Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
237. Mingyun dewa takdir


__ADS_3

Roh alam bawah memandang Lin Tian dengan wajah penasaran, dia yakin kalau Lin Tian mengetahui sesuatu tentang orang bernama Mingyun tersebut.


Lin Tian tidak memperhatikan tatapan dari roh bodoh tersebut, karena dia masih menatap kuburan itu dengan kebingungan sebab Bai Wutian sebelumnya pernah mengatakan tentang nama Mingyun itu.


Tapi dalam fikirannya orang ini telah mati di saat berperang, jadi bagaimana bisa ada kuburan dengan pedangnya disini? bukankah ini benar-benar sesuatu yang mencurigakan? banyak pertanyaan yang mengisi seluruh otaknya itu.


Tanpa disadari Lin Tian suhu disana menjadi semakin dingin, dan ada hawa yang sedikit mencekam di sekitar puncak itu bahkan roh alam bawah tidak dapat merasakan sedikitpun perubahan yang terjadi tersebut.


"Nak! Sepertinya kamu adalah pemimpin baru para dewa, tidak kusangka bisa melihat seorang pria muda berbakat sepertimu disaat terakhir dalam hidupku!".


Suara tua dan juga penuh dengan kewibawaan terdengar di atas puncak tersebut, Lin Tian seketika menjadi waspada dan mencoba memeriksa sekitarnya. Bahkan roh alam bawah juga mengeluarkan aura api neraka dan bersiap juga untuk berubah ke wujud aslinya.


"Jangan takut nak, aku hanya orang tua yang ingin berbicara dengan kamu! sudah ratusan tidak mungkin milyaran juta tahun sejak ada yang datang kesini" ucap suara itu, perlahan puncak itu bergetar dan Lin Tian seperti terisolasi di sebuah ruang yang aneh.


Perlahan sosok berpakaian putih dan hitam muncul di depan Lin Tian, karena secara tiba-tiba roh alam bawah menghilang disisi Lin Tian yang membuat dia baru ingat kalau sebelumnya ada roh alam bawah bersamanya.


"Huf.. sepertinya aku akan bebas untuk sementara waktu" ucap Lin Tian saat melihat tidak ada roh alam bawah atau Cerberus bersamanya.


Lin Tian kembali menatap sosok hitam dan putih di depannya itu dengan tatapan serius, terlihat wajah pria itu berumus sekitar empat puluh tahun dan ada janggut serta kumis panjang di wajahnya tersebut.


Tapi bagaimanapun Lin Tian melihat pria paruh baya ini cukup tampan, dan apa yang membuat Lin Tian benar-benar kagum adalah dua pasang sayap hitam dan putih yang ada di punggung pria paruh baya tersebut.


"Apa yang ingin anda bicarakan denganku senior?" tanya Lin Tian dengan tenang.

__ADS_1


"Hahaha, aku hanya ingin tahu siapa kamu? dan kenapa aku merasakan kalau ada tiga Qi yang berbeda ada di dalam tubuhmu. Juga, kenapa kamu memiliki tombak langit?" ucap pria itu yang langsung mengatakan tujuannya ingin berbicara dengan Lin Tian.


Lin Tian kegat dengan ucapan pria tersebut, dia memang memiliki tiga energi berbeda di dalam tubuhnya yaitu energi kaisar, energi ruang, dan energi bumi lalu ada energi dewa Penguasa yang menjadi umum di alam langit. Di tambah dengan tombak langit yang benar-benar membuat Lin Tian bingung, jika tebakannya benar maka maksud dari pria paruh baya ini adalah tombak kaisarnya.


"Jangan terpana begitu, aku ini hanyalah sedikit sisa roh yang masih ada di dalam pedang ini dan saat aku memperlihatkan wujudku ini padamu maka tidak akan lama sebelum aku menghilang dari dunia ini" ucap pria paruh baya tersebut yang sepertinya sudah menebak apa yang ada di fikiran Lin Tian.


"Maafkan kelancangan saya senior, siapa Anda dan kenapa anda di kuburkan disini?" tanya Lin Tian.


