Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
306. Pengorbanan Dua saudara


__ADS_3

"Selamat tinggal Kakak" ucap keduanya berbalik. Mereka menatap dua jari raksasa tersebut tanpa sedikitpun takut, malah mereka sangat bersemangat saat melihat dua jari yang datang itu.


"Saudaraku, mari kita minum bersama dua saudara di alam lain nanti ".


"Tentu, aku harap si kecil masih menyisakan kita anggur yang baik".


Dewa kematian tersenyum puas sambil mengingat semua hal yang terjadi dulu kepada mereka. Keduanya untuk sebentar menoleh ke belakang dan menghancurkan robekan tersebut di bawah tatapan Pria Berjubah biru dan singa perak tersebut.


"Hm?"


"Ayo! Pedang kematian pengorbanan darah!".


"Pengorbanan darah, Pukulan kehancuran!".


Kedua saudara itu dengan keras kepala berdiri bahu membahu dan mengorbankan seluruh esensi Darah mereka agar dapat menghancurkan dua jari tersebut untuk tidak mengganggu ruang yang baru saja tertutup itu.


"Tidak ..!"


Lin Tian dan dewa neraka berteriak saat melihat dua sosok dengan keras kepala pergi menahan dua jari raksasa tersebut di bawah tatatapan mereka.


"Hiyaaaaaaaa!"


"Aku tidak akan kalah!"


Keduanya dengan keras kepala bertabrakan dengan dua jari itu. Padahal seluruh tubuh mereka telah mengeluarkan darah di setiap bagian tubuh mereka tapi jelas mereka tidak peduli bahkan jika tangan atau organ dalam mereka hancur.


BOOMM..


Ledakan keras membuat robekan ruang tadi tertutup di bawah tatapan tidak percaya Lin Tian dan dewa neraka. Bahkam dewa kaisar Kematian merasakan sakit di hatinya saat melihat dua junior mengorbankan hidup mereka untuknya meskipun dia tahu kalau hal itu murni tidak pada hati nurani mereka berdua.


Dewa neraka hanya melihat sekilas kalau kedua saudaranya itu tersenyum memandang robekan ruang yang tertutup itu sebelum meledak bersama dengan dua jari raksasa tersebut. Hatinya sakit? jelas sakit! dia sedih? tidak, itu bukan kesedihan tapi semacam tidak keberdayaan, kegagalan dalam melindungi sesuatu yang ingin dia lindungi.

__ADS_1


Robekan ruang tertutup membuat Lin Tian dan yang lainnya menghilang dari tata Surya tersebut. Wajah singa perak sangat jelek melihat Lin Tian dan dua lainnya yang kabur itu, dan dia juga mengutuk dua orang bodoh yang rela mati agar Lin Tian bisa kabur.


"Sial! keduanya pantas untuk mati, jika mereka tidak menghalangi serangan mu itu mungkin mereka dan tiga lainnya sudah mati bersama! bukankah itu lebih bagus daripada melakukan hal bodoh seperti mengorbankan diri sendiri?" ucap singa perak dengan kesal.


Pria berjubah biru itu masih diam memandang ke tempat robekan yang telah tertutup itu. Untuk sementara dia melihat ke tempat dimana dua pria yang telah mati dengan tubuh telah menjadi debu di tata Surya tempat dia tinggal itu.


"Persaudaraan benar-benar hal yang menakutkan!" ucap pria berjubah biru itu sambil melepas penutup kepalanya.


"Apa? kamu fikir hal itu menakutkan? apakah kamu bodoh? itu hanyalah hal bodoh yang di ciptakan oleh orang lemah untuk mengikat orang yang lebih kuat dari mereka ataupun menghindari mereka".


Singa perak yang termasuk ke suku dimana yang kuat berkuasa serta suku yang tidak memiliki rasa persaudaraan ataupun kepedulian tetap sesama tentu meremehkan hal tersebut.


Berbeda dengan pria tampan berjubah biru tersebut, dia telah melihat berbagai manusia maupun dewa dan dia juga melihat berbagai macam sifat mereka membuat dia percaya kalau persaudaraan tidak bisa di anggap remeh.


