Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
59. Kemarahan Leluhur Dari Segala Roh


__ADS_3

Sekte langit...


"Tidak akan ada yang bisa membuat hati kami goyah sedikitpun! takdir? kami akan melawannya bersama dan menghancur kan yang namanya takdir itu!" ucap Bing Yang dengan bangga ke langit.


"Hancurkan takdir!" teriak seluruh murid dan orang-orang di sekte langit dengan bangga tanpa takut melihat ke langit yang gelap serta bergemuruh itu.


Semua orang itu penuh dengan tekad dan juga kepercayaan, mereka tidak akan membiarkan takdir mempermainkan mereka lagi.


Mereka akan melawan takdir seperti bagaimana Lin Tian dan empat saudaranya melawan takdir mereka masing-masing.


Di sekte seni beladiri, puncak dimana Ling Xu'er dan Mu Xuanyin berada juga Memandang awan gelap di langit dengan tekad yang bulat.


"Aku akan melawan takdir ku bersama dia, tidak akan ada yang bisa membuat kami terpisah lagi" ucap Mu Xuanyin.


Ling Xu'er juga terlihat tenang tapi ada tekad di matanya itu yang sama dengan Mu Xuanyin, keduanya memegang tangan mereka sambil tersenyum ke langit.


Takdir? bahkan pria mereka itu sendiri berani melawan takdirnya, kenapa mereka harus takut? jika pria mereka bisa tentu mereka juga bisa karena mereka adalah wanita dari pria itu.


Alam kehancuran....


"Awan gelap dan petir terjadi di setiap alam, hal itu di sampaikan oleh mata-mata kita" ucap Feng Yin kepada Lan Jingyi yang berdiri di langit dengan wajah tenang itu.


"Ini adalah awan dan petir takdir, dan ini menandakan kalau roh setiap alam marah akan perkataan seseorang yang ingin melawan takdirnya sendiri" ucap Lan Jingyi dengan tenang.


Dia lebih cerdas dari pada orang lain dengan sekali pandang dan di tambah sedikit informasi dia sudah tahu apa yang terjadi di setiap alam.


"Takdir? melawan takdir? bukan kah wajar jika setiap orang memiliki takdirnya?" ucap Feng Yin dengan aneh.


"Iya, memang wajar tapi setiap orang kadang akan menyerah akan takdir mereka, dan tidak mau lagi berdiri setelah itu.." ucap Lan Jingyi berhenti sebentar.


"Tapi berapa banyak orang yang berani dengan bangga melawan setiap takdir nya? berapa banyak orang yang berdiri lagi hanya untuk melawan takdirnya?" ucap Lan Jingyi.


Feng Yin terdiam, banyak yang mencoba tapi mereka gagal dan kadang mereka akan menemui takdir yang lebih buruk saat mereka mencoba melawan takdir itu sendiri.

__ADS_1


"Aku Lan Jingyi akan melawan takdirku sendiri, dan aku pastikan aku akan selalu bersamanya saat melawan takdir itu walau nanti aku menjadi musuh seluruh alam aku tidak peduli! aku pasti akan membantunya menghancukan takdir busuk mu itu!" ucap Lan Jingyi dengan keras ke langit dengan tekad yang luar biasa.


BOOMM..


BOOMM..


Alam kehidupan...


Lin Tian berdiri melihat ke arah langit yang gelap dengan wajah serius, dia bisa merasakan gerakan aneh di dalam tubuhnya, itu berasal dari inti kehancuran dia menenangkan dirinya saat itu.


Lalu menatap serius ke pintu alam rahasia tersebut, entah kenapa dia merasa kalau ada dua sosok yang berdiri saling pandang di depan pintu itu sekarang.


Dan salah satu sosok nya itu Lin Tian sangat kenal, tapi dia pada akhirnya hanya tersenyum dan menutup matanya lagi.


"Takdir? aku akan menghancukan takdir itu sendiri" ucap Lin Tian sebelum dia menutup matanya.


