memeluk sebuah buah sambil tertidur disana.


Api dewa naga tidak ragu lagi, dia dengan cepat mengirimkan apainya dan membakar ekor Cerberus kecil itu. Anehnya Cerberus itu masih tidak tahu kalau ekornya telah terbakar.


"Hm..? kenapa bau nya gosong? siapa yang memasak sampai gosong begini? Ais! ini sia-sia, sungguh sia-sia" ucap Cerberus kecil saat mencium aroma gosong.


"Huf..huf.. ekor cantikku" ucap Cerberus kecil dengan sedih melihat ekornya ya g hangus.


"Sial! siapa yang berani membakar Ekorku yang cantik ini?" ucap Cerberus kecil dengan marah.


"Aku!"


"Kau!" Cerberus kecil tida melanjutkan ucapannya saat melihat kalau yang berbicara tadi adalah Lin Tian.


"Oh sial!" ucap Cerberus dalam hatinya.


"Kenapa? ada masalah?" tanya Lin Tian dengan tatapan dingin.

__ADS_1


"Tentu tidak kaisar, tenang saja tidak ada masalah" jawab Cerberus kecil terburu-buru.


"Bagus! kalau begitu ayo ikut aku, kita kembali untuk melakukan sesuatu hal. Dan juga mereka telah lama menunggu kita di sana" ucap Lin Tian.


"Baik" jawab Cerberus kecil.


"Nak, waktu disini sungguh berbeda dengan di luar! meskipun kamu pergi seratus tahun tapi di luar kamu baru pergi tiga atau empat hari" ucap Dewa takdir dengan serius.


"Aku tahu, aku akan pergi dulu! dan setelah semua selesai aku akan datang lagi menemuimu" jawab Lin Tian.


"Iya, tapi ingat! rahasiakan tentang kembalinya diriku dari dunia luar, karena kita tidak tahu siapa sebenarnya musuh kita" ucap Dewa takdir mengingatkan Lin Tian.


Akhirnya Lin Tian pergi dari tempat dewa takdir, tapi karena dia telah menguasai hukum ruang dan waktu dia dapat kembali kesini sesuka hatinya. Karena itu sekarang dia benar-benar bebas untuk pergi kemana saja, tidak seperti sebelumnya yang memang bisa membuat dia bebas merobek ruang tapi dia tidak bisa langsung muncul di tempat yang dia inginkan.


"Hmm! anak ini mungkin bisa menjadi kaisar yang bertanggung jawab, entah kenapa setiap aku didekatnya membuatku ingin tunduk kepada dia" ucap Dewa takdir melihat ke tempat Lin Tian menghilang.


......................


"Hm? aura ini... hahahaha! akhirnya aku menemukan anda!" ucap sosok yang ditutupi oleh energi gelap dia sekitarnya itu.


"Panggilkan aku para panglima perang kita sekarang! ada yang harus aku bicarakan dengan mereka" ucap sosok itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2