Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
270. Tidak sengaja


__ADS_3

"Sial! bagaimana ini? apakah kita dobrak saja?" ucap Lin Guang yang sangat tidak sabar untuj membuka pintu istana itu.


"Baiklah! mari kita dobrak" ucap dua patung batu secara serentak tapi mata mereka melihat ke arah lain bukan fokus dengan pintu di depan mereka.


Zi Yanling yang melihat tingkah konyol dua patung batu tersebut sangat ingin menendang pantat mereka tapi dia tahu kalau dia melakukannya hal itu hanya akan membuat dia yang kesakitan jadi dia masih diam dan mencoba mencari cara untuk membuka pintu itu.


"Baiklah! kalian pukul dengan keras dan aku akan menendangnya dengan tendangaj petir Guang" ucap Lin Guang sambil memerintahkan para batu itu.


"Sial! kalian berhenti, jangan coba-coba" ucap Zi Yanling yang melihat kalau ke tiganya mendekati pintu istana untuk melakukan apa yang mereka katakan tadi.


"Helo tuan Zi, kita harus melakukannya jika terlalu lama bagaimana jika sesuatu terjadi dengan kaisar? bukankah kita nanti akan menyesal jika hal buruk terjadi kepada kaisar?" ucap Batu merah dengan serius.


Zi Yanling merasa kalau membawa dua patung ini adalah pilihan bodoh, dan dia merasa tertekan saat tahu kalau dia juga yang telah meminta Lin Tian membawa mereka kesini.


"Memang benar, penyesalan itu akan datang setelah kita melarasakan kekalahan atau penderitaan" ucap Zi Yanling dalam hatinya.


Akibatnya Zi Yanling tidak dapat mencegah dua batu bodoh yang membuat dia tidak bisa menjawab setiap perkataan batu tersebut. Tapi pada akhirnya Zi Yanling di tenangkan oleh tiga jenderla yang lainnya, karena mereka merasa kalau dia batu dan sepupu kaisar mereka akan mengalami nasib yang buruk.


"Baiklah! hitungan ketiga maka mari serang bersamaan" ucap Lin Guang.


"Satu!"


"Dua!"


"Tiga! Serang!" teriak Lin Guang, kedua patung itu mengatakan tinjunya ke depan gerbang tersebut dan di ikuti dengan Lin Guang yang terlihat melakukan gaya tendangan.


Cracckkkk...


Sayangnya saat mereka sudah dekat pintu tersebut tiba-tiba terbuka, dan mereka melihat kalau ada Lin Tian di depan pintu yang terbuka itu. Dengan sekuat tenaga ketiganya mencoba menghentikan serangan mereka tapi gagal.


Mo Gui yang melihat itu kaget dan langsung muncul di depan Lin Tian menahan serangan ketiganya itu, dan dengan sangat keras ketiganya di pukul keluar ke dalam hutan jauh dari istana langit.


"Aku benarkan?" ucap Jenderal Zhao kepada Zi Yanling yang kaget melihat dua batu yang melayang terbang jauh itu, sedangkan dia merasa kasihan dengan Lin Guang yang bahkan entah kemana terbangnya itu.

__ADS_1


"Tuan kamu tidak apa-apa?" tanya Mo Gui.


"Aku tidak apa-apa tapi kamu telah menerbangkan tiga orang itu dengan cukup keras" jawab Lin Tian menggelengkan kepalanya, dia belum tahu siapa ketiga orang itu dan dia hanya tahu kalau kemungkinan ketiganya mencoba untuk membuka pintu istana dengan kekerasan.


"Maaf tuan, aku akan mencari mereka" ucap Mo Gui agak malu.


"Tidak usah, biarkan beberpaa prajurit yang pergi mencari mereka" jawab Lin Tian yang tidak terlalu peduli.


"Kaisar anda baik-baik saja?" tanya Zi Yanling dengan cemas memandang Lin Tian.


"Aku tidak apa-apa, ngomong-ngomong siapa tiga orang yang terbang itu?" tanya Lin Tian.


"Em..." Zi Yanling bingung apa dia harus mengatakannya atau tidak? tapi setelah melihat Lin Tian menunggu jawaban darinya, yang membuat dia akhirnya dengan terpaksa mengatakannya.