BOOMM...


BOOMM...


Pria putih yang menyebut dirinya leluhur para roh alam itu Menggertakan giginya, tentu dia tahu apa yang terjadi baik di dunia dewa, alam langit, dan alam binatang suci.


Banyak orang yang ingin melawan takdir mereka, tapi itu berbeda dengan dulu karena mereka yang ingin melawan takdir mereka itu membuat seluruh tubuh nya bergetar.


Dia melihat Dewa elemen yang berani melawan kegelapan dan petir di dunia dewa, orang yang selalu acuh dulu sekarang telah benar-benar bangkit dan orang itu lah yang pertama kali melawan takdirnya juga.


"Kalian tidak akan pernah menang melawan takdir itu! Mencapai tingkat itu pun belum tentu ada yang bisa!" ucap leluhur roh itu dengan marah.


"Hahaha... tidak perlu untuk mencapai tingkat seperti itu untuk menang, satu paling penting adalah sosok yang dapat menyatukan hati setiap orang untuk melawan takdir itu sendiri maka itu cukup!" ucap naga kecil tertawa bebas.


Mendengar hal itu wajah pria itu pun berubah menjadi marah, apa yang tidak dia lihat selama ini? dari orang yang melawan takdirnya sendiri sampai orang ynsg mati karena takdir mereka sendiri.


Dia sudah bosan dan kesal saat dia mendengar perkataan akan melawan takdir itu, itu hanya lah kata-kata yang di keluarkan oleh orang bodoh itu lah menurutnya.

__ADS_1


"Aku akan melihat itu, sampai bertemu lagi teman lama" ucap sosok putih tersebut.


Lalu dia menghilang di depan pintu alam rahasia tersebut, dan juga langit gelap serta petir yang bergemuruh juga hilang seketika dari tempat itu.


"Sampai jumpa lagi, dan saat kita bertemu maka kamu akan sadar kalau semua nya tidak akan berjalan sesuai apa yang kamu fikirkan." ucap Naga kecil lalu juga pergi dari tempat itu.


keadaan telah kembali seperti semula dan tidak ada awan gelap dan petir lagi di langit yang membuat semua orang menjadi tenang dan kembali ke aktifitas mereka lagi.


Setelah hampir satu Minggu berlalu....


Di alam kehidupan banyak Orang-orang dari alam lain datang ke sana untuk masuk ke dalam alam rahasia itu, tapi tentu semua orang-orang itu telah di pilih oleh setiap alam.


Di dalam aula....


"Dewa Sheng Qiu Sepertinya anda masih sama seperti dulu" ucap seorang wanita yang ada di kursi aula tersebut.


"Oh! Dewi Cahaya, apa katamu? aku memang masih tampan seperti dulu, cuman aku sudah punya istri jadi jangan menggoda ku, hahahaha" ucap Sheng Qiu sambil tertawa.


Sebagian dari yang hadir disana adalah perwakilan dari setiap alam yang status nya nomor dua atau tiga di alam mereka, tapi juga ada beberapa dewa penguasa yang datang kesana untuk sedikit bersenang-senang.


"Hais... sudah mari kita mulai saja pembicaraan nya kali ini" ucap tetua dari alam kegelapan.


Mendengar itu kedua nya menganguk setuju, mereka membahas tentang alam rahasia itu di aula tentu disana juga ada Ming Bi'er sebagai wakil dari alam kehancuran.


Dia tidak akan membiarkan Lan Jingyi hadir dimana semua orang nya adalah dewa penguasa, bahkan karena dirinya lah para perwakilan itu takut akan alam kehancuran.


"Ini sungguh menyebalkan" ucap Ming Bi'er menghela nafas, dia ingin bertemu dengan cucunya tapi ternyata cucunya masih dalam pengasingan.


Sedangkan juga hari ini adalah dimana pelelangan akan di adakan jadi banyak para perwakilan yang menuju ke arah laut dimana tempat pintu alam rahasia itu akan terbuka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2