Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
199. Jebakan


__ADS_3

Lin Tian dan Tuan muda angin pun terlihat mundur menjauh dari tempat mereka beradu kekuatan itu, Lin Tian juga terlihat agak tertekan karena meskipun dia bisa menyaingi tuan muda angin tapi dia masih tidak memiliki cara untuk mengalahkannya sekarang.


Karena Dari segi kekuatan baik dia dan tuan muda alam angin benar-benar memiliki tingkatan kekuatan yang sama sejak dia memakai armor kaisar dan juga menggabungkan delapan elemennya menjadi satu.


"Kenapa? padahal aku sudah menggunakan teknik terkuatku untuk mencoba menjadikan dia boneka tapi" wajah tuan muda angin juga benar-benar tidak enak untuk di lihat sekarang, padahal dia berfikir kalau dia bisa mengalahkan Lin Tian meskipun sedang menggunakan armor kaisarnya tapi yang tidak dia sangka adalah bahkan setelah dia mencoba yang terbaik tetap tidak membuat Lin Tian terluka parah.


"Apakah aku harus menunggu sampai dia melepas armor kaisarnya? itu tidak mungkin! meskipun nanti dia tidak memiliki armor kaisar lagi tapi masih ada kaisar harimau dan orang-orang itu, dan saat mereka selesai dengan si bodoh itu maka aku tidak akak dapat melawan mereka semua lagi" fikir tuan muda alam angin dengan serius.


Lin Tian kembali menghilang dari tempatnya lalu muncul di hadapan tuan muda angin dengan tombak mengarah ke jantung tuan muda angin.


BOOMM...


BOOMM...


Di sisi lain Bai kecil sudah hampir sampai ke depan wajah monster raksasa itu, dengan jarak yang sudah cukup dekat Bai kecil langsung berubah ke wujud Harimau bersayap hitam yang sangat besar juga dan menggunkan teknik angin hitam untuk menembus kenarah dahi dimana jenderal Dong berada.


ROAARR..


BOOMM...


Dahi itu tertembus dan Bai kecil muncul di belakang monster darah itu dengan di mulutnya ada jenderal Dong yang sudah dalam keadaan hidup dan mati. Tapi monster raksasa itu tidak tumbang dan masih bergerak, hanya gerakannya telah mulai melemah tidak sekuat sebelumnya karena hal itu Lin Guang dan tetua dari sekte elemen langsung menggunakan elemen api terkuat mereka untuk membakar monster itu.


Setelah itu, Mu Jing'er bersama tetua alam es juga menggunakan teknik es yang membuat monster itu menjadi patung es, barulah semua tetua dan jenderal lainnya menyerang dan menghancurkan berkeping-keping monster raksasa darah itu agar dia tidak bisa merasuki atau beregenerasi kembali.


"Huf, akhirnya selesai" ucap Lin Guang yang terlihat agak kelelahan.


"Tulang tua ku masih kuat ternyata, hahaha" ucap jenderal Nan Mo dengan tawa senang.


Swiss..


Bai kecil muncul kembali dalam wujud manusianya, di tangannya ada jenderal Dong yang terlihat sudah sekarang. Bai kecil melemparkan pria itu ke tengah di antara mereka semua yang baru saja mengambil nafas.

__ADS_1


"Apa yang harus kita lakukan dengan dia?" tanya jenderal Nan Mo.


"Orang ini adalah pengkhianat alam langit, dia juga orang yang sangat ku benci karena mengambil tubuh anakku dan menjadikannya percobaannya" ucap dewa angin dengan penuh kebencian menatap jenderal Dong.


Saat itu dia berfikir orang bertopeng itu adalah orang misterius yang membunuh kaisar langit dulu, jadi karena itulah dia tidak sampai berfikir kalau salah satu jenderal negeri langit akan terlibat dalam hal seperti ini.


"Hahaha, ini semua adalah perbuatan ku! tapi kalian masih tetap belum tahu siapa sebenarnya musuh alami alam langit kita ini" ucap jenderal Dong yang sudah sadar dan mencoba berbicara.


