
Setelah kematian tuan muda alam angin saat itu, dewa angin menjadi sedikit pendiam dan tidak terlalu banyak berbicara dengan orang luar ataupun bertemu dengan keluarganya sendiri.
Bahkan ada beberapa kali dia terlihat mabuk dan semua pakaiannya berantakan membuat istri dan beberapa anaknya menjadi khawatir.
"Apakah aku salah? kenapa anakku bisa berkata kejam seperti itu padaku? apakah aku memang tidak layak di sebut ayah?" fikir dewa angin dengan wajah penuh kesedihan.
Jika dia ingat dulu waktu anak-anaknya lahir, dia merasa sangat bahagia apalagi dengan kehadiran satu anak perempuan dari salah satu dari dua istrinya tersebut.
Dia awalnya memiliki lima anak, satu anak ketiga mati dengan misterius tanpa ada yang tahu apa penyebabnya tapi sekarang dia tahu kalau anak ketiganya sendiri di bunuh oleh saudaranya.
Tuan muda ke tiga di kenal dengan kepribadian yang baik, dan juga jujur, banyak orang-orang yang menyukainya tapi sayangnya dia benar-benar tidak tertarik dengan kekuasaan ataupun kekuatan.
Dia lebih sering membaca beberapa syair ataupun buku baru maupun buku lama di perpustakaan keluarga angin, bahkan dewa angin pun membiarkan anak ketiganya itu melakukan apapun yang dia mau di perpustakaan itu.
Sedangkan Tuan muda kedua dia benar-benar tidak menduga kalau orang yang lembut itu bisa berbuat kejam seperti itu kepada saudara sedarahnya sendiri, hal itu benar-benar jauh dari apa yang dia fikirkan saat kematian anak ketiganya tersebut.
Sekarang dia memiliki tiga anak, satu perempuan dan dua pria, anak pertama sekarang yang sudah mulai mengurus beberapa hal di alam angin menggantikan dia, sedangkan anak ke lima masih anak-anak dan juga terlihat tidak suka akan status atau pekerjaan menjadi penguasa.
Anak kelimanya terlihat lebih menyukai alkimia, karena itu dia membiarkan beberapa ahli alkimia di alamnya untuk mengajarkan anaknya itu alkimia, lalu satu-satunya anak perempuan juga masih terus berlatih dan kadang juga merawat dia yang sudah kacau ini sejak kembali dari alam kehidupan.
"Suami, kamu tidak baik jika terus seperti ini" ucap wanita cantik yang muncul di samping dewa angin.
"Katakan padaku, apakah aku gagal menjadi ayah?" tanya dewa angin dengan wajah sedih dan botol anggur di salah satu tangannya.
"Tidak sama sekali, kamu telah menyayangi anak-anak mu dengan Baik selama ini, kamu tidak pernah pilih kasih terhadap mereka!" ucap wanita itu dengan wajah sedih, siapa yang tidak sedih kehilangan anaknya? siapa yang tidak sedih seorang ayah tidak pernah di anggap ayah oleh anaknya sendiri.
Mendengar perkataan istrinya dewa angin hanya diam dan terus meminum anggurnya dengan santai disana, dia masih ingat kata-kata terakhir yang di ucapkan oleh tuan muda kedua anaknya sendiri sebelum dia mati.
Hal itu yang membuat dia menjadi sedih dan merasakan sakit di hatinya, karena itu juga dia menjadi seperti sekarang mabuk, dan hanya diam di dalam kamarnya dengan perasaan yang berantakan.
Clang...
Botol anggur tiba-tiba pecah dari tangan Dewa angin, wajahnya yang sedih tadi berubah penuh kemarahan saat dia berdiri memandangi ke suatu tempat di alam angin tepatnya tempat dimana semua leluhur dan keluarga angin di makamkan.
"Hm? kenapa suami?" tanya istrinya dengan kebingungan saat melihat perubahan dewa angin.
__ADS_1
"Seseorang memasuki tanah pemakaman leluhur dan keluarga kita!" ucap dewa angin.
"Ha?" istrinya itu pun kaget dengan perkataan dewa angin, seseorang berani masuk ke dalam makam keluarga angin? itu butuh banyak keberanian untuk melakukannya.
