Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
191. Maaf aku bukanlah lawanmu kali ini!


__ADS_3

Dari semua orang di perbatasan melihat kabut darah yang sudah menyebar di sekitaran area itu, di dalamnya mereka melihat banyak monster darah yang berjalan dengan sangat teratur seperti sebuah pasukan.


Jelas kalau Monster-mosnter itu telah di kendalikan oleh keluarga Dong, dan lebih parahnya lagi jumlah monster darah serta raksasa darah tersebut cukup banyak yang membuat Lin Tian agak tidak bisa berkata-kata.


Dia bertanya berapa banyak orang yang mati dan jadi korban dari jenderal Dong selama ini, dan juga berapa banyak roh yang telah menjadi monster darah. Padahal roh-roh itu telah mati tapi tetap saja mereka yang hanya ingin kembali bereinkarnasi malah di jadikan monster oleh jenderal Dong.


Lin Tian sendiri pun sudah menganggap apa yang di lakukan oleh seluruh keluarga Dong adalah suatu dosa yang tidak bisa di maafkan, dia mendengar dari Bai kecil kalau dulu siapapun yang membunuh roh-roh manusia maka dewa neraka akan menghukum matinya lalu rohnya pun akam di Siska selama puluhan tahun di neraka.


Karena itulah dulu alam bawah menjadi tempat yang jarang di kunjungi atau terlarang bagi makhluk yang masih hidup, dan selama dewa neraka menjadi penguasa disini alam bawah benar-benar menjadi alam yang teratur dan jarang terjadi masalah yang besar.


Tapi sekarang sejak hancurnya kekuasaan kaisar langit dan pengkhianatan dari lima dewa penguasa alam langit menjadi kacau serta membuat dampak yang parah bagi alam bawah, bahkan sejak Lin Tian datang ke alam bawah dia tidak melihat roh yang baru mati muncul disini malah dia hanya melihat atau bahkan menemukan roh-roh yang sudah lama terjebak karena tidak bisa menemukan cermin samsara atau cermin reinkarnasi.


"Kalian siap?" tanya Lin Tian kepada tiga jenderal muda.


Ketiga jenderal muda itu lalu mengangguk pertanda mereka juga siap, Lin Tian berpindah ke yang lainnya dan di balas dengan anggukan oleh mereka. Lin Tian melihat ke arah kabut darah dan beberapa sosok muncul d atas langit.


Melihat sosok yang muncul Lin Tian juga berdiri di depan yang lainnya dan memansang sosok itu dengan senyum di wajahnya, sosok itu tidak terlihat sangat mara dengan Lin Tian bahkan aura membunuhnya pun tidak dia tutupi.


"Yo! jenderal Dong sepertinya ku telah banyak mendapatkan pasukan menjijikan ini, jadi apa kabarmu? aku lihat butuh lima hari untukmu datang kesini, padahal anakmu mati sudah seminggu yang lalu" ucap Lin Tian mengejek jenderal Dong.


Mendengar ucapan Lin Tian membuat jenderal Dong benar-benar sangat marah, pria di depannya ini telah membunuh anak satu-satunya dia tanpa sedikitpun mayat yang tersisa dan sekarang dia begitu santainya mengejek atas keterlambatan dia datang dalam perang ini.


Dia berfikir kalau bocah ini benar-benar sudah gila sampai-sampai sangat ingin bertemu dengannya, apalagi di mata jenderal Dong Lin Tian bukanlah apa-apa baginya dan darimana kepercayaan dirinya itu muncul? hal itu benar-benar membuat jenderal Dong tidak bisa berfikir baik.


"Bocah! kau telah membunuh anakku, membuat semua rencanaku gagal dan juga kau telah membuat seluruh keluarga Dongku harus bersembunyi di alam bawah! dendam ini pasti akan ku balas berpuluh kali lipat" ucap jenderal Dong dengan nada dingin memandang Lin Tian.

__ADS_1


"Hm, kalau begitu aku menunggumu" jawab Lin Tian dengan santai dan tidak terlihat takut dengan ancaman jenderal Dong.