"Apa maksud mu?" tanya Bai kecil dengan wajah bingung.


"Aku hanya akan mengatakannya kepada kaisar langit, meskipun aku penuh dengan dosa tapi setidaknya aku melakukan ini juga untuk alam langit dan biarkan aku menjadi seorang jenderal untuk terakhir kalinya" ucap jenderal Dong dengan senyum di wajahnya.


Saat semua orang disana melihat jenderal Dong yang bahkan tidak ada penyesalan setelah apa yang dia lakukan selama ini telah membuat orang-orang itu menjadi sedikit marah tapi karena dia ingin bicara dengan Lin Tian maka mereka menahan niat untuk membunuhnya sekarang.


"Musuh sebenarnya? bukankah itu adalah kamu! kau juga yang telah menjebak ku dulu bukan?" ucap Bai kecil dengan bingung bercampur emosi.


"Aku? aku tidak pernah menjebakmu kaisar harimau, bahkan aku tidak akan berani untuk melawan alam binatang suci dengan kekuatanku dan keluarga Dong! Harusnya jika aku benar dia adalah orang yang bekerja sama dengan diriku dulu tapi aku bahkan tidak tahu siapa dia" jelas jenderal Dong.


"Jadi ada orang lain yang terlibat?" wajah dewa angin bahkan lebih luar biasa, dia tidak menyangka kalau pria ini bukanlah dalang dari semua yang terjadi dulu di alam langit.


Swissh..


BOOMM..


"Hm?"


Semuanya langsung melihat ke arah Lin Tian yang bertempur dengan tuan muda alam angin, mereka melihat kalau Lin Tian terlempar jauh karena pukulan keras dari tuan muda alam angin. Karena itulah Sheng Mi dan Sheng Ming langsung menyerang tuan muda alam angin bersama untuk membantu Lin Tian.


"Kalian pergi!" teriak tuan muda alam angin mengusir dua wanita itu dengan kekuatan sapuan tangannya.


"Ugh!" kedua wanita terlempar d,engan muntah darah setelah mereka berdua membentur tanah dengan keras.

__ADS_1


"Bibi, kalian tidak apa-apa?" tanya Mu Jing'er.


Kedua wanita itu menggelengkan kepalanya, mereka tidak apa-apa tapi kekuatan mereka belum pulih jadi sangat sulit untuk membantu Lin Tian sekarang. Tentu bukan hanya mereka berdua tapi yang lain juga merasakan hal sama dengan keduanya, mereka benar-benar tidak dapat melawan tuan muda alam angin dalam keadaan mereka yang sekarang.


Swishh..


"Kakak?" ucap Bai kecil yang langsung muncul di samping Lin Tian.


Lin Tian yang baru keluar dari reruntuhan tanah itu mengangguk ke arah Bai kecil dengan keadaan dirinya masih tenang, Bai kecil dan Lin Tian saling mengangguk lalu keduanya menyerang tuan muda alam angin secara bersaman.


"Tetap percuma!" teriak tuan muda alam angin yang melihat keduanya menyerang secara bersamaan.


BOOMM..


BOOMM..


"Kekuatan orang ini masih belum berkurang, kakak kita harus bisa untuk menyelesiakan dia dengan cepar!" ucap Bai kecil yang hanya dapat di dengar oleh mereka berdua.


Lin Tian mengangguk setuju dia langsung mengayunkan tombaknya ke arah tuan muda alam angin tapi saat keduanya tengah menyerang lagi, tiba-tiba tuan muda alam angin tersenyum.


"Mati!" teriak tuan muda alam angin melemparkan sesuatu ke arah keduanya.


"Gawat!" ucap Bai kecil dan Lin Tian serentak. Lubang hitam aneh langsung muncul di depan mereka berdua yang berusaha mengisap mereka berdua masuk ke dalamnya.


"Sial! kita di jebak!" ucap Bai kecil dengan kesal.


BOOMM..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2