
"Ha? seragkan padamu? mimpi! kaisar, batu ini jangan di percaya lebih baik serahkan padaku tugas mudah itu" ucap patung merah sambil mengejek patung biru.
"Sialan! aku lebih pintar darimu, jadi aku yang pantas melakukan perintah kaisar!" teriak patung biru.
"Jadi apa? ha!"
"Ha!"
"Ha!"
Keduanya salimg berdebat dan membuat Lin Tian pusing, sedangkan Zi Yanling yang melihat semuanya dari jauh tidak banyak bicara dan malah ragu untuk mendekati Lin Tian karena kedua patung bodoh itu.
"Haa! kenapa dulu orang itu mau menerima mereka" ucap Zi Yanling.
"Ketua bukankah dulu kau dan dewa neraka juga setuju, hahaah" ucap salah satu bawahannya sambil tertawa.
"Diam! haa, kalian ingat! jangan sampai kaisar tahu jika aku juga setuju dulu masalah suku batu suci" ucap Zi Yanling mengingatkan bawahannya.
"Ketua te...eh!" wajah bawahannya seketika itu berubah menjadi cemas, bahkan yang lainnya juga menatap ketuanya dengan senyum canggung.
Melihat seluruh bawahannya terdiam dan berkeringat dingin di seluruh tubuh mereka, membuat Zi Yanling merasa ada sesuatu yang salah tapi dia tidak tahu apa itu.
"Hei! kenapa kalian diam saja? apa kalian tidak ingin merahasiakannya untukku? apa kalian tahu kalau duku aku setuju karena berfikir mereka kuat dan juga sedikit lucu mungkin.." ucap Zi Yanling mengingat saat dia dan dewa neraka satuju dengan permintaan kaisar langit.
"Jadi kau tahu soal batu suci ini? jadi kau juga yang setuju menerima mereka, haa?"
"Eh?"
Zi Yanling tiba-tiba mendengar suara dari belakangnya, saat dia melihat ada Lin Tian yang menatapnya dengan wajah yang marah bahkan Zi Yanling gemetar saat melihat wajah marah Lin Tian itu.
"Ka..kaisar, itu aku bukan tidak mau mengatakannya, itu masalahnya adalah aku...aku" Zi Yanling tidak bisa berkata apa-apa karena dia tahu Lin Tian telah marah.
__ADS_1
"Kita harus berbicara baik-baik sekarang, jadi kamu mau ikut aku dengan baik-baik atau ...?" ucapan Lin Tian begitu dingin yang membuat Zi Yanling langsung dengan patuh ikut dengan dia ke dalam ruangan lain untuk berbicara.
Di dalam ruangan itu, Zi Yanling tidak bisa berbohong dan mengatakan asal usul suku batu suci itu kepada Lin Tian, juga dia dengan jujur mengaku kalau dia dan dewa nerakalah yang menerima mereka menjadi penjaga istana pengadilan ini.
Lin Tian yang mendengar asal usul suku batu suci cukup terkejut, tapi hanya sebatas itu saja. Dan karena Zi Yanling tidak jujur kepadanya Lin Tian meminta dia untuk mengawasi para suku batu suci itu dalam membersihkan dan membangun kembali istana pengadilan ini.
"Kamu mengerti bukan? pokoknya setelah aku kembali semua sudah beres!" ucap Lin Tian.
"Baik kaisar.." ucap Zi Yanling yang hanya dapat pasrah menerima keadaannya yang sekarang.
Saat keduanya keluar, seluruh pasukan rahasia menahan tawa saat melihat wajah sedih Zi Yanling. Beberapa dari mereka sadar kalau Zi Yanling sudah di beri sedikit arahan oleh Lin Tian, tentu Zi Yanling melihat semua itu dan berjanji akan menidik lagi anak buahnya dengan baik.
"Kalian berani tertawa di belakangku, lihat saja nanti setelah kaisar pergi" ucap Zi Yanling menatap mereka semua dengan tatapan marah.
