
Wajah Dewi bunga langsung kaget mendengar itu, puluhan juta tahun? hampir setengah dari anggur itu?.
Walau dia tidak rugi tapi bagaimana pun itu adalah anggur puluhan juta tahun apalagi hanya di alam bunga lah anggur itu di buat, jika di jual ke seluruh alam maka harganya mungkin sampai selangit.
"Bagaimana bisa hilang?" tanya Dewi bunga dengan tak percaya.
Si peri lalu menceritakan bagaimana dia bisa menemukan anggur itu hilang, hal itu terjadi pagi tadi saat dia akan mengambil pulujan anggur untuk di kirim ke toko dagang untuk di jual, sambil dia menghitung anggur yang ada di gudang.
Tapi saat dia menghitung dia merasa kalau anggur itu banyak yang kurang lalu dia pun mulai menghitung kembali anggur tersebut, sayang nya setelah beberapa kali menghitung tetap anggur tersebut kurang dan lebih sedikit dari tahun kemarin saat dia menghitung.
Mendengar hal itu wajah Dewi bunga kesal, dia tiba-tiba ingat akan sesuatu hal yang terjadi sebelum Bai kecil pergi untuk ke alam kehidupan.
"Sayang! aku ingin jalan-jalan sebentar di istana sendirian, boleh?" tanya Bai kecil.
"Iya! kamu boleh pergi kemanapun" balas Dewi bunga degan senyum manis.
Lalu Bai kecil dengan bahagia pergi berjalan-jalan di sekitaran istana bunga dan dia pun kembali sudah sore harinya saat itu.
Tapi saat itu Dewi bunga tidak ada curiga sedikitpun kalau Bai kecil telah melakukan sesuatu, hanya dia melihat wajah Bai kecil sangat bahagia dan tersu tersenyum kepadanya.
"Bagus...bagus... suamiku awas saja jika kamu kembali aku pastikan akan menghukum mu!" ucap Dewi bunga dengan suara kesal.
Ternyata tingkah berandalan Bai kecil masih belum hilang hal itu membuat dia benar-benar harus mendidik dengan Baik suaminya itu.
Melihat wajah marah Dewi bunga sang peri kecil itu hanya merasa kasihan kepada Bai kecil yang malang, dia yakin kalau setelah kaisar harimau kembali hari-hati bahagia nya akan hilang saat itu juga.
......................
Swishh....!
"Kenapa tidak ada?" ucap Lin Tian semakin resah, dia tidak menemukan sedikitpun jejak keberadaan Sheng Chu'er.
Bahkan setelah dia telah mencoba menggunakan kompas yang di berikan Sheng Ju tetap saja gagal untuk menemukan wanita itu.
"Apakah mereka telah naik ke alam ketujuh?" fikir Lin Tian.
Tapi itu langsung di tepis oleh Lin Tian karena menurutnya tidak mungkin kalau mereka berada di alam ketujuh, jika pria itu ingin melakukan rencana nya maka hanya alam ke enam tempat yang bagus.
__ADS_1
Itu karena kebanyakan jenius pasti sudah berada di alam ketujuh apalagi itu adalah batasan dari mereka semua, dan hanya alam ke enam yang nanti nya akan kosong dan mempermudah mereka melakukan aksinya.
"Sial!' ucap Lin Tian ynag sedang kesal.
Dia tidak peduli apa harus menemukan Sheng Chu'er, kalau tidak itu akan menjadi rasa penyesalan dalam hati kecilnya jika terjadi sesuatu kepada wanita itu.
Swish...
Hampir dua Minggu berlalu Lin Tian tetap tidak menemukan jejak Sheng Chu'er dimanapun, dia menjadi lebih khawatir dari sebelumnya karena takut sesuatu terjadi kepada nya.
"Dimana kamu Sheng Chu'er!" teriak Lin Tian ke langit.
Di suatu tempat yang berada di daerah es alam ke enam...
BOOMM...
"Ugh!" seorang wanita di penuhi luka sedang berjuang berdiri melawan serangan banyak dari satu kelompok pria.
