Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
103. Bertemu Sosok Putih


__ADS_3

Lin Tian masih dalam fikiran nya selama seminggu sebelum anak itu lahir, apa yang harus dia rasakan didalam sini? apa arti merasakan?.


Ini hanya tubuh yang masih berada di dalam perut seorang ibu, apa yang dapat di lakukannya? merasakan apa? itu benar-benar membuat Lin Tian sangat bingung.


Tapi semakin hari waktu Lin Tian semakin sedikit, dia benar-benar tidak mengerti apa yang di maksud merasakan.


Di hari Minggu terakhir...


"Merasakan? iya! meskipun aku masih berada di dalam perut si ibu tapi pasti setiap bayi yang di kandung sudah memiliki roh!" ucap Lin Tian setelah memikirkannya.


Jika bayi itu memiliki roh yang berarti bayi itu tentu juga dapat merasakan semua yang terjadi di sekitarnya tanpa melihat, mendengar ataupun bergerak.


Karena saat roh masuk ke dalam bayi maka saat itu lah sepenuhnya roh itu merasakan sesuatu di sekitarnya, dan kadang kandungan bayi perut si ibu lebih peka dalam saat bahaya.


"merasakanmya dengan roh! hal ini sudah umum di dunia kultivator tapi apa gunanya roh? apa itu roh?". fikir Lin Tian.


Di akhir hari terakhir...


"Iya! roh adalah sesuatu hal yang mengendalikan jiwa dan raga kita, dan hal inilah yang akan membuat kita merasakan semua hal yang terjadi di sekitar kita seperti itu nyata! dan juga karena roh lah terciptanya sebuah kehidupan di dunia ini". ucap Lin Tian sambil tersenyum.


Dia mengendalikan rohnya di saat hari terkahir dengan tenang, roh Lin Tian perlahan dari kecil ke anak-anak lalu menjadi dewasa dan tua.


Lalu kembali ke anak-anak dan setelah beberapa jam kembali ke wujud asli Lin Tian, Lin Tian yang melihat rohnya tersenyum puas.


Dia dapat merasakan kalau setelah dia kembali ke tubuh dia sendiri maka kekuatan nya pun telah meningkat lagi, dan dia pun tidak tahu sejauh mana dia akan maju setelah keluar nanti.


"Bagus! roh memang sama dengan kehidupan, dan roh itu sendiri adalah pengendali jiwa dan raga seseorang, lulus!" ucap suara tersebut.


Lalu Lin Tian tiba-tiba muncul di sebuah ruangan kotak yang aneh, di ruangan tersebut ada banyak lukisan yang sama dan memiliki kemiripan yang sama persis.


Bahkan Lin Tian tidak bisa membedakan mana yang berbeda dari setiap lukisan tersebut.


"Selanjutnya temukan lah lima lukisan yang berbeda disini, maka kamu akan lulus!" ucap suara itu lagi.

__ADS_1


"Waktunya ada Satu tahun, dan ku harap dalam satu tahun kamu bisa menemukan mana yang berbeda, aku akan kembali dalam satu tahun" ucap suara itu kepada Lin Tian.


Lin Tian yang mendengar hal itu mengerutkan keningnya, bahkan dia pun tidak dapat mengenali mana yang berbeda di dalam setiap lukisan di ruangan itu.


Tapi dia masih punya satu tahun lagi jadi dia dengan hati-hati terus berjalan mengelilingi setiap lukisan yang ada disana sambil melihat nya dengan cermat dan hati-hati.


Setelah enam bulan berlalu Lin Tian hanya diam sambil duduk di sana tanpa bergerak bahkan dia pun tidak lagi memperhatikan lukisan di dinding tersebut.


Dan itu terus sampai pada akhirnya satu tahun berlalu, Lin Tian masih diam dan tak bergerak sedikitpun dari tempatnya.


"Bagaimana? apa jawaban mu?" tanya suara yang tiba-tiba muncul entah dari mana.


Lin Tian membuka matanya dan berdiri sambil tersenyum, dia lalu dengan wajah tenang berkata dengan santainya.


