Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
214. Hal Yang aneh


__ADS_3

"Hm, kalau begitu mari kita bertia berbicara sangat baik dengan suami kita setelah dia kembali, setidaknya aku ingin Pill kecantikan lagi atau Pill yang dapat membuat kita bisa subur" ucap Lan Jingyi setelah berfikir dengan jernih, memilah beberapa hal yang tidak di perlukan lalu menjadikannya sebagai keinginan pribadi dia sendiri.


Tapi itu tidak jauh berbeda dengan apa yang di fikirkan oleh Mu Xuanyin dan juga Sheng Chu'er, karena mereka berfikir sudah seharusnya suami mereka mengabulkan permintaan istri mereka sebagai kepala keluarga di rumah kecil mereka.


"Tapi kak, jika hanya kita bertiga saja pasti kita kalah" ucap Sheng Chu'er setelah dia memikirkan masalah yang mereka hadapi jika hanya mereka bertiga yang meminta hal itu kepada Lin Tian.


"Tenang saja, kita mempunyai bibi Mu(istri Mu Chen), bibi Lin (istri Lin Fang), nenek Sheng, nenek Ming lalu ada Mmmm dua bibi cantik kita! itu sudah cukup untuk membuat suami kita mengalah" jawab Mu Xuanyin memikirkan beberapa penolong untuk mereka.


Tiba-tiba ketiga wanita menjadi terlihat sangat bersemangat setelah memikirkan hal yang mereka rencanakan, bahkan beberapa pelayan dan penjaga yang tidak sengaja lewat merinding saat melihat senyum ketiga permaisuri mereka itu.


"Tidak tahu nasib apa yang akan terjadi setelah Kaisar kembali" fikir para pelayan dan penjaga tersebut.


......................


Huf... Kenapa aku merasa kalau di belakang punggungku ada tiga mata yang menatapku dengan mengerikan?" ucap Lin Tian yang terlihat berjalan di jalan setapak.


Jika dilihat dari kiri dan ke kanan, semuanya itu adalah lautan api yang sangat luas dan di dalam lautan api itu bisa di lihat berbagai macam makhluk atau manusia yang sedang di hukum dengan berbagai cara.


Lin Tian yang melihat semua itu menghela nafas, dia tahu semua itu adalah hasil dari apa yang mereka lakukan selama hidup dan dia sebagai kaisar langitpun tidak bisa ikut campur dengan masalah hukuman di neraka.


Karena hanya dengan adanya alam bawah serta neraka ini yang membuat keseimbangan di seluruh dunia yang ada, Lin Tian terus berjalan sambil terus mendengar berbagai teriakan menyedihkan dari dalam neraka itu.


"Aneh! kenapa aku merasa tidak ada tanda-tanda dari roh pelindung alam bawah disini?" fikir Lin Tian yang agak bingung.


Dia mencoba mencari selama satu hari disini tapi dia masih tidak menemukan apapun yang terkait dengan roh pelindung, tentu hal ini membuat dia cukup tertekan apalagi sejak dia turun dia benar-benar tidak dapat menemukan cara untuk naik lagi ke atas.

__ADS_1


"Apa dua patung batu itu berbohong kepadaku?" fikir Lin Tian lagi.


Tapi itu tidak mungkin setelah dia mempertimbangkan kalau dua patung batu itu adalah makhluk yang setia dan juga...


"Ah! sial, mereka pasti melupakan sesuatu bukan? aku adalah makhluk hidup dan mana mungkin makhluk hidup bisa keluar seperti roh disini" ucap Lin Tian yang menyadari kalau dia telah salah bertindak.


Dia adalah makhluk hidup dan disini ada prinsip yang tidak memperbolehkan siapapun untuk terbang meskipun dia adalah penguasa alam bawah sekalipun, dan jika tebakan dia benar hanya dewa neraka yang tahu cara keluar dari sini.


