Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
135. Kenangan Bai kecil


__ADS_3

"Apanya yang tidak meleset! kamu bisa membunuhku." teriak naga kecil yang melihat dengan wajah ngeri api biru tersebut.


Bagaimana dia tidak takut? jika terkena saja sedikit oleh api biru itu, maka tubuhnya akan terbakar menjadi naga panggang tentu saja dia tidak mau hal seperti itu.


Apalagi Lin Niao adalah vermilion Bird yang apinya sebanding dengan Phoenix, di tambah dengan Lin Niao yang mendapat bantuan dari Lin Tian tentu saja apinya lebih dari api vermilion Bird biasa.


"Tenang saja, jika kamu terbakar palingan hanya akan terbakar" ucap Lin Niao.


"Apanya yang hanya terbakar? sialan! wanita memang kebanyakan gila! cepat lepaskan aku!" teriak naga kecil.


BOOMM..


"Hiks!".


Naga kecil terdiam saat api biru melewati telinganya yang imut dalam sekejap, lalu meledak di belakangnya dengan ledakan yang cukup besar.


"Sepertinya meleset! hm, aku harus mencoba lagu." fikir Lin Niao.


"Oi! apa maksud mu coba lagi? kamu ingin membunuhku? dimana kata suka sebelumnya itu darimu?".


Naga kecil terus berteriak ketakutan untuk meminta dia agar di lepaskan dari ikatan ini, jelas kalau dia tidak mau menjadi naga bakar disini karena dia masih belum menikmati banyak hal baru di dunia ini.


"Tenang saja, aku akan meminta kakak untuk menyembuhkan mu jika nanti terbakar, atau mungkin bibi Bai dan nenek Ming suka dengan daging naga? iya, mungkin aku akan membaginya dengan ibu Bai, nenek serta para saudari ipar yang lain" ucap Lin Niao membuat seluruh bulu naga kecil berdiri dengan tegak.


Menjadikan dia daging naga? tentu dia tidak mau, hidupnya masih panjang tidak akan mati begitu saja di tangan wanita yang kejam ini.


BOOMM...


"Ah! telingaku!" teriak naga kecil melihat telinganya ada api biru.


"Eh? hanya telinga kah! sebaiknya aku harus fokus lagi" ucap Lin Niao.

__ADS_1


"Tidak..tidak.. Niao yang cantik, manis, baik hati dan paling hebat, tolong lepaskan naga kecil ini, biarkan naga kecil ini pergi, aku mohon" ucap naga kecil mengemis untuk hidupnya di hadapan Lin Niao.


Tapi Lin Niao tidak peduli dan masih terus menyerang naga kecil dengan api biru, yang membuat naga kecil berteriak histeris disana karena menerima hukumannya dengan kejam.


Walaupun masalah naga kecil bisa di bilang hanya sepele, tapi naga kecil telah benar-benar meremehkan hati wanita, karena kadang masalah kecil itu dia akan selalu mengingatnya sampai satu tahun dan mungkin seumur hidupnya.


"tidak!!! kakak bantu aku, kakak ipar, ibu Bai, nenek Ming!" teriak naga kecil dengan sedih di tempat itu tanpa ada yang peduli dengan hidupnya yang kecil tersebut.


......................


Di alam bunga...


Terlihat Bai kecil duduk di puncak yang berada di salah satu tempat alam bunga, dia masih memandang langit dengan wajah tenang, jika saudara-saudaranya serta Lin Tian melihat hal itu mereka pasti tidak akan percaya kalau Bai kecil bisa memasang wajah seperti itu.


"Haa! apakah ibu masih memikirkan masalah dia?" fikir Bai kecil di hatinya.


Dia anak dari Bai Yu tentu tahu apa yang menjadi sakit di hati Bai Yu selama ini, kerinduan, ketidakberdayaan, dan juga kekhawatiran yang di sebabkan oleh orang itu membuat Bai Yu diam-diam menjadi murung.


