Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
298. Dewa kaisar Kematian


__ADS_3

Lin Tian melihat dimensi yang telah dia robek dan menemukan dia berada di tempat yang sangat mirip dengan zaman kuno dimana dia pernah pergi ke masa itu.


Di zaman kuno tidak ada yang namanya dunia rendah, menengah, dan tinggi tapi dunia saat itu disebut dengan planet berada di luar tata surya yang sangat luas. Planet-planet itu dibedakan dengan energi yang ada di setiap planet dan juga ada namanya planet utama dimana para dewa zaman kuno hidup.


Tentu yang sekarang Lin Tian lihat hanyalah tata Surya kosong tanpa ada satupun planet di depannya hanya....


Dia bisa melihat dari jarak cukup jauh di depannya ada empat planet kecil dengan rantai mengikat seseorang di tengahnya. Lin Tian kenal empat benda mirip planet itu, karena benda tersebutlah yang menghancurkan planet atau dunia saat itu.


"Meteor perak! ternyata begitu, jadi selama ini zaman kuno bukannya menghilang dan melahirkan sistem baru tapi zaman kuno dan zaman sekarang telah di pisahkan oleh dimensi aneh padahal mereka saling berdekatan seperti langit dan daratan tapi tidak pernah bisa saling menyentuh" ucap Lin Tian dengan serius.


Dia yakin kalau suara dia dengar tadi juga berasal dari pria yang di rantai oleh empat meteor perak tersebut. Lin Tian menggenggam pedang elemen dengan kuat lalu tersenyum santai setelah memutuskan untuk melihat ke depan meteor itu.


Dia juga berfikir kalau ke empat meteor itu berhasil dia tarik ke dalam ruang melahap maka dia akan dapat meningkatkan kekuatannya lebih cepat. Tanpa menunda lagi dia langsung terbang dengan cepat ke arah empat meteor tersebut sambil bersiap untuk bentrok dengan empat meteor itu.


"Sial! bagaimana bisa ada orang yang masuk ke tata Surya kosong ini?" ucap salah satu meteor disana.


"Elang perak bunuh dia!" ucap meteor yang mengikat kaki pria tersebut.


"Tapi jika aku kesana bagaimana dengan pria ini?" tanya meteor yang di panggil elang perak.


"Biarkan aku yang mengikatnya dan lagi dia sudah sangat lemah jadi mana mungkin dia dapat kabur atau menyerang kita dengan kekuatan lemah ini" jawab meteor itu kembali.


"Baik! aku serahkan kepadamu singa perak" ucap elang perak melepaskan rantai.


Setelah itu, bentuknya langsung berubah menjadi bentu elang perak. Dengan cepat dia terbang mencondongkan cakarnya yang tajam ke arah Lin Tian tanpa peringatan apapun.


"Hm!" Lin Tian yang melihat itu hanya tersenyum menghina sambil menyalurkan energi melahap kepedang elemennya.


"Pria bodoh!" ucap salah satu meteor yang masih mengikat pria yang diikat itu.


Du meteor lainnya juga berfikiran sama dengan meteor yang mengatakan Lin Tian bodoh, di antara mereka cakar dari elang perak adalah yang paling tajam dan bahkan bisa menembus apapun yang ada di dunia ini bahkan planet yang kuatpum bisa tertembus oleh cakarnya itu.


Pria yang diikat tersebut juga menghela nafas melihat Lin Tian yang tanpa takut bersiap mengayunkan pedangnya ke arah elang perak itu.

__ADS_1


"Kenapa kamu begitu bodoh?" ucap pria itu dengan wajah sedih menatap Lin Tian.


Baaammm..


"Arg!".


Tapi.. Ketiga meteor dan pria tersebut malah dikagetkan dengan teriakan yang mereka kenal. Saat mereka melihat lagi ke arah Lin Tian dan elang perak, mereka melihat kalau kedua kaki elang perak telah di potong oleh pedang elemen Lin Tian dengan sempurna.