"Aku lupa kalau mereka sedikit lemah dalam berfikir dan mengingat" ucap Lin Tian agak mengeluh karena tidak memikirkan hal itu saat masih di atas.


Dia baru bisa mengeluh penuh kekesalan, dan dia menyalahkan Bai kecil yang terlalu rakus akan harta. Jika dia mempunyai token neraka yang di mainkan oleh Bai kecil maka mana mungkin dia akan dengan berani turun ke neraka.


"Ugh! nasibku memang sial kali ini karena kucing kecil itu" keluh Lin Tian sambil terus berjalan di jalan setapak yang hanya ada disana.


Dia tidak tahu kemana tujuannya tapi dia hanya bisa berharap kalau jalan setapak ini tidak akan membawanya ke dalam hal berbahaya yang ada di depan.


"Eh?"


Tiba-tiba Lin Tian berhenti di jalan saat dia melihat beberapa wanita yang terlihat tersenyum ke arahnya, hal yang membuat Lin Tian tercegang adalah semua wanita itu tidak menggunakan pakaian sama sekali.


"Sial! apa yang terjadi? apa-apaan ini? kenapa ada hal seperti itu disini? mungkinkah itu ilusi?" fikir Lin Tian, tapi saat dia mencoba melihat dengan jelas lagi hal yang ada di depannya tetap masih ada.


"Sayang, kemarilah" ucap para wanita itu mencoba menggoda Lin Tian.


Lin Tian hanya menelan ludah dan bersiap untuk berbalik kanan dari wanita-wanita yang tidak menggunakan apapun tersebut untuk menutupi tubuh mereka. Bukan Lin Tian tidak tergoda tapi dia yakin kalau mereka itu adalah roh yang digunakan untuk menjebak dia di neraka ini selamanya.

__ADS_1


"Sayang jangan lari" ucap para wanita itu yang mengetahui kalau Lin Tian akan pergi dari sana, jadi mereka langsung berjalan mengejar ke arah Lin Tian lari.


"Sial!" teriak Lin Tian berlari dengan cepat meninggalkan tempat itu.


Akhirnya Lin Tian benar-benar lari karena di kejar oleh wanita yang gila menangkap dirinya itu, dia benar-benar merasa hidupnya kali ini sangat menyedihkan.


"Ah! Bai kecil aku pasti akan membakar mu!" teriak Lin Tian sambil lari dari kejaran wanita-wanita itu.


Saat Lin Tian berlari, di belakang para wanita itu ada sepasang mata yang menatap Lin Tian dengan senyum di wajahnya.


"Hihi.." dua pasang mata itu tertawa sambil memberi perintah agar wanita-wanita itu mengejar Lin Tian terus.


Lin Tian terus kabur dari kejaran para wanita itu, tapi saat dia kabur entah kenapa dia merasa ada yang aneh dari semua wanita yang mengejarnya tersebut.


"Aneh? jika mereka adalah roh maka pasti mereka tidak akan bisa menyentuhku lalu kenapa aku lari? dan kenapa aku merasa ada orang di belakang wanita-wanita ini?" fikir Lin Tian yang masih terus lari takut dia di tangkap oleh wanita-wanita gila itu.


"Hm?" tiba-tiba Lin Tian sadar akan sesuatu setelah dia menggunakan mata kaisarnya, dia malah berhenti lalu berbalik berlari menuju para wanita itu dengan cepat.


Dan dalam sekejap dia sudah ada di depan semua wanita itu sebelum dia mengulurkan tangannya mencengkram sesuatu yang ada di belakang wanita-wanita itu dengan keras.


"Ah! kamu cabul!" ucap sosok yang lehernya di cengkram oleh Lin Tian, saat Lin Tian melihat itu adalah wanita cantik yang sama halnya dengan wanita lain tidak menggunakan apapun di tubuhnya.


"Berhenti melakukan hal tidak senonoh ini roh pelindung!" ucap Lin Tian kesal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2