"Aku? Aku adalah Mingyun, kalau tidak salah aku juga di panggil sebagai dewa takdir oleh orang-orang dulu semasa aku hidup" ucap Mingyun dengan senyum lebar di wajahnya mengingat masa-masa saat dia masih hidup dulu.


"Apa? kamu bukannya mati saat mengorbankan hidupmu melawan dewa yang ingin menghancurkan dunia saat itu?" tanya Lin Tian bingung.


"Menghancurkan? mati? hahaha, dari siapa kamu tahu itu?" tanya Mingyun


Lin Tian yang benar-benar bingung langsung menceritakan semua yang dikatakan oleh Bai Wutian kepadanya, saat Mingyun mendengarnya wajah pria itu semakin serius dan bertahap auranya semakin kuat.


"Aku tidak menyangka kalau orang itu masih hidup, tapi aku juga bersyukur dia masih hidup karena dengan begitu aku bisa pergi dengan tenang" ucap Mingyun dengan senyum indah di wajahnya setelah memikirkan kalau hal itu tidaklah buruk baginya.


"Senior, apa yang terjadi dulu dan kenapa kamu malah mati disini?" tanya Lin Tian serius.


"Saat itu aku belum mati, cuman tubuhku perlahan menghilang di depan mata roh leluhur itu dan kembali kesini. Alasannya hanya karena aku adalah orang malas dan bodoh yang percaya akan takdir" jawab Mingyun.


"Lalu? apakah kamu masih percaya takdir?" tanya Lin Tian dengan penasaran.

__ADS_1


"Hahaha, tentu saja setelah aku berada disini setiap hari, setiap Minggu, setiap tahun dan bahkan sampai milyaran tahun berikutnya aku selalu memikirkan hal tersebut. Bahkan saat dunia, dan terciptanya alam aku selalu berfikir apakah takdir itu benar-benar tidak bisa di ubah? dan kami tahu apa yang aku dapatkan?".


Lin Tian menggelengkan kepalanya pertanda dia tidak tahu apa yang didapat oleh Mingyun, Mingyun tersenyum melihat Lin Tian yang tidak tahu apa-apa dan penuh rasa penasaran. Dulu dia sama seperti Lin Tian yang terlihat muda dan juga bersemangat ingin melawan takdirnya, sayangnya dia tidak dapat mengubah takdir yang ada padanya dan mati disini.


"Aku percaya kalau takdir itu bisa di ubah selama orang itu berjuang dan bekerja keras dalam impian mereka" lanjut Mingyun menatap Lin Tian.


"Hanya itu?" tanya Lin Tian heran menatap Mingyun.


"Iya hanya itu, takdir sesuatu yang telah ada sejak kita lahir tapi jika kita bekerja keras dan berjuang maka mungkin untuk mengubah takdir" jelas Mingyun.


Lin Tian sedikit tersenyum memandang Mingyun, perlahan dia tertawa disana tanpa sebab yang jelas. Melihat Lin Tian tertawa membuat Mingyun agak aneh dan tidak mengerti dengan sikap Lin Tian itu.


"Maaf senior, aku tertawa lepas. Sebenarnya aku tertawa karena ucapanmu yang terlihat murahan bagiku" ucap Lin Tian.


"Apa maksudmu nak?" tanya Mingyun yang terlihat tidak marah meskipun dihina oleh Lin Tian.


Lin Tian menjelaskan kalau sebenarnya memang takdir kita telah di tetapkan, tapi bukan berarti takdir itu dapat di ubah dengan kerja keras. Sebenarnya setiap makhluk hidup bisa memilih takdir mereka sendiri, seperti ingin menjadi jahat atau baik lalu menjadi pecundang atau jenius.


Semuanya itu bukanlah tergantung kerja keras kita, iya itu termasuk tapi sebenarnya hati kitalah yang harus menentukan kemana arah dan tujuan yang kira inginkan, selama kita telah memiliki tujuan maka apapun halangannya pasti tidak akan jadi masalah.


"Hahahaha!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2