
Suara yang terdengar marah itu menggema ke seluruh dunia dewa, membuat semua orang di dunia dewa kaget karena suara itu.
BOOMM...
"Ugh!"
Tinju raksasa memukul pria kipas itu hingga dia terlempar keras ke tanah bahkan jejak pukulan besar itu membekas di tanah tersebut. Wajah Ling Xu'er kaget untuk sementara waktu tapi tiba-tiba dia sadar dan juga tahu suara siapa yang terdengar itu.
Dua sosok keluar dari lubang dimensi di langit, sosok itu langsung berdiri di depan Ling Xu'er dengan wajah yang sangat marah. Saat Ling Xu'er melihat sosok itu air mata tanpa sadar jatuh membasahi pipinya. Dia berusaha untuk bergerak tapi di karenakan racun yang sudah menjalar ke seluruh tubuhnya membuat dia hanya bisa mengangkat tangannya sebelum dia mulai jatuh ke bawah.
Swishh...
"Kenapa kamu begitu keras kepala? bukankah kamu tahu kalau dirimu bukan lawannya?" ucap pria yang tidak lain adalah Lin Tian itu sendiri.
"Aku...!" Ling Xu'er tidak dapat menjawab.
Dan sosok lain adalah Sheng Chu'er yang ikut bersama Lin Tian turun ke dunia dewa. Sheng Chu'er menatap Ling Xu'er yang sangat kesakitan itu tapi dia bisa melihat kalau ada kebahagiaan di mata Ling Xu'er yang membuat hati Sheng Chu'er agak sakit dan sedih.
Dia tanpa peduli dengan keduanya dan menatap pria yang baru saja berdiri dari pukulan tinju Lin Tian. Wajahnya dan Aura membunuh menyebar ke seluruh tempat di sekelilingnya itu.
"Uhuk..uhuk..! wanita cantik yang lain" ucap pria itu terbang dan berdiri di depan Sheng Chu'er dengan wajah mesum memandangi seluruh badan Sheng Chu'er.
"Berani menyentuh saudariku mati!" ucap Sheng Chu'er dengan nada dingin.
"Sungguh wanita yang dingin, jika kamu ingin membunuhku maka cobalah" ucap pria kipas itu menyerang Sheng Chu'er diam-diam dengan pisau kecilnya.
"Sungguh pria yang tercela".
Sheng Chu'er langsung bisa merasakan senjata kecil yang di lepaskan oleh pria itu dan dengan mudah menangkis setiap pisau kecil yang datang menyerangnya tersebut.
Melihat Sheng Chu'er dapat menangkis pisaunya wajah pria itu sedikit mengerut. Dia melepaskan aura dewa penguasanya untuk menekan Sheng Chu'er. Sayangnya dia tidak tahu kalau wanita yang ada di depannya lebih kuat dari dia.
"Hanya Dengan ranah ini kamu berani menekanku? sungguh lelucon!".
__ADS_1
Sheng Chu'er langsung melepaskan auranya yang berada di ranah dewa penguasa tingkat menengah tahap awal. Seketika itu Wajah pria itu langsung ketakutan dan dia yang tadi ingin menekan Sheng Chu'er malah berbalik dia yang di tekan.
"Ba..bagaimana mungkin? dewa penguasa yang ada di dunia dewa tidak lebih dari lima dan kelimanya sudah bertarung dengan jenderal lainnya! kamu siapa?" tanya pria kipas itu dengan ketidakpercayaan di wajahnya memandang Sheng Chu'er.
"Aku? malaikat maut mu!" ucap Sheng Chu'er.
Sosok rubah ekor sembilan muncul di belakang Sheng Chu'er. Rubah itu awalnya masih menutup matanya tapi saat dia telah di panggil oleh Sheng Chu'er matanya perlahan terbuka yang langsung terfokus ke arah pria tersebut.
"Ka..kamu dari alam kehidupan? tidak! alam langit masih tersegel mana mungkin dewa dari alam langit bisa turun" teriak pria itu yang sudah ketakutan.
"Semut! berani membuat tuanku marah, mati!" ucap roh rubah itu kepada Pria tersebut.