Jenderal Dong semakin membenci Lin Tian, dia benar-benar sangat ingin membunuh Lin Tian sekarang dan dia telah mengubah rencananya untuk Lin Tian. Yaitu, jika dia dapat menangkap Lin Tian maka dia akan memotong satu persatu anggota tubuhnya di bawah mata keluarga dan orang-orangnya.


"Bunuh mereka semua!" teriak jenderla Dong.


ROAARRR...


"Serang!" ucap tetua dari keluarga Dong yang memimpin.


"Ingat rencananya?" tanya Lin Tian sedikit melihat ke belakang, mendengar pertanyaan Lin Tian semua orang itu mengangguk pertanda mereka ingat.


"Maka serang mereka! jangan sisakan dewa kejam ini sedikitpun!" ucap Lin Tian dengan dingin.


"Hahaha! bagus, alam elemen sudah lama kita tidak bertarung mari kita tunjukan kepada Sepupuku betapa menakutkannya alam kita, serang!" teriak Lin Guang maju dan menyerang langsung ke depan, dia adalah orang pertama yang dengan berani maju ke dalam pertempuran.


"Iya!" semua pasukan yang di bawa Mu Jing'er juga ikut maju setelah Lin Guang lalu pasukan lainnya juga maju menyerang monster darah atau tetua agung.


BOOMM..


BOOMM..


"Hahah! kalian terlalu lemah!" ucap anggota keluarga Dong yang melihat salah satu orang yang bertarung dengannya telah terkapar lemah duluan.


"Meskipun aku mati tapi Kalian tidak akan bisa menang, kalian yang lebih randah daripada binatang tidak ada hal untuk hidup" ucap pria itu dengan wajah yang tidak takut memandang pria keluarga Dong itu.

__ADS_1


"Yang jelas kau akan mati duluan disini" ucap jenderal Dong dengan senyum, lalu dia akan menebaskan pedangnya kepada pria tersebut.


Swissh..


"Ka..?" belum pria itu akan menebas leher lawannya malah kepalanya yang duluan lepas dari tubuhnya, pria tadi melihat hal itu tersenyum karena dia tahu kalau itu adalah pasukan dari alam kegelapan.


"Aku akan membawamu mundur" ucap sosok pria dari alam kegelapan yang baru saja membunuh pria tadi.


"Terima kasih" ucap pria yang terluka itu, pria dari alam kegelapan itu hanya mengangguk lalu menghilang dari tempat pertempuran itu, dia langsung membawa pria itu ke dalam perbatasan.


Semua hal di Medan perang itu pun terjadi hal yang sama, akan ada sosok membunuh musuhnya dal gelap lalu pasukan yang terluka tiba-tiba akan menghilang dan muncul kembali ke dalam perbatasan, akibatnya dari sisi Lin Tian tidak terlalu banyak korban yang berjatuhan bahkan hampir tidak ada yang mati.


"Sial! kau memang lebih jenius dalam strategi daripada jenderla Zao, aku benar-benar mengagumi apa yang kau lakukan Kaisar kehancuran" ucap jenderal Dong benar-benar mengerti strategi yang telah Lin Tian rencanakan saat ini.


Strategi seperti ini benar-benar akan membuat pasukannya dalam sisi yang menyedihkan, itu karena pasukan dewa kegelapan benar-benar hebat dalam menyembunyikan dirinya dalam gelap.


"Tidak juga, aku bahkan lebih kagum dengan dirimu yang benar-benar mau mengkhianati saudaranya sendiri demi kekuasaan" ucap Lin Tian mengejek jenderal Dong.


"Hahaha, apa yang kamu tahu tentang itu? semua yang aku lakukan adalah hal yang benar tentu juga membunuh kaisar bodoh itu juga adalah hal yang paling benar dalam hidupku, sekarang kamu akan mati jadi bersiaplah!" ucap jenderal Dong dengan tawa dingin.


"Oh! maaf saja, aku bukanlah lawanmu kali ini, kebetulan ada seseorang yang ingin balas dendam padamu" ucap Lin Tian dengan senyum manis di wajahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2