"Terlalu lemah!" ucap Lin Tian sambil tersenyum main-main menatap elang perak.


"Semut!" elang perak marah dan langsung mengibaskan sayapnya yang menghasilkan tebasan angin yang sangat kuat.


Lin Tian juga membalasnya dengan tebasan yang dihasilkan dari elemen melahap. Melihat serangannya berhasil digagalkan Lin Tian wajah elang perak sangat marah. Dia meraung keras lalu banyak bulu dari elang perak itu terbang dan menjadi seperti pisau yang sangat tajam melebihi senjata biasanya.


"Seribu bulu perak!" ucap elang perak.


Bulu-bulu elang perak seperti pisau terbang dan menyerang Lin Tian. Lin Tian tidak tinggal diam, dia langsung menangkis setiap bulu elang perak yang datang kepadanya dengan cukup mudah.


Clang...Clang...


"Aku akan pergi!" ucap salah satu meteor.


"Baiklah! Seriga perak kalahkan dia dengan cepat" ucap meteor singa perak.


Serigal perak mengangguk setelah itu dia langsung terbang berubah menjadi bentuk serigala dan membantu elang perak dengan raungan serigalanya.


AWWUUUUUUU....


Raungan serigala perak menambah kecepatan bulu elang perak yang menyerang Lin Tian dengan semakin cepat dari sebelumnya. Lin Tian menjadi lebih cepat menahan setiap bulu tersebut sambil melindungi dirinya dari Auman serigala perak.


Clang..clangg..


Lin Tian tersenyum melihat kalau sudah dua meteor yang maju melawannya. Jadi, dengan menatap keduanya jijik Lin Tian menghilang di depan kedua meteor yang kaget saat melihat Lin Tian hilang.

__ADS_1


"Dimana dia?" ucap elang perak kebingungan.


Swisshh..


"Tebasan Melahap, lahap semuanya" ucap Lin Tian mengayunkan pedangnya ke setiap rantai yang menyegel pria tersebut.


BOOMM..


BOOMM..


"Apa?" kedua meteor yang masih berdiam diri mengikat pria itu kaget karena rantai mereka yang dibanggakan hancur hanya dengan satu kali tebasan oleh Lin Tian.


Pria yang terbebas dari rantai itu menghela nafas dan sedikit lega di hatinya. dia berbali memandang ke arah Lin Tian dan dengan hormat berterima kasih kepadanya.


"Terima kasih telah membebaskan saya" ucap pria tersebut.


Lin Tian yang mendengar dan melihat penampilan pria didepannya itu terkejut. Karena pria yang ada di depannya ini adalah orang yang pernah dia lihat bahkan tidak bisa dia lupakan sedikitpun saat itu.


Pria yang ada di depannya adalah dewa kematian yang dulunya merencanakan kehancuran dunia dan orang yang harus disalahkan atas kematian banyak nyawa saat itu. Lin Tian tidak menyangka kalau pria ini masih hidup sampai sekarang tapi dia juga kaget dengan penampilan dari dewa kematian.


"Kamu ... dewa kematian bukan?" pertanyaan pertama yang keluar dari mulut Lin Tian.


"Kamu mengenalku?" tanya dewa kematian menatap Lin Tian bingung.


"Bukan kenal lagi! sangat kenal! salah satu dewa kuno dan dalang dibaliknya kematian banyak nyawa saat perang zaman kuno dulu berlangsung" jawab Lin Tian dengan wajah yang rumit.


"Kamu.. bagaimana bisa mengetahui itu semua?" tanya dewa kematian dengan serius kepada Lin Tian.


"Itu karena aku dulu pernah menjelajahi zaman kuno. Dimana aku mengetahui apa yang terjadi di zaman kuno saat itu" ucap Lin Tian dengan serius.


"Jadi begitu, kamu adalah orang bertopeng yang selalu bersama dengan Dewi bulan! ternyata itu kamu!" ucap dewa kematian dengan wajah tidak percaya memandang Lin Tian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2