Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
52. Wanita Bermata Putih Sheng Chu'er


__ADS_3

"Haa.. lihat lah kenapa kalian tidak puas?" ucap Sheng Qiu tak berdaya.


"Itu karena dia bukan berasal dari alam kita!" ucap salah pria disana.


Sedangkan para pemimpin lain hanya menatap mereka dengan senyum, membiarkan mereka melakukan apa yang ingin mereka katakan.


Tentu mereka juga tidak ingin Lin Tian yang memimpin karena mereka tidak yakin dengan pria tersebut.


"Bagaimana dengan ini, kalian melawan cucu kecil ku jika kalian menang maka aku akan membiarkan kalian melakukan apa yang kalian mau" ucap Sheng Qiu sambil tersenyum.


Lin Tian yang mendengar perkataan kakek nya itu terdiam, dia jelas telah digunakan untuk mengajari pria dan wanita ini untuk tidak bersikap sombong.


Hal ini membuat nya sedikit menyesal ikut kesini, menurut Lin Tian pria dan wanita muda ini jelas bukan lawan nya karena dia bahkan bisa melawan dewa penguasa tingkat rendah dalam keadaan normal.


Apalagi mereka yang terlihat Kuta tapi kurang dalam pertempuran nyata, bagi Lin Tian itu adalah hal mudah mengalahkan mereka.


"Kakek, aku sepertinya lebih suka berjalan sendiri" ucap Lin Tian.


"Oh! begitukah? sayang sekali sepertinya cucu ku meremehkan kalian" ucap Sheng Qiu mengubah kata-katanya dengan wajah sedih.


Seketika pria dan wanita itu melihat ke arah Lin Tian dengan tatapan panas dan marah, jelas mereka terprovokasi oleh kata-kata Lin Tian.


"Oh, bibi-bibi ku yang cantik kenapa kakek bisa berkata seperti itu?" ucap Lin Tian ke arah Sheng Ming dan Sheng Mi.


Sheng Ming dan Sheng Mi hanya mengangkat bahu mereka berpura-pura tidak tahu, Lin Tian juga melihat ke arah nenek nya tapi nenek nya malah terlihat sedang tidur dengan wajah cantik nya.


"Nasibku" ucap Lin Tian dengan sedih.


"Hei! bagaimana jika kita bertarung? jangan meremehkan kami!" ucap salah satu pria disana.


"Iya! kamu belum tentu bisa mengalahkan kami hanya seorang yang berasal dari alam es!" ucap yang lain.


"Haa...! apa bedanya setiap alam? mereka mempunyai kelebihan sendiri bukan? kenapa kalian terlihat menghina begitu?" ucap Lin Tian dengan tak berdaya.

__ADS_1


"Cih! ayo turun, lawan aku!" ucap salah satu pria di dewa surgawi tingkat menengah.


Melihat pria itu Lin Tian merasa aneh apa mereka tidak tahu kekuatan dirinya? tapi dia baru sadar kalau dia sedang memakai topeng pengubah wajah yang dapat menyembunyikan kekuatan aslinya.


Dan itu juga sudah dia oerkuat dari sebelum nya, jadi wajar mereka tidak mengetahui hal itu.


"Jika hanya kamu mungkin tidak baik" ucap Lin Tian santai.


Dia tidak punya pilihan lain tapi dia yakin juga kalau nenek dan kakek melakukan hal ini murni untuk kebaikan nya jadi dia tidak menolak.


Memang di manapun Lin Tian berada hanya kekuatan yang dapat membuat orang lain yakin, itu sama dengan alam langit yang penuh dengan misteri ini.


"Kamu bilang aku lemah? jangan sombong" ucap pria itu mengeluarkan aura kehidupan nya.


Lalu aura kehidupan pria itu membentuk pedang putih yang besar di belakang punggung pria tersebut, melihat pedang kehidupan itu ada senyum di wajah para tetua disana.


