
Lin Tian dan pemimpin lain berkumpul di aula sekte seni beladiri. Disana mereka membahas total korban di masing-masing pasukan dan rencana mereka selanjutnya setelah semua ini terjadi.
Lin Tian hanya diam dan tidak terlalu ikut campur karena dia baru saja datang dan tidak terlalu tahu tentang masalah yang terjadi di dunia dewa. Dan setelah dia fikir kalau dia harusnya tidak perlu disana, dia meminta izin untuk keluar dulu kepada ayahnya.
Tentu Lin Dong mengizinkan Lin Tian keluar karena memang ini juga tidak ada urusannya dengan Lin Tian. Apalagi sekarang anaknya adalah kaisar langit baru dan memang tidak pantas untuk dia ikut dengan masalah sekecil ini.
Seperti janji Lin Tian, dia langsung pergi menemui Lin Jing yang ada di sekte seni beladiri. Kakaknya itu langsung memeluk dirinya dengan sangat erat bahkan dia juga menangis di pelukan Lin Tian.
Akhirnya setelah menenangkan Lin Jing dan berhasil mengusirnya dengan mengatakan kalau dia membawa seorang wanita lagi pulang membuat Lin Jing langsung berbelok arah menuju tempat ibunya.
Lin Tian juga bertemu dengan anak angkatnya Lin Ru'er yang sudah dewasa dan menjadi gadis yang sangat cantik. Lin Ru'er yang merindukan ayahnya itu memeluknya di hadapan banyak murid sekte seni beladiri yang iri. Tentu awalnya mereka tidak tahu siapa pria itu tapi setelah beberapa murid inti dan dalam memberitahu mereka, wajah mereka langsung menjadi sangat gembira dan bersemangat.
Apalagi murid-murid baru yang sangat mengidolakan Lin Tian dan empat saudaranya yang lain itu. Bahkan para gadis disana berharap bisa di peluk oleh Lin Tian juga seperti Lin Ru'er.
"Gadis ayah sudah dewasa" ucap Lin Tian sambil menghelus kepala Lin Ru'er.
"Ugh! ayah tahu aku sudah dewasa tapi masih saja menghelus kepalaku" ucap Lin Ru'er agak malu di helus oleh Lin Tian di depan banyak orang.
"Apa? kamu bisa malu sekarang? Ais! ayah ingat kalau nakalmu hampir sama dengan paman Bai mu dulu".
Lin Tian sangat senang dengan perkembangan anaknya yang sekarang sudah menjadi dewa tingkat rendah tahap awal sekarang. Bisa di bilang anaknya ini termasuk jenius jika di alam langit juga.
"Ayah, apa ibu Mu bersama dengan ayah?" tanya Lin Ru'er.
"Em! dia bersama ayah, dan kebetulan ini bukan tubuh ayah karena tubuh asli ayah tidak bisa turun sekarang karena masalah di alam langit sangat banyak" jelas Lin Tian kepada Lin Ru'er.
__ADS_1
"Ayah! kalau begitu aku pergi menemui ibu dulu dan juga ibu baruku tentu saja, mungkin saja aku akan diberikan hadiah yang bagus" ucap Lin Ru'er pergi meninggalkan Lin Tian segera setelah dia tahu kalau dia mempunyai ibu lain lagi.
"Anak ini.." Lin Tian hanya dapat menghela nafas.
Dan dia juga langsung masuk ke portal antar benua dan pergi ke benua barat tepatnya ke sekta langit. Disana saat penjaga melihatnya, mereka tidak terlalu kenal karena sudah menghilang lama tapi karena Lin Tian mengeluarkan lencana istana berwarna ungu. Mereka langsung dengan hormat mengizinkan dia lewat.
Swishh...
Segera Lin Tian terbang ke puncak dimana tempat ibunya tinggal, disana dia melihat ada seorang wanita yang terlihat kurus duduk melamun di temani tiga gadis yang cantiknya juga tidak kalah dengan Lin Ru'er.
Melihat Lin qi'er yang sangat kurus itu membuat Lin Tian menghela nafas sedih, dia langsung turun di belakang Lin qi'er dan mendekati wanita itu pelan-pelan.
"Ibu.."
Dia berbalik dan menatap seorang pria muda dengan senyum manis memandangi dia. Hati Lin qi'er bahagia tapi dia takut semua itu hanya mimpi dan hanya dpaat menangis karena sedih.
"A..apakah ini asli? atau ini hanyalah ilusiku saja?" ucapnya dengan sedih sambil menangis.
Lin Tian yang melihat ibu angkatnya ini menangis membuat hatinya sakit dan dia dengan lembut memeluk ibunya tersebut di hadapan ketiga gadis yang juga merasa kalau mereka juga bermimpi.
"Ibu, ini aku An'er anak ibu! tentu aku asli, lihatn an'er telah memeluk ibu bukan?" ucap Lin Tian denan lembut.
"Ini benar kamu..ini benar kamu" Lin qi'er langsung bahagia saat merasakan kalau tubuh Lin Tian adalah nyata.
Dia langsung memeluk Lin Tian dengan erat juga dan menangis di pelukan Lin Tian. Ketiga gadis lainnya juga menangis bahagia saat melihat kalau itu benar-benar adalah Lin Tian yang asli.
__ADS_1
"Sudah ibu. #yah bilang kalau ibu jarang makan dan tidak menjaga kesehatan ibu dengan baik, apakah itu benar?" tanya Lin Tian dengan lembut.
"Siapa bilang? ayahmu itu hanya asal ngomong saja! lihat saja setelah dia kembali akan ibu biarkan dia tidur di luar nanti, berani sekali dia berbicara aneh kepada anakku" jawab Lin qi'er langsung.
Lin Jia Li dan dua saudarinya langsung tersenyum kecut. Kakaknya benar-benar menjadikan ayah mereka sebagai kelinci percobaan agar ibu mereka tidak menangis lagi. Akibatnya ketiga gadis itu tahu kalau mungkin setelah Lin Hao kembali sudah di pastikan dia akan tinggal di kuat untuk satu malam.
"Anakku, ayo duduk! ceritakan pada ibu apa yang terjadi kepadamu? dan dimana kamu selama ini?".
Lin qi'er menarik Lin Tian untuk duduk dan meminta dia untuk menjelaskan keadaannya selama ini. Tentu Lin Tian menjawab semuanya dengan jujur dengan mengatakan kalau ini hanya klon dia saja sedangkan tubuh aslinya masih berada di alam langit karena dia harus memerintah seluruh alam langit. Walau sedikit kecewa karena yang datang hanya klon Lin Tian tapi tetap saja mendengar kalau anaknya dalam keadaan baik apalagi dia juga membawa menantu pulang membuat Lin qi'er cukup bahagia dan puas.
"Kakak adalah kaisar langit? wah! itu luar biasa" ucap Lin Lin dengan kagum.
"Iya, aku tidak menyangka kalau kakak begitu hebat". Lin Lu'er juga ikut memuji Lin Tian seperti Lin Lin.
Li Jia Li hanya tersenyum mendengar cerita kakaknya itu, dikarenakan dia tahu dimanapun kakaknya berada dia pasti akan menjadi sosok yang hebat dan luar biasa. Apalagi dia selalu percaya kalau Lin Tian pasti baik-baik saja selama ini sejak Lin Tian menghilang dulu.
Jika ada orang yang palin percaya dengannya maka hanya Lin Jia Li orang yang percaya denganin Tian tanpa ragu selama ini.
"Adikku? apakah kalian berlatih dengan baik selama ini?" tanya Lin Tian sambil tersenyum manis ke arah ketiganya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1