Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
343. Kita adalah makhluk tertinggi


__ADS_3

"Hahaha, sakit? klon itu adalah kegagalan dalam hidupku! dan semua yang dia lakukan benar-benar sudah jauh dari apa yang aku perintahkan, jadi semua apa yang dia lakukan dulu itu hanyalah sampah di mataku. Jadi mana mungkin aku bisa merasakan sakit terhadap hal-hal yang dilakukan oleh klonku itu!". Huang Sheng dengan santai membantah ucapan dari Huang De masalah klonnya yang telah gagal dalam perintahnya dulu.


"Kamu benar-benar masih kejam" ucap Huang De dengan senyum menatap Huang Sheng.


"Tentu, kita adalah makhluk tertinggi dan setiap yang hidup disini hanyalah budak serta makanan untuk kita. Jadi tidak perlu berbelas kasih terhadap hidup mereka itu".


Keduanya terlihat sangat santai, mereka bahkan jelas memiliki niat untuk menelan seluruh makhluk hidup yang telah hidup di zaman Lin Tian sekarang. Dan rencana utama mereka hanya agar mereka bisa sejajar dengan Sang pencipta.


"Saatnya memanen apa yang telah kita besarkan" ucap Huang De dengan lembut.


"Hahaha, semoga mereka seenak orang-orang di zaman kuno ini dulu". Tanpa sadar Huang Sheng menjilat bibirnya membayangkan dirinya menelan utuh seluruh makhluk hidup yang ada di zaman Lin Tian itu.


Di tempat lain, singa perak terlihat bahagia dan menatap semua meteor perak yang ada disana dengan wajah kemenangan. Dia mendapatkan sesuatu yang membuat dirinya menjadi orang yang berkuasa di dalam pasukan Meteor perak itu.


"Aku pergi dulu! saat aku kembali akanku bawakan beberapa oleh-oleh untuk kalian" ucap Singa perak.


Perlahan dia menutup matanya dan cahaya hitam mengelilingi seluruh tubuhnya, saat itulah tubuhnya mulai di telah oleh cahaya hitam sebelum menghilang sepenuhnya di hadapan semua meteor perak yang ada disana melihat Singa perak.


"Hahaha, bocah-bocah kecil aku datang! semoga kalian tidak mengecewakan aku" ucap Singa perak yang telah menghilang.


......................


Setelah satu Minggu berlalu, Lin Tian masih belum sadar dan semua penguasa masih sibuk mencari cara agar Lin Tian dapat kembali membaik. Tapi semua itu berakhir dengan perdebatam yang tidak berujung, membuat Lin Dong serta Bai Wutian yang terkuat dari mereka menjadi pusing. Mu Xuanyin meminta Tian Hunhu membantu meredakan situasi di aula, dan dia melakukannya dengan baik. Membuat semua penguasa ketakutan bahkan tidak berani lagi terlalu membuat onar disana.


Dan juga tiga hari sebelumnya, seluruh orang-oranh keluarga Tian sampai di istana langit. Tetua agung keluarga Tian juga membawa orang-orang terpercaya dari Tian Hunhu bersamanya untuk menjalani latihan yang telah di rencanakan Lin Tian. Alasan karena keadaan Lin Tian membuat semua itu di tunda sampai sekarang, bahkan Lin Dong tidak pernah terpikirkan lagi untuk melatih para penguasa itu.


"Paman Lin, mari mulai latihannya sekarang! menurutku tidak perlu menunda apa yang telah di rencanakan saudara ipar karena keadaannya sekarang. Tentu, apa yang aku katakan karena aku sedikit mengerti sifat dari saudara iparku itu" ucap Tian Hunhu memandang Lin Dong.

__ADS_1


"Huf.. aku mengerti itu, tapi keadaan kita sekarang benar-benar merepotkan" jawab Lin Dong dengan sedih.


"Paman! lakukan apa yang di katakan adik nona ini, aku yakin adik juga pasti berfikiran sama dengan nona ini. Jika paman terus menunda semuanya dan adik mengetahui hal itu pasti dia akan marah". Bing Zhao berdiri dan berbicara dengan serius kepada Lin Dong.


