
Hei.. Aku harap kamu bisa tenang setelah bertemu orang itu! kalau tidak mungkin kakak akan menghajar kamu sendiri" ucap Bai kecil di dalam hatinya.
Jika benar naga kecil tidak bisa menenangkan dirinya maka, pasti dia dan Lin Tian akan menghukum naga kecil. bagaimanapun sebagai seorang kakak untik naga kecil dia juga harus tegas dan juga harus bisa mengerti dengan suasana hati naga kecil. Bagaimanapun dia tahu kalau naga kecil selama ini cukup menderita karena kehilangan banyak orang-orang yang dia sayangi tepat di depan matanya sendiri.
Di negeri langit awan gelap menyelimuti seluruh langit disana, perubahan yang terjadi itu membuat Lin Dong sertanpara penguasa lainnya berdiri dengan kaget. Dewa takdir dan Bai Wutian juga mengerutkan kening mereka saat merasakan kegelapan yang tiba-tiba muncul itu.
ROAARRR....
Suara raungan yang snagat keras terdengar di seluruh negeri langit, raungan itu disertai dengan petir-petir yang gila-gilaan terus terdengar di negeri langit. Hal itu membuat ketakutan di seluruh negeri langit, mereka takut kalau ada musuh kuat yang tiba-tiba datang ke negeri langit membuat kekacauan apalagi dari raungan keras itu jelas adalah monster.
Semua penguasa keluar dari aula dan melihat kegelapan di langit membuat diri mereka merinding ketakutan. Hanya Lin Dong dan beberapa penguasa tang masih tenang memandang langit gelap tersebut.
Tidak lama sosok naga biru raksasa muncul di langit, kibasan sayap besar membuat angin yang cukup besar disana. Naga itu memandang ke depan tepatnya dimana sosok pria berpakaian hitam dan putih berada.
"Dewa takdir!" teriak naga biru yang tidak lain naga kecil yang telah berubah menjadi wujud Dewa kaisar naganya.
Melihat sosok biru yang memanggilnya, dewa takdir hanya tersenyum ringan dan tidak ada tanda-tanda sedikitpun untuk bergerak maju untuk menemuinya. Bai Wutian yang melihat dan merasakan amarah kuat dari naga kecil sedikit mengerutkan keningnya.
"Suadara Long, tidak naga kecil! hentikan semua ini dan tenangkan amarahmu" ucap Bai Wutian terbang dan mencoba menenangkan naga kecil itu.
"Bai Wutian, jangan hentikan aku! biarkan aku melawan orang ini!" ucap naga kecil dengan suara dingin kepada Bai Wutian yang sebelumnya mereka bertemu benar-benar akrab tapi karena naga kecil telah emosi, membuat dia lepas kendali.
"Aku tidka bisa! jika aku melepaskanmu maka mungkin banyak orang-orang tidak bersalah untuk menjadi korban, apakah itu yang kamu inginkan?" tanya Bai Wutian menggelengkan kepalanya.
"Apa peduliku? dia harus mati! jika dia tidak terlambat dulu dan peduli dengan takdirnya mana mungkin mereka mati! kenapa dia harus hidup sedangkan yang lainnya mati?" teriak naga kecil yang benar-benar sudah sangat marah.
"Kamu..."
"Minggir!". Teriak naga kecil.
Belum selesai Bai Wutian berbicara, dia melihat naga kecil sudah melepaskan serangan ke arahnya. Serangan itu sangat kuat, jelas kalau naga kecil tidak menahan sedikitpun serangannya tersebut.
"Kamu benar-benar tidak bisa di tenangkan sebelum di pukul!" ucap Bai Wutian dengan wajah serius sambil mengulurkan tangannya ke depan untuk menahan serangan tersebut.
BOOOMMMMM...
__ADS_1
"Suami!" teriak Bai Yu dengan cemas melihat suaminya meledak oleh serangan naga kecil.
"Tenang saja, dia baik-baik saja" ucap Lin Dong dengan wajahnya masih tenang.
Mendengar ucapan Lin Dong, Bai Yu masih cemas tapi dia tiba-tiba mendengar raungan keras yang berasal dari tempatnl Bai Wutian sebelumnya berdiri.
