Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
107. Munculnya Sosok Hitam


__ADS_3

Wajah Tuan muda alam angin berubah menjadi jelek, dia pun langsung mundur menjauh dari kumpulan orang-orang itu termasuk dari dewa angin sendiri.


"Kenapa kau melakukan itu? dan dari mana kau mendapatkan kekuatan aneh itu?" tanya dewa angin dengan wajah marah.


Dia tidak menyangka kalau anaknya sendiri benar-benar telah mengkhianati nya, tidak seluruh alam angin karena jelas anaknya lah yang membunuh seluruh orang-orang dari alam angin tersebut.


"Hahaha...! aku bergabung dengan mereka sudah lama sekali, dan berencana untuk mengambil alam angin setelah keluar dari alam rahasia ini! tapi tak kusangka kalau orang ini menghalangi ku terus menerus!" jawab tuan muda alam angin.


Sekarang dia tidak memiliki pilihan lain lagi, jelas kalau dia akan mati disini setelah semua rahasianya terbongkar, dan bahkan ayahnya sendiri sekarang tidak akan membelanya lagi.


"Kenapa?" tanya dewa angin masih tidak percaya.


"Karena di mataku kekuatan lebih penting dan kau! tidak pantas menjadi dewa penguasa! bahkan menjadi ayahku pun kau tidak pantas" jawab tuan muda alam angin.


Mendengar hal itu seluruh tubuh dewa angin bergetar, dia yang bisa di bilang menyaingi setiap anaknya tapi malah kasih sayang itu di balas dengan kebencian oleh salah satu anaknya sendiri.


"Oiya! aku lah yang membunuh saudara ketiga!" ucap tuan muda alam angin.


Mendengar berita itu dewa angin syok dia menatap dengan kaget anaknya ini, hal yang paling menjadi batu di hatinya adalah kematian anak ketiganya yang secara tiba-tiba.


Tapi tidak di sangka anaknya itu mati di tangannya saudaranya sendiri, ini membuat dia muntah darah di tempat itu seketika.


"Kenapa kau membunuh saudara mu sendiri?" ucap dewa angin dengan marah setelah menghapus darah di mulutnya.


"Saudara? di mataku kalian hanyalah bidak catur ku! bukan saudaraku! jika perlu untuk mencapai tujuanku aku pasti akan mengorbankan kalian semua!" jawab tuan muda alam angin secara spontan.


Semua orang disana kaget mereka tidak menyangka kalau masih ada anak yang benar-benar ingin membunuh orang tuanya bahkan dia sudah membunuh salah satu dari saudaranya sendiri.


"Kau benar-benar tidak tertolong!" ucap Lin Tian sambil mengeluarkan pedang elemennya.


"Hahaha! apa kamu fikir bisa membunuh ku Lin Tian? tidak semudah itu!" ucap tuan muda alam angin.


Token di tangan tuan muda alam angin hancur, lalu aura yang menusuk muncul disana, tentu merasakan aura tersebut semua wajah orang disana berubah.


Bahkan Sheng Lien, Dewi air dan Dewi Elf juga berubah, tekanan ini lebih kuat dari tekanan mereka! siapa yang di panggil oleh tuan muda alam angin itu?.


"Siapa yang menghancurkan tokenku?" tanya sosol hitam yang muncul di langit.


Sosok itu hanyalah ilusi tapi kekuatannya melebihi kekuatan dari para penguasa disana, tentu meskipun itu kuat tapi bisa di bilang masih sama dengan Sheng Lien dan Dewi air.

__ADS_1


"Salam tuan! aku lah yang memanggil anda!" ucap tuan muda alam angin dengan berlutut di hadapan sosok itu.


Melihat ke arah tuan muda alam angin sosok itu diam, memandang ke arah semua orang yang ada disana lalu tatapan dia jatuh kepada Lin Tian.


"Di usia muda bisa mencapai kultivasi seperti itu sungguh luar biasa, sepertinya kamu bisa menjadi penghalang bagiku" ucap sosok hitam itu setelah beberapa saat menilai Lin Tian.