Bahkan Bai kecil pernah melihat dulu Bai Yu menangis sendirian di kamarnya, bahkan sekarang dia bisa merasakan kalau Bai Yu masih berharap kalau orang itu masih hidup.


"Apakah ada masalah? kenapa wajahmu terlihat murung?" tanya Dewi bunga saat muncul di samping Bai kecil.


Bai kecil yang tahu kedatangan Dewi bunga hanya tersenyum, dia lalu masih berbaring di puncak gunung itu sambil melihat ke langit yang cerah tanpa melihat lagi ke arah Dewi bunga.


Melihat Bai kecil yang diam dan tidak ingin bicara itu, Dewi bunga juga hanya duduk di samping menemani Bai kecil tanpa bertanya lagi kepadanya.


Dewi bunga tahu kalau mungkin Bai kecil sedang memikirkan beberapa hal yang sulit dia ungkapkan kepadanya, jadi karena itulah dia tidak mengganggu Bai kecil.


"Nah, apakah aku salah jika aku menjadi egois?" tanya Bai kecil tiba-tiba kepada Dewi bunga.


"Eh? kenapa tiba-tiba mengatakan hal seperti itu?" tanya Dewi bunga agak kebingungan dengan perkataan Bai kecil.

__ADS_1


"Tidak, aku hanya merasa kalau terkadang apa yang ingin kita lakukan terasa berat untuk di lakukan" ucap Bai kecil yang masih tetap memandangi langit biru.


Dewi bunga terdiam karena dia benar-benar tidak mengerti apa yang di maksud oleh Bai kecil, dia hanya memandangi pria yang dia cintai itu dengan wajah yang rumit.


Bai kecil tidak lagi berbicara karena dia mengerti mungkin hanya dia yang tahu bagaimana perasaannya sekarang, dia benar-benar mengingat masa lalu di saat Bai Yu menangis sendirian di kamarnya.


Di saat itu Bai kecil baru saja kembali dari perjalanannya dari luar, dan ingin menemui Bai Yu untuk memberitahukan kalau dia masih baik-baik saja.


"Kenapa kamu pergi? kenapa?" ucap Bai Yu sendirian di dalam kamarnya.


Bai kecil yang berdiri di depan pintu kamar itu pun terdian dan tidak mencoba masuk ke dalam kamar lagi, dia benar-benar sedih saat mendengar suara ibunya yang menangis sendirian di dalam kamar.


"Ibu apakah masih memikirkan orang itu?" fikir Bai kecil di dalam hatinya dengan kesal.


Setelah tak berselang lama, saat Bai kecil merasa Bai Yu tidak lagi menangis dia mengetok pintu kamar itu dan memanggil Bai Yu yang ada di dalam.


"Ibu? apa kamu di dalam? ini anak mu yang tampan baru kembali" ucap Bai kecil yang dulu adalah kaisar harimau.


"Kenapa kamu kembali? apakah kamu masih tahu jika kamu mempunyai ibu disini?" teriak Bai Yu keras dari dalam kamarnya.


"Cih! aku hanya berfikir kembali untuk melihat apakah ibu sudah tidak ada lagi atau belum, jika tidak ada lagi mungkin aku bisa menguasai harta warisan ibu dengan cepat." ucap Bai kecil yang tidak tahu malu saat itu.


Mendengar hal itu langkah kaki Bai Yu menjadi cepat dan dia membuka pintu kamarnya dengan keras, tapi saat dia membukanya Bai kecil sudah lari dengan sangat cepat.


"Anak Kurang ajar, kembali kau kesini!" teriak Bai Yu mengejar Bai kecil sambil membawa sebuah cambuk di tangannya.


"Ibu, itu cambuk api roh! jika kamu memukulku dengan itu aku bisa-bisa tidak bergerak selama satu tahun!" teriak Bai kecil yang melihat cambuk di tangan Bai Yu itu.


"Peduli amat! berani mengutuk ibumu seperti itu, hanya ini hukuman yang cocok untukmu!" teriak Bai Yu tidak peduli.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2