"Siapa yang berani!" teriak dewa angin saat merasakan kemana arah tujuan orang itu.
Dia langsung menghilang dari kamarnya tanpa melihat istrinya lagi, dan dia sekarang di penuhi oleh kemarahan yang luar biasa saat dia pergi dari kamarnya itu.
BOOMM...
"Siapa kamu? ini adalah makam keluarga angin, pergi dari sini!" teriak para penjaga yang telah berkumpul di depan gerbang makam.
"Ho..? alam angin benar-benar memang tidak kalah dengan alam super, tapi.." sosok yang muncul disana adalah pria bertopeng iblis yang sebelumnya berada di negeri langit tempat berantakan disana.
BOOMM...
"Ugh!"
Beberapa penjaga terlempar keras dan sebagian dari mereka terluka akibat ledakan yang di hasilkan oleh serangan pria tersebut, bahkan ada beberapa yang meledak menjadi debu saat terkena serangan pria itu.
Seorang tetua dengan pakaian putih muncul di hadapan pria bertopeng, dia adalah tetua dari keluarga angin dan saat dia datang melihat beberapa penjaga yang mati maupun terluka parah membuat dia sangat marah memandang pria bertopeng itu.
"Siapa kamu? kenapa kamu menyerang alam kami?" tanya tetua tersebut.
"Tidak, tidak! aku disini bukan untuk menyerang alam angin tapi hanya untuk mengambil sesuatu disini, bagaimana jika kamu membiarkan aku lewat dan setelah aku selesai aku akan pergi" ucap pria itu dengan wajah santai sambil tersenyum ke arah tetua itu.
"Tidak akan! disini adalah area terlarang bagi orang luar sepertimu!" teriak tetua angin tersebut.
Lalu dia menyerang pria bertopeng itu dengan pedang di tangannya, melihat tetua yang menyerang tentu wajah pria bertopeng itu pun merasa puas karena ini yang dia inginkan selama ini.
BOOMM...
BOOMM...
Setelah beberapa saat banyak tetua yang berada di alam dewa penguasa datang dan menyerang pria bertopeng itu setelah melihat tetua pertama yang datang tadi bertarung, mereka dengan marah menyerang pria bertopeng itu tanpa peduli lagi dengan hidup mereka.
__ADS_1
BOOMM...
"Hahaha, aku menyukainya! tapi ini masih lemah!" teriak pria bertopeng itu.
BOOMM....
"Ugh!"
Beberapa tetua disana pun terlempar keras dengan seteguk darah keluar dari mulut mereka saat menyerang pria bertopeng tersebut, mereka benar-benar di serang oleh sesuatu yang tidak terlihat dari pria bertopeng tersebut.
"Apa itu?" tanya salah satu tetua yang sudah berdiri dengan memandang pria bertopeng penuh kebingungan.
"Aku tidak tahu, bahkan aku tidak melihat dia menyerang kita saat itu, tapi anehnya kita terlempar begitu saja" jawab salah satu tetua yang berhasil menahan sesuatu yang menyerang mereka tadi.
"Dasar orang-orang bodoh, kalian terlalu lemah! sekarang matilah!" ucap pria bertopeng dengan wajah santai, bahkan tidak ada sedikitpun rasa takut di wajahnya.
Saat pria itu selesai berbicara sesuatu yang aneh terjadi, beberapa tetua terlempar dengan sendirinya tanpa di ketahui bahkan mereka juga tiba-tiba terluka dengan anehnya.
"Mati!" ucap pria bertopeng itu menyerang dengan energi hitam di tangannya.
"Lancang!"
BOOMM...
Dewa angin langsung muncul dan menghalangi serangan dari pria bertopeng itu dengan cepat, karena ada dewa angin semua tetua itu berhasil di selamatkan dari serangan pria bertopeng itu.
Memandangi pria bertopeng iblis dewa angin menatapnya dengan jijik, karena dia memiliki mata angin dia bisa melihat benda yang menjijikan dari belakang pungung pria itu.
"Benar-benar menjijikan!" ucap dewa angin
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1