"Hahaha.. Chu'er menyerahlah! dan kamu tidak akan merasakan sakit lagi" ucap pria itu dengan tertawa bahagia.
Jelas kalau dia telah terluka akibat serangan gabungan dari orang-orang yang ada di depan mereka ini, saat dia sedang sendirian berpisah dengan yang lain tiba-tiba kelompok ini menyerang dia.
Semuanya bukan karena dia lemah tapi karena lawan nya berada pada tingkat yang sama dengan dia yang membuat dia kelelahan.
"Hahaha.. kami hanya perlu membawa mu ke hadapan tuan muda lalu kamu akan menjadi pemuas tuan muda kami sebelum dinikmati oleh Kami semua" ucap Pria itu tanpa rasa takut.
"Iya! dan alam kehidupan pasti tidak akan tahu apa yang kami lakukan, apalagi kalau kami membunuh mu disini jadi siapa yang akan tahu?" tambah yang lain sambil tertawa keras disana.
Mendengar hal itu Sheng Chu'er marah, dia lalu menggunakan mata roh nya atau mata takdirnya untuk melawan semua orang disana tapi..
"Kenapa? kenapa tiba-tiba mataku?" Sheng Chu'er tiba-tiba merasakan ada yang aneh dengan matanya.
Perlahan cahaya matanya mulai menghilang, dan awalnya dia dapat melihat semua orang disana tapi sekarang dia benar-benar tidak dapat melihat orang-orang itu.
"Hahaha! lihatlah, sekarang efek obatnya telah bekerja!" ucap pria tersebut dengan tertawa gila.
"Oi! saudaraku? apa yang kamu lakukan? menggunakan obat itu bukan kah harus nya nanti? jika begini tuan muda akan marah" ucap yang lain melihat apanyang di lakukan oleh pria di depan mereka.
__ADS_1
"Hehehe.. tenang saja, tuan muda tidak akan tahu katakan saja wanita ini mati bunuh diri sebelum kita menggunakan obat nya" jelas pria itu dengan senyum jahat.
Mendengar apa yang di katakan pria di depan mereka, semuanya terdiam karena awalnya mereka hanya berniat menangkap Sheng Chu'er dan langsung membawanya ke hadapan tuan muda.
"Apa kalian tidak penasaran rasa wanita ini? jika itu sudah berada di tangan tuan pasti akan banyak lecet nya" goda pria tersebut.
Yangnlain pada akhirnya tergoda saat melihat tubuh mulus dan juga cantik Sheng Chu'er, niat jahat pun benar-benar telah merasuki mereka semua saat itu juga.
Di atas tebing itu Sheng Chu'er yang tidak dapat melihat gemetar ketakutan, dia terus mengayunkan pedang nya ke segala arah agar menghalangi orang-orang itu mendekat.
"Jangan mendekat! jangan sentuh aku!" teriak Sheng Chu'er yang tidak seperti biasanya.
Dia pernah mengalami hal ini dulu waktu kecil, orang-orang menjauhi dia, orang-orang meledek nya bahkan ada beberapa yang membenci dia lalu membuli nya dengan kejam.
Hal itu meskipun sudah lama tapi masih terbayang dalam fikiran Sheng Chu'er apalagi saat itu para pria lah yang melakukan banyak hal yang buruk kepada nya membuat dia takut saat di sentuh pria yang tidak dia kenal.
"Hahaha.... Dewi yang cantik dari alam kehidupan bisa setakut itu, ayo kemari biarkan kami menikmati tubuh mu" ucap Pria tersebut perlahan mendekati Sheng Chu'er.
"Jangan mendekat...! jangan mendekat" ucap Sheng Chu'er penuh dengan ketakutan.
Tapi...
crackkk..
BAAMMM...
Tiba-tiba tanah di sekitar Sheng Chu'er runtuh yang membuat Sheng Chu'er langsung jatuh.
"Tidak!" teriak Sheng Chu'er ketakutan.
"Chu'er!" teriak sosok yang tiba-tiba dengan cepat melompat berusaha menangkap Sheng Chu'er.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1