"Dua di antara mereka adalah dua suku batu" jawah Zi Yanling.


"Oh! kalau begitu biarkan saja, lalu siapa satu lagi?".


"Eh? bagaimana bisa?" ucap Lin Tian kaget.


Dia tidak menyangka salah satu dari orang yang di terbangkan oleh Mo Gui adalah sepupunya sendiri, jika itu dua batu bodoh dia tidak terlalu peduli tapi sekarang sepupunya sendiri entah kemana terbang akibat pukulan Mo Gui.


"Tu..tuan bagaimana ini?" ucap Mo Gui bingung sambil menggaruk kepalanya.


"Huf.. sudahlah, Zi Yanling bantu aku untuk mencarinya dengan memerintahkan saudaramu yang lain" ucap Lin Tian.


"Baik Kaisar" Zi Yanling setuju, karena hatinya juga merasa baik setelah melihat dua batu bodoh di terbangkan didepan matanya dengan sangat keras.


"Ha.. Akhirnya aku bisa merasakan ketenangan di dalam hatiku" ucap Zi Yanling di dalam hatinya.


Setelah itu Lin Tian membawa mereka ke aula pertemuan untuk mengadakan rapat bersama, Lin Tian duduk di takhta kaisar dengan pakaian berwarna putih dia terlihat sangat tampan bagi para wanita yang melihatnya.


"He.. kenapa aku baru merasa kaisar sangat tampan sekaran?" fikir jenderal wanita dari keluarga Zhao atau anak dari jenderal Zhao.

__ADS_1


"Ini baru sepupuku, dia memang terlihat tampan dari segala sisi" ucap Mu Jing'er di dalam hatinya memuji ketampanan Lin Tian.


"Baiklah! mari kita mulai membahas masa depan negeri langit" ucap Lin Tian.


Para jenderal dan beberapa fraksi yang ada di negeri langit mengangguk setuju, disana Lin Tian memulai merencanakan agar memanggil seluruh penguasa alam yang ada untuk datang ke negeri langit.


Dia ingin membahas dengan para penguasa bagaimana mengontrol situasi alam langit ke depannya, karena dengan mengadakan pertemuan lah mereka dapat menggabungkan ide-ide yang menurut mereka baik.


"Kaisar, jika ada penguasa yang menolak bagaiman?" tanya Jenderal Nan.


"Selidiki kenapa mereka menolak datang, jika ada bukti mereka melakukan kejahatan maka mati kita buat mereka hadir disini secara paksa, tentu saja itu untuk hukumanku" jawab Lin Tian dengan senyum dingin.


Dia juga tahu pasti ada beberapa alam yang menolak, baik yang memberontak atau yang merasa kalau Lin Tian tidak pantas menjadi kaisar langit. Jika mereka tidak melakukan kejahatan yang berarti Lin Tian akan menggunakan cara pendekatan lembut tapi jika mereka melakukan kejahatan yang sama dengan kelompk dewa Penghancur maka dia tidak segan untuk menghancurkan mereka.


"Tiga jenderal aku ingin kalian mengawasi setiap gerakan yang aneh di negeri langit, lalu beberapa sekte dan juga keluarga tersembunyi negeri langit bantu tiga jenderal, kalian mengerti?" perintah Lin Tian dengan serius.


"Kami mengerti kaisar" ucap semua petinggi yang hadir dengan penuh hormat.


"Jangan sampai melepaskan sedikitpun tikus yang ada di negeri langit, karena mereka hanya akan merusak sedikit demi sedikit negeri langit ini bahkan mungkin seluruh alam langit jika napsu makan mereka telah bertambah besar" jelas Lin Tian dengan serius.


Semua petinggi itu mengangguk setuju, dan mereka juga telah mengakui kekuatan Lin Tian jadi mereka dengan tulus mengikutinya dengan sepenuh hati.


"Oiya, bagaimana dengan tubuh dewa naga yang mati itu? rencananya malam ini aku ingin mengadakan pesta bersama kalian, apakah sudah ada yang menyimpannya?" tanya Lin Tian.


"Tuan, kami memang menyimpan tubuhnya tapi untuk yang lain..." jenderal Zhao agak menghela nafas.


"Sialan! lima berandalan!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2