Apalagi, dihadapan kata saudara mereka pasti akan gila untuk membalaskan dendam atas kematian saudara mereka. Bahkan jika mereka yang sepintar dan sejenius dewa neraka dibiarkan untuk hidup, Sudah bisa dipastikan kalau dia dan kelompoknya akan mendapatkan masalah besar. tapi semua telah terjadi, Lin Tian dan dua orang lainnya telah kabur. jadi dia hanya bisa melakukan langkah tindakan kedepan untuk menangani mereka bertiga.


"Kamu kembali sempurnakan wujudmu itu! dan masalah hukuman nanti akan di putuskan oleh tuan mu sendiri" ucap pria tampan itu.


"Apalagi yang bisa kita lakukan? apakah kamu ingin menghilang dan dijadikan objek percobaan seperti bawahanku yang keluar dari sini?".


Jawaban Pria tampan berjubah biru membuat singa perak terdiam, dia dengan kesal berbalik pergi meninggalkan pria tersebut tanpa mengatakan apapun kepadanya.


"Sepertinya dia akan sangat membenciku" ucap pria itu sambil menghela nafas memikirkan sesuatu.


"Hei! Hal ini benar-benar Merepotkan, tapi itu tidak masalah hanya beberapa semut yang kabur".


Pria tersebut akhirnya memutuskan melupakan masalah Lin Tian dan dewa neraka yang berhasil kabur dengan dewa kaisar Kematian. Bagaimanapun satu atau tiga orang yang memiliki kekuatan seperti itu tidak akan mengganggu rencana dia dan tuan meteor perak tersebut.


"Sudah sangat lama, bagaimana jika kamu tahu kalau aku yang membunuh saudaramu? apakah kamu akan membenciku sampai mati?" ucap pria itu sambil tersenyum aneh.


Mungkin jika Lin Tian dan dewa neraka ada disana sekarang dan melihat wajah pira tersebut, akan membuat mereka snagat kaget sayangnya mereka telah pergi dan tidak berhasil melihat wajah pria itu dengan jelas kecuali suaranya.

__ADS_1


Akhirnya pria itu pergi kembali ke planet perak tanpa sedikitpun mengatakan apapun. Dia kembali duduk dan menutup matanya lagi tidak memperdulikan suara atau kekesalan di sekitarnya.


Grrrr!


"Sabar, meskipun mereka berhasil akbur tapi mereka akan tetap mati setelah rencana kita dimulai" ucap pria itu tanpa membuka matanya.


Planet itu kembali tenang tanpa ada suara sedikitpun setelah mendengar ucapan pria tampan itu.


......................


"Ugh!!" Lin Tian tiba-tiba memuntahkan darah lain lagi di dalam ruang yang masih porak poranda tersebut.


Dewa neraka yang melihat itu, menyentuh pundak Lin Tian dan menyalurkan energi untuk melindungi dia dari angin di ruang tersebut. Termasuk dewa kaisar Kematian juga dengan usaha keras melindungi Lin Tian yang setengah sadar.


Awalnya mereka memang berhasil keluar dari tata Surya itu hidup-hidup, sayangnya karena ruang di dalam sangat kacau membuat Lin Tian bertindak cepat dengan menggunakan kekuatan ruang untuk menstabilkan paksa ruang di tempatnya sambil melindungi dua lainnya.


Meskipun begitu itu hanya dapat beberapa jam sebelum Lin Tian kelelahan karena kekurangan energi, sedangkan dua lainnya telah berhasil memulihkan sedikit kekuatan mereka yang langsung mengambil alih untuk melindungi Lin Tian.


"Apa kamu masih sakit?" tanya Lin Tian lemah kepada dewa neraka.


"Sedih? tentu, tapi meskipun begitu apa yang dapat aku lakukan? lebih baik aku membantumu seperti keinginan mereka dan tidak membuat mereka kecewa di atas sana" jawab dewa neraka sambil tersenyum lemah.


Mendengar jawaban dewa neraka Lin Tian dan juga dewa kaisar Kematian menghela nafas berat. Mereka kehilangan cukup berat dengan mengorbankan dua saudara dari dewa neraka agar mereka bisa kabur dari tata Surya tersebut.


"Kemana kita akan di lemparkan?" tanya dewa neraka kepada Lin Tian.


"Aku mencoba untuk sampai kesana, sayangnya kepercayaanku setelah melihat ruang disini Tidak sampai tiga puluh persen" jawab Lin Tian menghela nafas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2