Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
154. Rubah putih berekor sembilan


__ADS_3

"Aku tidak tertarik dengan tawaranmu! dan juga soal hancurnya alam angin atau bertahannya alam angin bukan lah urusanku" jawab Lin Tian menolak tanpa ragu.


Mendengar jawaban Lin Tian wanita tersebut mejadi tidak senang dengan sikap Lin Tian, dia awalnya merasa akan mudah untuk membujuk Lin Tian yang sekarang tidak berada di tiga alam kuat karena menurutnya Lin Tian berani itu murni karena dia mempunyai keluarga yang kuat.


Dan pasti akan ketakutan saat dia tidak berada disisi kaken dan neneknya tersebut, tapi dia salah ternyata sikap Lin Tian benar-benar sudah sombong dari awalnya yang membuat wanita itu kehabisan akal. Karena sejak dia datang dia telah mencoba berbagai cara bahkan beberapa hal untuk mencoba mengancam Lin Tian tapi semua gagal.


"Kaisar Kehancuran! kami telah bersikap Baik kepada mu bahkan menghormati mu jadi tolong terima tawaran kami, kalau tidak.." wajah pemuda itu menjadi menyeramkan dan menatap Lin Tian penuh permusuhan.


"Jika tidak apa?" tanya Lin Tian santai memandangi pria muda itu dengan acuh, hanya seekor semut di alam dewa surgawi berani berbicara seperti itu padanya, bukan kah itu sama mencari mati?.


"Jika tidak, mungkin alam mu ini akan hancur dan wanita di sisimu akan menjadi milik orang lain, jadi cobalah untuk berfikiran dengan Baik-baik" jawab pria itu dengan senyum jahat memandang tiga wanita di belakang Lin Tian.


BOOMM...


"Ugh!" pria muda itu tiba-tiba terhempas dengan keras ke dinding aula itu, dan saat semua yang ada disana melihat ada sembilan luka seperti di tusuk tepat di setiap sembilan luka pria muda itu, melihat hal tersebut wajah wanita muda itu berubah dan memandang Lin Tian.


Tapi dia salah satu hal, karena yang menyerang saudaranya itu bukan Lin Tian sebab Lin Tian juga kaget dengan apa yang terjadi di depannya, saat dia melihat ke belakang dia melihat Sheng Chu'er yang lembut telah berubah menjadi sangat dingin.


Di keningnya ada sembilan ekor dengan membentuk teratai yang di tengahnya ada api putih, dan di belakang Sheng Chu'er ada gambar monster yang mana itu adalah rubah berekor sembilan yang terlihat membuka matanya dengan malas.


Di setiap ekornya ada bercak bekas dari dari tusukan yang dia lakukan kepada pria muda tersebut, Mu Xuanyin dan juga Lan jingyi ikut kaget melihat penampilan Sheng Chu'er tersebut.


"Chu'er kamu!" Lin Tian menatap roh di belakang Sheng Chu'er dengan mata berbinar dan masih kaget dengan apa yang dia lihat.

__ADS_1


"Rubah putih berekor sembilan!" ucap tetua agung yang melihat semua di dalam aula dengan mudah.


Bahkan Ming Bi'er dan Bai Yu yang duduk di halaman juga melihat Sheng Chu'er dengan kaget, mereka bisa merasakan kalau roh rubah putih berekor sembilan ini lebih kuat dari mata takdir milik Sheng Chu'er sendiri sebelumnya.


Sheng Chu'er tersadar dan roh rubah yang ada di belakangnya itu pun menutup mata sebelum menghilang dari pandangan semua orang yang kaget itu.


"Kaisar kehancuran kenapa kamu menyerang saudaraku?" tanya Wanita muda yang tadi kaget setelah dia kembali normal lagi.


"Karena dia berani mengancam aku bahkan berani memiliki niat untuk istriku!" jawab Lin Tian tenang.


"Jaga bicaramu kaisar kehancuran! kalau bukan karena alam es dan elemen membantumu apakah kamu fikir kami takut dengan kamu!" ucap salah satu tetua yang marah melihat tuan muda mereka terluka.


"Oh! kalau begitu kalian bisa keluar dan jangan datang lagi ke alam ku, jika mau mari kita bertempur untuk merebut alam di antara kita, aku yakin jika meskipun aku gagal tapi masih banyak yang akan tertarik dengan alam kalian setelah dewa angin mati!" ucap Lin Tian masih acuh kepada alam angin.


Itu karena mereka telah melihat betapa setianya setiap makhluk yang ada di alam kehancuran ini kepada kaisar kehancuran, dan juga dari apa yang mereka lihat semua pasukan alam kehancuran ini tidak kalah dengan alam angin mereka soal dalam formasi tempur bahkan mungkin lebih kuat, karena itulah mereka hanya berani untuk menggertak Lin Tian dan tidak ada rencana untuk berperang.


"Anda! apakah kamu akan melihat salah satu bawahan kaisar langit yang setia mati begitu saja?" tanya wanita itu dengan putus asa.


"Nona Jufeng bahkan di mataku ayah mu itu tidak ada harganya untukku! dan juga alam mu bahkan tidak pernah ada dalam fikiran ku karena kalian terlalu lemah! bahkan kalian tidak berhasil menjaga satu mayat dari keluarga kalian!" jawab Lin Tian sambil mengejek wanita muda itu dengan tatapan jijik.


"Kamu!" wanita muda itu pun marah kepada Lin Tian karena ucapannya yang benar-benar membuat dia sakit hati.


empat tetua yang ikut bersama kedua anak dewa angin itu pun melepaskan aura mereka untuk mengancam Lin Tian tapi Lin Tian malah tidak mundur dan juga melepaskan auranya yang perkasa kepada ke empat orang yang masih berada di alam dewa penguasa tingkat menengah tahap awal itu.

__ADS_1


"Dewa penguasa tingkat rendah tahap puncak!" ucap ke empatnya serentak karena mereka kaget degan kekuatan Lin Tian.


Bahkan jika di bandingkan dengan tuan muda pertama mereka itu tidak ada apa-apanya, bahkan tuan muda pertama mereka bisa terluka oleh istri dari Lin Tian yang hanya berada di dewa surgawi tingkat tinggi tahap puncak.


"Bisakah kalian pergi sekarang? jangan berfikir aku akan membantu kalian begitu saja! dan juga bawa pria ini pergi, jika dia berani bertindak dan berfikir aneh-aneh kepada istriku maka aku tidak segan untuk membunuh satu lagi anak dewa angin!" ucap Lin Tian dengan nada yang sangat dingin.


Melihat bahwa mereka telah gagal dan tidak ada cara lain untuk mencoba membujuk Lin Tian membantu mereka, akhirnya dia membawa empat tetua dan saudaranya pergi dari aula itu untuk kembali ke alam angin.


BOOMM....


"Ugh!"


Tapi saat mereka sudah jauh dari istana kehancuran tepat dimana portal alam berada, suatu tekanan menghantam mereka dan membuat mereka bersama memuntahkan darah secara serentak. Sontak hal itu membuat kelimanya kaget tidak mengerti siapa yang berani menyerang mereka di alam kehancuran itu.


"Ini hanya peringatan! jika kalian berani berfikir yang aneh-aneh dengan menantuku maka aku sendiri yang akan menghancurkan alam angin!" ucap suara wanita di langit itu dengan sangat dingin kepada mereka.


"Suara ini dan tekanan ini sudah melebihi dewa penguasa tingkat tinggi tahap puncak!" ucap salah satu tetua itu dengan ngeri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2