"Aku tidak memilih apapun! mereka semua sama dan menurutku tidak ada perbedaan dari setiap lukisan tersebut" jaaab Lin Tian sambil tersenyum.


"Sama? apakah kamu bercanda? jika kamu tidak bisa memberi aku penjelasan bagus maka tinggal saja disini!" ucap suara itu agak marah.


"Kenapa aku harus memilih lima dari lukisan tersebut jika aku bisa memilih mereka semua, sama hal nya dengan seluruh makhluk hidup di dunia ini! mereka memiliki nyawa, mereka mimiliki kehidupan masing-masing" jelas Lin Tian.


Dan menurut Lin Tian semua makhluk hidup yang bernyawa itu sama! mereka hidup dan menjalani hidup mereka menurut fikiran mereka sendiri.


Jadi karena itu Lin Tian menganggap semua lukisan itu makhluk hidup, jika begitu kenapa dia harus memilih lima dari mereka? mereka punya kelebihan dan juga kekurangan tersendiri.


Suara itu terdiam, jawaban Lin Tian di luar dari apa yang dia fikirkan awalnya dia hanya ingin Lin Tian memilih lima dari lukisan yang berbeda dan membiarkan Lin Tian lulus di ujian ini jika hanya betul dua saja.


Tapi....


"Aku tidak menyangka kalau kamu berfikir begitu jauh di luar apa yang aku fikirkan" ucap suara tersebut.


"Bukan aku yang berfikiran terlalu jauh, ini adalah hal yang mudah di pahami oleh setiap orang, hanya terkadang apa yang mudah akan terasa sulit bagi seseorang bila sudah merasa terdesak atau putus asa" jelas Lin Tian sambil tersenyum.


Tidak ada jawaban dari suara tersebut setelah Lin Tian menjawab, tapi tiba-tiba hal aneh terjadi tempat dimana Lin Tian berada berubah menjadi ruang yang kacau.

__ADS_1


Dan Lin Tian pun berpindah ke tenpat dimana area itu penuh dengan energi yang luar biasa, bahkan dia merasakan enegi disana sangat bagus untuk kultivasi.


"Ini...?"


"Selamat datang di lantai sepuluh, tidak selamat datang di tempatku!" ucap suara yang memberikan ujian kepada Lin Tian.


Sesosok berwarna putih muncul tak jauh di hadapan Lin Tian, sosok putih itu tersenyum melihat ke arah Lin Tian.


"Kamu siapa?" tanya Lin Tian.


"Aku? apakah saudara mu tidak pernah memperkanalkan aku padamu?" ucap leluhur segala roh kepada Lin Tian.


Mendengar itu Lin Tian mengerutkan keningnya, saudara? siapa yang di maksud oleh sosok putih itu?.


"Hei.. saudaraku! kenapa tidak keluar untuk bertemu lagi dengan ku?" tanya sosok putih itu ke arah kantong binatang Lin Tian.


"Cih! aku benar-benar tidak ingin bertemu dengan kamu lagi!" ucap naga kecil yang keluar dari kantong binatang dengan kesal.


Sosok putih itu tersenyum melihat naga kecil, meskipun mereka selalu berselisih tapi sebenarnya tujuan yang mereka miliki sama hanya jalan mereka masing-masing yang berbeda.


"Apa kalian saling kenal?" tanya Lin Tian yang penuh kebingungan.


"Iya! bisa di bilang sangat akrab" jawab naga kecil.


Mendengar jawaban dari naga kecil Lin Tian hanya mengangguk, dia tidak lagi bertanya lebih dari apa yang di katakan oleh naga kecil.


"Hoo..! kenapa kamu tidak terlihat bingung bahkan tidak bertanya lagi?" tanya Sosok putih itu.


"Kenapa? apa aku harus mengetahui apa yang tidak ingin saudara ku katakan? jika dia ingin mengatakan sesuatu padaku maka aku akan mendengarkannya" jelas Lin Tian sambil tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2