ROAARRR...!
Tubuh Bai Wutian telah menjadi sosok harimau dengan dua pasang sayap besar di punggungnya. Warna bulunya yang hitam putih membuat wujudnya lebih perkasa dari wujud Bai kecil. Bai Wutian yang sekarang juga telah berubah ke wujud harimau bersayap hitamnya memandang Naga kecil.
"Apakah kamu tidak bisa melepaskan emosimu itu saudara?" tanya Bai Wutian.
"ROAARR... Minggirlah! aku tidak ingin bertarung denganmu, tapi jika kamu terus menghalangiku... Bertarung!" teriak naga kecil sebagai balasannya.
"Hentikan itu kaisar naga langit! sifat dan emosimu masih sama saja seperti dulu".
Yang berbicara adalah dewa takdir yang telah terus menatap sikap naga kecil dari tadi. Dia sudah tahu kalau naga kecil yang keluar dari pintu putih dari Lin Tian dan dari sejak dia muncul juga dia sadar kalau naga kecil tidak akan dapat menahan emosinya.
"ROAARR..! jangan bicara sok akrab denganku".
Naga kecil semakin marah yang lalu menyerang ke arah tempat dewa takdir berada. Bai Wutian yang melihat itu langsung menahannya, membuat benturan antar dua binatang suci kuno tidak terhindar lagi.
BOOMM...
BOOMM..
ROAARR...!
"Raungan naga langit!"
"Raungan harima suci!
ROAARRR...!
ROAARRR...!
__ADS_1
BOOMM....
"Agh!"
Akibat dua benturan itu banyak orang-orang yang muntah darah karena tidak dapat menahan tekanan dari dua serangan tersebut. Bahkan dua istri dan dua saudara Lin Dong tidak termasuk, mereka masih tetap tidak dapat menahan tekanan keduanya juga.
Lin Dong sedikit mengerutkan keningnya, dia menatap ke dewa takdir yang sedari tadi diam dan tidak peduli dengan pertarunga di langit itu. Wajahnya agak jelek lalu berkata kepada dewa takdir dengan suara dingin.
"Kenapa kamu tidak menghentikan mereka?" tanya Lin Dong.
"Bukan aku tidak ingin tapi aku tidak bisa" jawab dewa takdir tenang tapi agak tidak berdaya.
"Kenapa?"
"Aku sedang membantu dia menemukan jalan keluar" jawab dewa takdir menatap Lin Dong serius.
Mendengar ucapan dewa takdir wajah Lin Dong menjadi ketakutan. Dia yang dimaksud dewa takdir tentu tidak lain adalah anaknya sendiri, apa anaknya jatuh kedalam situasi berbahaya? fikiran Lin Dong menjadi berantakan dan dia menjadi bingung sesaat.
"Tenang saja! aku masih terus mencoba mencari posisi dia dan jika kamu bisa menghentikan mereka berdua, maka aku akan berterima kasih padamu". ucapan dewa takdir yang tidak berdaya dan tulus membuat Lin Dong mengerti kalau dia pun tidak ingin hal ini terjadi tapi karena dia sedang melakukan sesuatu yang tidak bisa membuat dia menghentimannya.
"Baiklah! tapi pastikan anakku baik-baik saja" jawab Lin Dong serius.
"Aku akan".
Lin Dong melihat pertarungan di langit mengubah wajahnya, tombak muncul di tangan kanannya. Dan matanya yang hitam berkumpul delapan warna berbeda yang terus berputar di sekitar bola matanya.
"Suami apakah kamu akan turun tangan?" tanya Ying Huanhuan menghapus darah di mulutnya.
"Iya! jika tidak bisa-bisa beberapa penguasa dan rakyat negeri langi mati karena pertarungan mereka" jawab Lin Dong dengan serius.
"Hari-hati" ucap Ling Qingzhu.
"Dong'er, hati-hati! kekuatan mereka jauh melebihi yang bisa kami tanggung jadi kami juga tidak berdaya untuk maju" ucap Lin Sang dengan lemah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...