Mereka semua berasal dari keluarga Sheng, karena memang biasanya memang keluarga mereka lah yang akan jadi pemimpin dari keluarga lainnya.


Jadi orang-orang yang tidak menyukai Lin Tian tentu berasal dari keluarga nenek nya sendiri, Sheng Qiu melihat pedang itu tersenyum puas mengangguk.


Bintang terbanyak adalah sembilan, untuk bentuk pedang tapi tidak untuk bentuk seperti binatang atau monster.


Itu hanya berfungsi untuk mengukur bentuk yang terbuat dari senjata jadi hal itu lah yang membuat perbedaannya juga.


"Walau hanay lima bintang tapi itu cukup mengalahkan mu!" ucap pria tersebut sambil tersenyum puas.


Melihat kepuasaan diri pria di depan aula itu Sheng Qiu menghela nafas, memang kebanyakan pria dan wanita muda di keluarga atau clan nya terlalu sombong itu karena mereka belum melihat dunia luar.


Mereka tak seperti Lin Tian yang telah bertarung dengan berbagai musuh kuat, jadi maka dari itu lah pengalaman mereka kurang dalam hal menilai seseorang teman maupun musuh.


"Oh! apakah begitu sulit untuk membuat roh senjata bintang lima?" ucap Lin Tian aneh.


Mendengar bagaimana Lin Tian berbicara semua tetua disana merasa agak marah, senjata bintang lima tentu itu cukup sulit dan telah termasuk ke dalam orang jenius di keluarga mereka.

__ADS_1


Tapi Lin Tian berkata apakah itu terlalu sulit? apakah menurutnya itu mudah untuk muncul senjata bintang lima seperti itu.


"hahahaha orang yang tidak tahu seperti mu itu lebih baik tidak usah banyak bicara, maju atau tidak?" ucap pria tersebut.


Lin Tian masih diam memandangi pria itu untuk beberapa saat, dia lalu mengangguk seperti telah memutuskan dia hanya mengangkat satu jari telunjuk nya.


Lalu perlahan energi kehidupan keluar dari jarinya itu membentuk sebuah pedang, pedang itu tidak sama dengan pria tersebut.


Dia memiliki ukiran naga dan berwarna putih serta terlihat sangat tajam, dan di pegangan pedang nya itu ada enam bintang yang muncul.


Seketika wajah semua orang disana merasa kaku tak percaya, enam bintang? bukan kah pria ini juga jenius? tapi bagaimana orang yang bukan dari keluarga mereka bisa membuat roh kehidupan.


"Jangan-jangan?" wajah mereka melihat ke arah Sheng Lien yang selalu diam.


Mereka sadar itu pasti karena Lin Tian juga termasuk kedalam keturunan Sheng Lien maka dari itu dia memiliki sedikit garis keturunan mereka.


"Bintang enam? aku tidak menyangka kamu benar-benar bisa membentuk roh seperti itu" ucap pria tersebut dengan kaget.


Pria muda dan wanita muda yang lain disana pun terlihat serius dari mereka tentu ada yang berbintang tujuh dan delapan bahkan sembilan.


Disana ada wanita cantik yang terlihat menggunakan penutup kepala, di depan nya ada pria yang hanya diam sambil melihat semua yang terjadi di aula besar itu.


"Bagaimana menurut mu Chu'er?" tanya pria tersebut.


"Dia bukan pria biasa ayah" balas wanita bernama Sheng Chu'er itu.


Mata putih serta rambutnya berwarna hitam terlihat sangat cocok dengan dirinya yang menawan, dia selalu memperhatikan Lin Tian sejak masuk ke dalam aula.


Sedangkan ayah nya itu adalah tetua agung keluarga Sheng bernama Sheng Qiang, dia Sheng Qiang tentu tidak keberatan dengan semua yang di katakan oleh Sheng Qiu karena dia sangat mengenal Sheng Qiu dengan baik dari orang lain.


"Oh! sangat jarang kamu memuji orang lain seperti itu" ucap Sheng Qiang dengan senyum kepada putrinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2