
Di alam kehidupan....
Setelah satu hari Lin Tian bangun, Sheng Lien dan yang lain mengadakan makan bersama dengan Lin Tian.
Tentu Lin Tian tidak menolak dan ikut bersama dengan mereka untuk makan, disana mereka berbicara beberapa hal tentang kehidupan Lin Tian dan keluarga nya di dunia dewa.
Mendengar kalau anak nya baik-baik saja Sheng Lien senang dan turut bahagia, bahkan dia tidak menyangka kalau hidup anaknya lebih baik di dunia dewa daripada dulu di alam langit.
"Kenapa wajahmu agak tidak menentu begitu?" ucap Sheng Lien yang melihat wajah Sheng Qiu tidak baik itu.
"Eh.. itu ada kejadian aneh kemarin terjadi di ibukota hal itu menjadi sakit kepala untuk ku sampai sekarang" ucap Sheng Qiu tak berdaya.
"Kejadian aneh?" ucap Sheng Lien dan yang lain secara bersamaan.
"Huf... begini...!" ucap Sheng Qiu mulai menceritakan apa yang terjadi kemarin di ibukota.
banyak orang-orang yang mengeluh kehilangan barang pribadi mereka, dan beberapa restoran yang juga mengeluh kehilangan bahan yang mereka jual bahkan ada yang kehilangan anggur mereka.
Mendengar itu Sheng Lien, Mu Chao, dan dua saudari itu tercengang, hanya Lin Tian yang terlihat agak terdiam dengan cerita Sheng Qiu.
"Apa kamu bercanda? apa penjahat sekarang begitu aneh?" ucap Sheng Lien dengan mata tak percaya.
"Iya! mana ada perampok yang seperti itu?" ucap Sheng Mi juga aneh.
Karena keduanya kemarin tidak keluar dari kediaman mereka jadi mereka tidak tahu keadaan di ibukota, tentu yang tahu hal ini adalah Sheng Qiu dan istrinya Qin Chun.
"Iya.. awalnya saat si bodoh ini juga mengatakan hal seperti itu padaku, dan aku ingin memukul nya tapi setelah aku mendengar dari penjaga kota memang hal itu terjadi" desah Qin Chun yang masih tidak percaya.
Ke empat nya terlihat aneh, perampok yang seperti itu? apa dia kekurangan makanan? apa dia kelaparan atau itu adalah hobinya saja?.
Itu lah yang di fikirkan oleh ke empatnya disana, hanya Lin Tian yang terlihat berkeringat dingin setelah mengetahui hal itu.
"Naga kecil apa yang telah kau lakukan? sampai mencuri hampir seluruh orang di kota? kenapa sifat nya sudah mirip dengan Bai kecil?" ucap Lin Tian dalam hatinya.
"Nak! kenapa kamu berkeringat?" tanya Sheng Qiu.
__ADS_1
"Tidak kakek Sheng, aku hanya berfikir kenapa masih ada orang aneh begitu" ucap Lin Tian mencoba mencari alasan lain dengan gugup.
"Apa kamu sudah mengirim orang untuk menyelidiki masalah itu?" tanya Sheng Lien.
Sheng Qiu menjawab kalau itu sudah dia lakukan tapi belum ada petunjuk sampai sekarang tentang pencuri itu.
"Yah... mungkin itu hanya beberapa orang yang iseng mencari reputasi saja" ucap Mu Chao.
Sheng Qiu hanya bisa mengangguk akan apa yang di katakan oleh Mu Chao, memang benar hanya itu spekulasi yang dapat di berikan oleh nya juga sekarang.
"Hm... tapi jika dia mencari reputasi kenapa dia tidak meninggalkan nama?" ucap Sheng Mi membuat Sheng Qiu menjadi terdiam lagi.
"Sudah...sudah..kalian jangan membahas itu lagi, baik lah mati kita tanyakan apa yang akan di lakukan Lin Tian sekarang setelah dia sembuh" ucap Qin Chun mencoba mengubah arah percakapan mereka.