Dia masuk ke dalam tubuh Tuan muda alam angin tanpa berbicara sedikit pun kepada tuan muda alam angin itu.


Melihat hal itu wajah Lin Tian berubah, sepertinya orang ini ingin membunuh dirinya.


"Jadi begitu, maaf! kamu harus mati" ucap Tuan muda alam angin yang telah di rasuki itu.


Swish...


"Jangan biarkan dia mengekati cucuku!" ucap Sheng Lien dengan cepat.


"Kalian diam disana!" ucap tuan muda alam angin.


Dengan sedikit gerakan formasi aneh mengunci setiap dewa penguasa yang akan bergerak menolong Lin Tian, seketika itu semua orang terhalang oleh formasi yang membuat mereka tak bisa bergerak.


"Lin Tian!" teriak Sheng Lien dan Ming Bi'er dengan cemas.


Menurutnya hanya ada beberapa yang sama dengan orang ini, seperti ayah nya dan Bai kecil yang seorang kaisar harimau dulunya.


BOOMM....


"Berani sekali kamu menyentuh cucuku?" ucap sosok yang menghalangi serangan dari tuan muda alam angin tersebut.


Melihat sosok yang muncul wajah tuan muda alam angin menjadi serius, kekuatan pria yang muncul tidak kalah dengan kekuatan dia serta beberapa dewa penguasa lainnya.


Jika bukan kalau dia telah dengan cepat memasang formasi yang menghalangi Dewa penguasa setingkat dewa kehidupan mungkin dia tidak akan bisa bergerak sebebas ini.


"Kamu Lin Sang?" ucap tuan muda alam angin itu.


"Ho? kamu mengenalku? " tanya Lin Sang.


"Tentu saja! aku tidak menyangka kalau kamu telah keluar dari pengasingan mu selama ini" ucap tuan muda alam angin itu.


"Saatnya aku untuk melihat-lihat, dan sepertinya aku juga tidak salah datang kesini" ucap Lin Sang yang agak tidak terlalu peduli dengan perkataan tuan muda alam angin.

__ADS_1


"Hahaha...! tapi meskipun begitu seperti nya kamu hanyalah setetes jiwa saja, jadi aku masih bisa mengalahkan mu" ucap sosok tersebut.


Lalu tinju dari tuan muda alam angin berubah mengeluarkan energi hitam dan langsung menghancurkan jiwa dari Lin Sang tersebut.


BOOMM...


Lin Tian terpukul mundur jauh dari serangan yang di luncurkan oleh tuan muda alam angin tersebut, akibatnya juga jiwa yang di berikan oleh Lin Sang untuk Lin Tian pun hancur.


"Haha.. mata ini sungguh hebat!" ucap tuan muda alam angin mengaktifkan mata takdir milik Sheng Chu'er.


"Mata itu bukan milikmu!" ucap Lin Tian dengan suara keras.


"Tapi sekarang telah menjadi milikku!" ucap tuan muda alam angin itu.


"Lin Tian! lari!" teriak Sheng Qiu dengan khawatir.


"An'er! larilah!" teriak Ming Bi'er juga, semua orang dari alam kehancuran serta Lan Jingyi juga ingin Lin Tian lari karena mereka tahu kalau Lin Tian bukan lah lawan dari tuan muda alam angin sekarang.


Lin Tian menggertakan giginya karena marah, dia masih lemah! di hadapan sosok kuat ini Lin Tian benar-benar tidak berdaya.


Tuan muda alam angin menghilang dan segera muncul tepat di depan Lin Tian, dia tersenyum ke arah Lin Tian dengan pandangan meremehkan.


"Bersiap lah untuk mati!" ucap tuan muda alam angin itu.


Dia bersiap memukul Lin Tian dengan kekuatan yang dia miliki, Lin Tian yang melihat hal itu juga mengumpulkam seluruh kekuatannya kekuatannya ke ujung pedang elemen.


"Mati!" ucap tuan muda alam angin.


"Tidak!" teriak orang-orang dari alam kehancuran dengan putus asa.


"Cucuku!" teriak Ming Bi'er dan Mu Chao yang juga putus asa.


BOOMM...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2