Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
326. Lin Feng'er marah


__ADS_3

"Saatnya untuk pergi melihat-lihat". ucap Lin Tian berdiri di atas istana langit.


"Ayah, aku pergi dulu! semua aku serahkan kepadamu". Lin Tian menatap Lin Dong dengan senyum, bagaimanapun sejak dia sadar kebanyakan yang turun tangan dalam memimpin negeri langit adalah ayah dan juga dua saudara ayahnya. Di tambah Lan Jingyi yang mengurus masalah keuangan istana langit dan beberapa masalah di ibukota.


"Pergilah! lebih baik jika kamu kembali dengan cepat".


"Aku akan usahakan" jawab Lin Tian lalu menghilang dari pandangan Lin Dong. Setelah beberapa saat sejak Lin Tian pergi, Ying Huanhuan tiba-tiba muncul dengan Ling Qingzhu. Melihat kalau Lin Dong sudah tidak ada, Ying Huanhuan agak kesal dengan tingkah anaknya yang pergi tanpa pamit itu.


"Kenapa dia hanya menyapa kamu disaat akan keluar? apa kami ini bukan ibunya?" tanya Ying Huanhuan kesal.


"Bukan karena dia tidak mau menyapa kalian tapi karena dia tidak akan bisa tenang bila melihat wajah khawatir kalian


Karena itulah dia hanya menyapaku di saat keluar" jawab Lin Dong menghela nafas.


"Tch! wajar saja aku khawatir bukan? aku ini ibunya! aku yang melahirkannya, emang kamu!". Ying Huanhuan yang kesal dengan ucapan Lin Dong.


Lin Dong terdiam, dia tanpa fikir panjang langsung pergi menjauh meninggalkan kedua istrinya itu tanpa sedikitpun menjawab. Dia mengerti semakin dia bersikeras, kedua wanita itu akan semakin menjadi liar.


"Lebih baik cari aman". ucap Lin Dong yang telah jauh dari dua istrinya itu.


"Kembali kesini! aku belum selesai". Ying Huanhuan yang kesal mengejar Lin Dong tanpa peduli dengan teriakannya yang membuat heboh istana pagi itu.


Ling Qingzhu hanya menghela nafas sambil mengikuti Ying Huanhuan dari belakang. Meskipun dia kesal tapi dia tidak terlalu bisa mengungkapkannya, jadi dia lebih suka membiarkan Ying Huanhuan yang melepaskan amarahnya dan dia akan membantunya dari belakang.


......................


"Ha....! orang-orang itu membuat aku kesal saja". Bai kecil entah kenapa terlihat kesal sambil berbaring di pangkuan wanita cantik di tempat biasa mereka bersantai.


"Benar, bukanlah mereka terlalu bersemangat selama beberapa bulan ini? apakah pantat mereka tidak lelah? aku saja tidak akan tahan bila harus terus menerus bekerja seperti itu". Su Kun juga berbicara, tapi wajahnya terlihat sangat mabuk.

__ADS_1


"Sudahlah kak, hiks! sial, aku harus memukul pantat ketiga orang bodoh itu setelah kembali", Naga kecil terlihat sama dengan Su Kun. Sejak dia kembali ke tempat hiburan itu, dia terlihat lebih banyak minum dan berbicara dari yang lain.


"Ayo, jangan fikirkan apapun lagi. Kita lanjutkan minumnya" Bing Zhao terlihat mencoba menyemangati semua saudaranya itu.


"Ha!".


Semua berandalan itu langsung dengan bahagia mengangkat gelas mereka dan melanjutkan minum tanpa mempedulikan kalau Lin Tian dan negeri langit sedang bersiap untuk berperang dengan musuh utama mereka. Di langit, roh api yang melihat kelakuan enam berandalan menggelengkan kepalanya.


"Mereka sangat kuat dan bisa lebih kuat lagi, tapi sifat mereka benar-benar jauh berbeda dengan saudara mereka kaisar langit'. ucap roh api menghela nafas.


Dia tidak lama memperhatikan ke tujuh berandalan itu bersiap untuk pergi kembali ke tempatnya. Tapi saat dia akan pergi, dia merasakan aura yang kuat muncul di alam api, aura itu sama kuatnya dengan aura naga kecil.