Mendengar perkataan Qin Chun semua nya mengangguk setuju, bisadi bilang mereka sekarang ada bersama Lin Tian jadi mereka juga harus tahu apa yang akan di lakukan Lin Tian untuk masa depannya.
"Eh.. itu nenek kakek aku ingin masuk ke dalam alam rahasia" ucap Lin Tian serius.
Mendengar hal itu Sheng Lien terdiam, dia tidak menyangka kalau cucunya juga ingin masuk ke dalam alam rahasia tersebut dimana alam itu sangat lah berbahaya.
Iya walaupun ada tapi menurutnya hanya sedikit, melihat wajah semua orang yang terlihat aneh Lin Tian tidak mengerti kenapa mereka seperti itu.
Bukan nya alam rahasia itu sangat di impikan oleh orang lain? bahkan sepupu nya pun masuk ke dalam waktu alam tu terbuka.
"Kakek nenek dan bibi kenapa diam?" tanya Lin Tian.
"Nak! kenapa kamu ingin masuk ke dalam sana?" ucap Sheng Lien dengan serius menatap Lin Tian.
"Ada sesuatu yang ingin ku cari dan juga kultivasi ku sepertinya tidak mau maju jadi aku ingin mencari kesempatan disana" jelas Lin Tian kepada Sheng Lien.
"Kalau begitu kamu bisa masuk ke dalam kolam kehidupan atau pagoda kehidupan kita untuk berlatih" ucap Sheng Qiu serius.
Lin Tian menggelengkan kepalanya dia harus masuk apapun yang terjadi karena dia mencari benda yang dapat membuat ibu harimau nya hidup lagi.
Dan juga dia ingin melihat apa yang ada di tingkat sepuluh itu, jadi tentu dia tidak ingin mundur begitu saja tapi dia juga kesulitan karena dia yakin kalau dia masuk dengan status penguasa pasti tidak akan di izinkan oleh para penguasa lain masuk.
__ADS_1
Maka dari itu dia ingin masuk dengan status dari alam kehidupan neneknya, sebagai murid atau salah satu anggota keluarga disini.
"Apa kamu serius harus masuk kesana? disana terlalu berbahaya" ucap Mu Chao.
Meskipun dulu Cucu perempuannya masuk tapi dia hanya mencapai tingkat ketujuh karena semakin tinggi tingkat yang ada semakin berbahaya tempatnya.
"Iya kakek, aku sudah memutuskan" ucap Lin Tian serius.
Sheng Lien dan Mu Chao melihat betapa teguh nya hati Lin Tian untuk masu seperti tak berdaya akhirnya mereka menyetujui permintaan Lin Tian.
Mereka juga tahu kalau Lin Tian masuk sebagai penguasa alam kehancuran maka pasti akan di tolak oleh para penguasa lain jadi Sheng Qiu akan membiarkan Lin Tian masuk sebagai murid dari keluarga nya.
"Tapi untuk menyembunyikan dirimu, maka beberapa tahun ini kamu harus berlatih teknik seni beladiri dari alam ini" ucap Sheng Lien kepada Lin Tian dengan lembut.
"Eh? itu.." Lin Tian agak ragu dengan itu.
Dia telah memiliki banyak teknik beladiri dan berbagai hal senibeladiri jika dia berlatih teknik lain apa mungkin?
"Dengan tubuh mu pasti bisa, karena nenek dapat merasakan kalau kamu memiliki kekuatan kehidupan di dalam dirimu hal itu sama dengan ibumu" ucap Sheng Lien.
"Ibuku? tapi aku tidak pernah melihat ibu menggunakan kekuatan kehidupan?" ucap Lin Tian aneh.
Dia sering mendengar ibunya tapi dia tidak pernah melihat kalau ibunya itu menggunakan kekuatan kehidupan selama ini.
"Itu karena dia lebih fokus kepada elemen es, kalau tidak kenapa dia di panggil Dewi es?" ucap Sheng Lien dengan lembut.
"Oh, iya aku lupa itu.. tapi apa ibu pernah belajar teknik kehidupan?" tanya Lin Tian.
"Iya, pernah meskipun tidak terlalu banyak" ucap Sheng Lien.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1