"Benar paman! Aku setuju dengan saran nona Tian dan kakak besar". Su Kun ikut berbicara untuk membantu Tian Hunhu dan juga Bing Zhao.


"Aw! kenapa kamu mencubitku?" tanya Su Kun menatap peri elf dengan bingung.


"Hm!". Dewi Elf hanya memalingkan wajahnya dari Su Kun, jelas kalau dia sedang marah karena Su Kun tidak pernah kembali menemuinya sejak pergi ke negeri langit.


"Ais! wanita memang aneh" fikir Su Kun tidak berani memarahi Dewi Elf, takut dia di seret kembali ke alam elf dan di hukum disana.


Swisshh...


Mu Xuanyin tiba-tiba muncul di aula, wajahnya terlihat masih dingin dan juga memancarkan aura yang membuat semua orang kedinginan. Lin Dong menatap menantunya, selama seminggu ini Mu Xuanyin tidak pernah datang ke aula dan hanya memberi perintah agar Tian Hunhu membantu Lin Dong mengurusi situasi disini.


Entah kenapa tatapan Mu Xuanyin membuat mereka langsung menjadi serius, Mu Xuanyin adalah istri pertama Lin Tian dan juga permaisuri besar negeri langit. Dia juga memiliki status nomor dua di bawah Lin Tian, jadi apa yang dia katakan mutlak harus mereka turuti.


Tapi, karena Lin Dong ada disana, mereka juga harus mendengar pendapatnya. Bagaimanpun jika Mu Xuanyin adalah yang kedua maka Lin Dong adalah yang paling tinggi dari Mu Xuanyin maupun Lin Dong.


Bagaimanapun Lin Dong adalah ayah Lin Tian. Sesaat Lin Dong diam lalu akhirnya dia berdiri sambil menatap semua penguasa itu dengan serius.


"Mari kita mulai pelatihannya besok. Dan untuk urusan anakku, dewa kematian, dewa takdir! aku serahkan kepada kalian" perintah Lin Tian menatap dua dewa kuno itu.


"Iya!"


"Untuk dewa neraka, Lang kecil!".

__ADS_1


"Iya paman Lin" ucap Lang kecil terbang ke depan Lin Dong.


"Kamu pergi ke alam bawah dan katakan kepada dewa neraka untuk membawa orang-orang terpercayanya besok agar bisa di latih oleh kita! termasuk dia sendiri" ucap Lin Dong.


"Baik! aku pergi sekarang".


"Kalian semua! waktu kita sepuluh tahun lagi, dan jika anakku tidak bisa memberi perintah biar aku Lin Dong yang memberi kalian perintah! kalian mengerti?".


"Kami menuruti perintah sang Kaisar". Semua penguasa dengan hormat mematuhi semua perintah Lin Dong tanpa ragu.


Lin Dong cukup puas dengan semua itu, lalu membubarkan mereka agar bersiap untuk besok. Mu Xuanyin kembali ke kamar Lin Tian dan duduk bersama tiga wanita Lin Tian yang lainnya sambil memeriksa terus keadaan Lin Tian.


"Kakak, kapan suami bangun?" tanya Ling Xu'er yang entah kenapa wajahnya terlihat kurang sehat.


"Kamu! suami pasti bangun, kalian bertiga pergilah istirahat! lihatlah keadaan kalian ini, jika suami tahu dia pasti akan marah" ucap Mu Xuanyin memarahi ketiga saudarinya itu.


"Kami tidak bisa kak, kami ini sangat lemah di bandingkan kamu. Kami tidak bisa membantunya dalam hal kekuatan karena itu, hanya ini yang bisa kami lakukan sebagai istri untuknya" jawab Lan Jingyi dengan sedih.


"Kalian ini!".Mu Xuanyin tidak dapat berkata-kata terhadap tingkah ketiga saudarinya itu, dia juga mengerti dengan ketidakberdayaan ketiga wanita itu.


"Agh!".


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2