"Apakah musuh?" fikir roh api yang langsung pergi ke arah aura itu berada.


Naga kecil dan Bai kecil yang sedang asyik minum tiba-tiba tersentak bangun dari mabuknya. Mereka memandang ke arah dimana roh api pergi, merasakan aura yang kuat itu keduanya langsung membangunkan saudara-saudaranya yang lain untuk segera lari dari tempat itu.


Swisshh...


"Aku Bai Wutian, maaf! aku kesini hanya untuk membawa kembali beberapa ekor anak nakal yang lari ke wilayahmu" ucap Bai Wutian menatap roh api dengan santai.


"Anak nakal? apakah itu mereka yang berada di tempat hiburan itu?" tanya roh api kepada Bai Wutian.


"Iya! apakah mereka masih disana?" tanya Bai Wutian.


"Iya, aku baru saja dari sana. Karena aku awalnya takut kalau mereka akan membuat masalah jadi aku telah memperhatikan mereka selama tiga hari ini." jawab roh api.


"Sial! orang ini awalnya membuat aku khawatir tapi sekarang dia malah bersenang-senang" ucap wanita cantik yang tidak lain adalah Lin Niao. Dan wanita lainnya tentu wanita yang paling ditakuti oleh Bai kecil dan tiga berandalan lainnya, Lin Feng'er.


"Anakku, kalian tidak perlu khawatir! kita disini menangkap semua berandalan itu! setelah kita menangkap mereka, aku pastikan akan menggantung mereka di depan gerbang istana langit!" ucap Bai Wutian yang kesal dengan tingkah anaknya juga.

__ADS_1


"Ayah tidak perlu turun tangan untuk menghukum mereka, biarkan aku dan adik Niao yang menghukum mereka" ucap Lin Feng'er.


Awalnya Bai Wutian ingin datang sendiri kesini, tapi Lin Feng'er dan Lin Niao mengetahui kalau dia akan menjemput para berandalan. Jadi dia akhirnya terpaksa membawa mereka setelah dibujuk oleh kedua wanita ini.


Lin Feng'er yang telah lama tidak melihat Bai kecil tentu juga sangat ingin melakukan sedikit hukuman kepada Bai kecil tapi dari pandangan Bai Wutian, Bai pasti akan sangat menderita di tangan Lin Feng'er.


"Aku harap kalian sadar setelah merasakan hukuman" ucap Bai Wutian di dalam hatinya.


"Sepertinya di dunia ini tidak ada yang lebih mengerikan daripada kemarahan seorang istri". Roh api tiba-tiba mengerti sesuatu setelah melihat Lin Feng'er dan Lin Niao.


"Menarik! aku harus melihat sendiri bagaimana orang-orang ini akan disiksa". Secara tiba-tiba, untuk pertama kalinya roh api tertarik akan sesuatu dan hal yang membuat dia tertarik bisa dikatakan tidak terlalu penting.


"Ayo kita pergi kesana, jangan biarkan berandalan itu kabut" ucap Bai Wutian mengajak kedua wanita yang masih marah itu.


Swisshh...


"Aku harus ikut!" ucap roh api mengikuti ketiganya dari belakang.


Saat mereka sampai di tempat hiburan yang menjadi markas kesenangan berandalan, mereka tidak menemukan siapapun dari salah satu berandalan. Jelas kalau semua berandalan itu sudah mengetahui kedatangan mereka dan berhasil kabur sebelum mereka datang.


"Sial! aku akan menangkap kalian" teriak Lin Feng'er dengan kesal.


"Tenang...tenang.. kita pasti menangkap mereka" ucap Bai Wutian menenangkan Lin Feng'er yang sedang marah.


"Hm...? bagaimana jika aku membantu kalian mencari mereka?". Roh api menawarkan mereka bantuan yang membuat Lin Feng'er langsung setuju dengan bantuan roh api.


"Bagus, kalau begitu aku akan melihat kemana mereka bisa lari" ucap Lin Feng'er yang terlihat menakutkan saat marah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2