"Ha! ada satu hal lagi yang aku lupa" ucap Lin Tian tiba-tiba berhenti setelah mengingat sesuatu.
"Apa itu kaisar?" tanya Zi Yanling.
"Hikuk!" Zi Yanling langsung jatuh berlutut setelah mendengar ucapan Lin Tian, dia sadar sekarang kalau kaisar yang dia ikuti sangat berbeda dengan kaisar langit yang dulu.
Meskipun Lin Tian terlihat muda tapi dia benar-benar bisa melihat apa yang ada dalam fikiran orang lain, mungkin karena inilah dia bisa mendapatkan warisan dan menjadi penerus kaisar langit.
"Ba..baik kaisar" ucap Zi Yanling dengan lemah, Lin Tian cukup puas dengan jawaba Zi Yanling dan dia pun kembali menuju tempat dimana dua patung itu masih ribut.
"Ha? ini adalah tugasku yang memimpin, kamu diam saja!" teriak patung biru.
"Ha? ini aku, dasar otak batu!" teriak Patung merah.
"Kau yang otak batu!".
Lin Tian, Zi Yanling dan yang lainnya mendengar ucapan mereka terdiam, mereka merasa aneh dengan perdebatan antara Dua patung batu itu yang menghina fikiran mereka sendiri yang padahal fikiran mereka semua sama.
__ADS_1
Ngomong-ngomong kalau tentang kepala suku batu suci, Lin Tian memintanya kembali ke sukunya untuk membawa beberapa suku batu lagi kesini karena itulah dia tidak ada lagi di istana untum sementara.
Awalnya Lin Tian ingin salah satu dari keduanya memimpin tapi dia yakin semua itu tidak akan dapat di selesaikan dengan baik oleh mereka, yang akhirnya dia memiliki fikiran untuk meminta Zi Yanling yang menjadi pemimpin.
"Kalian hentikan!" teriak Lin Tian.
"Eh? kaisar..?" ucap mereka serentak dan langsung berlutut ke arah Lin Tian.
"Baiklah, yang akan menjadi pengurus selama aku pergi adalah Zi Yanling. Ingat! kalian harus menuruti apapun perintah dia" ucap Lin Tian dengan serius.
Kedua patung batu itu awalnya tidak mau, tapi melihat kalau Lin Tian akan marah lagi kepada mereka, membuat mereka langsung mengangguk setuju seketika itu.
"Baiklah, aku akan pergi untuk sementara jadi kalian bersikap baiklah" ucap Lin Tian berjalan meninggalkan istana tersebut.
"Uhum! kalian bekerja dengan baik, untuk kaisar kita!" ucap roh pelindung sebelum dia mengikuti Lin Tian dari belakang.
Setelah pasti Lin Tian pergi, kedua patung itu menghela nafas berat karena mereka terasa terbebaskan dari bahaya super bahanya. Tentu Zi Yanling juga menghela nafas lega melihat Lin Tian pergi, tapi bukan berarti dia tidak melaksanakan tugas yang di berikan Lin Tian tapi dia menghela nafas karena memikirkan bagaimana membuat suku batu suci ini sedikit patuh kepadanya.
"Ais, aku baru saja bebas tapi sudah mendapatkan tugas yang berat seperti ini! aku merasa lebih baik aku bertempur daripada mengatur batu-batu bodoh ini" ucap Zi Yanling dalam hatinya.
Semua bawahannya tertawa kecil melihat nasih sial ketua mereka, sejak mereka di kurung dan di perlakukan kejam disini baru pertama kalinya mereka bisa bercanda lagi seperti sekarang.
"Sial! jangna tertawa!" teriak Zi Yanling kepada bawahannya.
"Ketua, ingat kata kaisar! jika kami ikut membantu anda, mungkin ketua akan menjadi kuli di alam bawah selama satu tahun" goda salah satu bawahnnya.
"Sial! awas saja kalian nanti!" ucap Zi Yanling dengan wajah kesal, tapi di hatinya ada sedikit perasaan senang yang membuatnya agak santai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...