Setelah itu dari mulut rubah muncul bola kecil yang melesat lurus ke arah pria itu, dan bola kecil itu bagaikan cahaya yang tidak terlihat sebelum orang-orang sadar pria kipas itu telah mati dengan dahinya di tembus oleh serangan rubah tersebut.
"Ba..bagaimana mungkin!" ucap pria itu mati dengan menyedihkan karena roh nya langsung di telan oleh Rubah ekor sembilan itu.
"Tidak terlalu enak tapi lumayan" ucap roh rubah tersebut.
"Kamu terlalu cepat membunuhnya" ucap Sheng Chu'er agak kesal.
Roh itu meminta maaf karena telah membunuh pria itu dengan mudah. Sheng Chu'er sadar kalau rohnya hanya mengikuti kata hati dia sendiri jadi, karena itulah roh rubah langsung bertindak setelah merasakan amarah dia sendiri.
"Kembalilah" ucap Sheng Chu'er. mendengar ucapan Sheng Chu'er roh rubah itu menghilang langsung di hadapan semua ahli yang masih tercengang dengan apa yang terjadi barusan.
Swishh...
"Suami bagaimana keadaan saudari?" tanya Sheng Chu'er kepada Lin Tian yang sedang menggendong Ling Xu'er.
"Dia baik-baik saja, racunnya sudah aku hilangkan! disana bagaimana?".
"MMM! aku membunuhnya" jawab Sheng Chu'er.
"Hmm..!" Lin Tian melihat Sheng Chu'er agak lama sebelum menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Wanitanya ini terlihat polos di depannya tapi kejam kepada musuhnya, iya walaupun semua wanitanya seperti itu tapi Sheng Chu'er adalah yang paling lembut dan penyayang di antara wanitanya.
"Jaga dulu dia untukku! aku harus mengurus sesuatu dulu" ucap Lin Tian menyerahkan Ling Xu'er yang tidak sadarkan diri kepada Sheng Chu'er.
"Eh? baik suami" jawab Sheng Chu'er langsung memangku Ling Xu'er.
Lin Tian menatap ke arah ibunya yang masih bertarung dengan seorang wanita. Tapi Lin Tian dapat mengetahui kalau wanita itu adalah Dewi Phoenix kegelapan yang pernah bertarung dengan ibunya sampai mati.
Lin Tian menghilang dan muncul di depan Ying Huanhuan. Dia memandang Dewi Phoenix kegelapan dengan wajah yang tenang tanpa ekspresi sedikitpun.
"Kamu siapa?"
Dewi Phoenix kegelapan agak terpesona dengan ketampanan Lin Tian. Ying Huanhuan menatap Lin Tian dengan seluruh tubuhnya bergetar kegirangan karena bahagia. Anak yang telah lama menghilang sebenarnya kembali sekarang dan juga dia bisa merasakan kalau kekuatan anaknya sudah cukup untuk bersaing dengan dia sendiri.
"Kamu Dewi Phoenix kegelapan bukan?".
"Iya! kenapa?"
"Aku hanya ingin menanyakan beberapa pertanyaan, apakah kita bisa mengobrol dengan Baik?" tanya Lin Tian dengan senyum di wajahnya.
"Tampan! apa yang ingin kamu tanyakan padaku? aku akan menjawabnya dengan jujur" jawab Dewi Phoenix kegelapan dengan senyum manis.
"Apakah kamu salah satu jenderal dari Dewa penghancur? dan apa tujuannya menguasai dunia dewa?".
Pertanyaan Lin Tian membuat senyum Dewi Phoenix kegelapan menjadi hilang, dia langsung memandang Lin Tian dengan wajah muram. Karena dia merasa kalau Lin Tian mengetahui terlalu banyak rahasia yang dimiliki oleh dia dan tuannya.
"Jangan memandangku seperti itu! aku sudah bertemu dengan tuanmu dan juga membunuh beberapa jenderal yang berada di bawahnya sebelum ini, jadi kenapa kamu begitu kaget?".
Ucapan Lin Tian langsung membuat Dewi Phoenix kegelapan kaget dan jantungnya terasa ingin pecah karena ucapan Lin Tian yang terdengar santai itu.
"Siapa kamu? dan apa tujuan kamu menggangguku?" tanya Dewi Phoenix kegelapan dengan nada dingin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...