
Tidak ada yang ingin tinggal di alam kehancuran karena mereka tahu sekarang kalau alam kehancuran bukan alam lemah seperti apa yang mereka fikirkan sebelumnya.
Dengan ada satunya alam dewa penguasa yang kuatnya melebihi dewa angin maka sama saja mereka yang datang kesini mencari kematian, untung saja kaisar kehancuran tidak tertarik untuk membunuh mereka di sini jika bahkan kaisar kehancuran membunuh mereka disini maka alam angin tidak akan berani banyak bicara tentang masalah itu.
Memikirkan bagaimana dia sombong wanita muda anak dari dewa angin menggigil ketakutan, dia awalnya sengaja membiarkan saudaranya untuk mengancam Lin Tian agar dia bisa tahu akan tempatnya tapi ternyata mereka yang sebenarnya tidak tahu akan tempat mereka.
Dan sekarang satu-satunya cara untuk menyelamatkan ayahnya telah berakhir dengan kegagalan, dan dia mungkin harus kembali hanya untuk bisa melihat ayahnya mati di tempat tidur atau mencari cara lain untuk menyelamatkannya tanpa bantuan Lin Tian.
"Jangan di fikirkan, ini juga salah kita karena terlalu meremehkan kaisar kehancuran itu" ucap salah satu tetua menghela nafas berat saat mengingat bagaimana dia bertindak sombong disana.
"Aku tahu sekarang kita tidak bisa meminta dia untuk menolong ayah ku lagi, apakah kita akan melihat ayah mati begitu saja?" ucap wanita muda itu dengan penuh kesedihan saat memikirkan ayahnya.
"Kita akan coba cara lain seperti meminta bantuan kepada dewa kegelapan, mungkin dengan dia turun tangan maka kaisar Kehancuran mau memberi dia wajah" ucap tetua tersebut dengan mendesah.
"Iya, aku akan meminta tetua agung untuk berbicara dengan dewa kegelapan agar bisa membantu kita untuk bicara dengan kaisar kegelapan" ucap wanita muda itu setelah menemukan satu-satunya cara terakhir untuk ayahnya.
......................
"Mereka sepertinya memang tidak tahu sopan santun!" ucap Ming Bi'er yang marah dengan sikap alam Angin tersebut.
"Itu karena mereka berfikir alam Kehancuran yang terlemah, dan mereka tidak tahu kalau sekali mereka menyentuh alam kehancuran tidak ada kata selamat lagi kepada mereka" jawab Bai Yu dengan nada tenang, tapi dia juga yang paling marah karena masih ada yang berani mengancam anak dan menantunya secara terang-terangan di depan dia.
"Ha! ibu, nenek apa yang kalian lakukan?" ucap Lin Tian yang sudah berada di tempat mereka dengan sangat cepat.
__ADS_1
Terlihat Lin Tian sudah tahu apa yang telah di lakukan oleh Ming Bi'er dan Bai Yu tadi kepada mereka dari alam angin dengan sangat jelas, tapi dia tidak terlalu peduli dengan hal tersebut karena memang orang-orang itu datang dengan sedikit kesombongan yang juga membuat dia kesal, di tambah tuan muda pertama itu berani ingin bermain dengan wanitanya tentu dia marah.
"Yah, sedikit memberi anak-anak bodoh itu pelayanan yang baik atas sikap mereka tadi" jawab Bai Yu santai.
Lin Tian yang mendengar perkataan Bai Yu tersenyum, dan dia pun duduk di sana bersama kedua wanita itu dengan wajah tenang tapi anehnya dia tidak berbicara sedikitpun setelah duduk.
"Ada apa? aku yakin kamu ingin mengatakan sesuatu kepada kami kan?" ucap Bai Yu yang lebih mengerti dengan Lin Tian.
Lin Tian memandang Bai Yu dan Ming Bi'er lalu dia dengan tenang mengangguk mengatakan kenapa dia kesini menemui mereka berdua, dengan tenang Lin Tian menjelaskannya tapi saat itu wajah kedua wanita berubah menjadi serius karena apa yang akan di lakukan Lin Tian sangatlah bahaya.
"Nak, apa kamu yakin? itu sangat bahaya" ucap Ming Bi'er dengan serius memandang Lin Tian.
"Iya, aku ingin melakukan sesuatu disana, jadi aku hanya perlu pergi kesana sendirian tapi tenang saja nenek, ada Bai kecil yang ikut denganku juga nanti" jawab Lin Tian sambil menjelaskan kalau ada Bai kecil yang ikut bersamanya.
Tapi dia tentu sedikit tenang karena Bai kecil ikut bersamanya, karena dia tahu kalau dulu Bai kecil pernah ke alam bawah bahkan membuat kekacauan disana yang membuat bahkan dewa neraka semasa masih berada di alam bawah menjadi kesal karena ulahnya.
"Kapan kamu pergi?" tanya Ming Bi'er.
"Besok! aku telah menunda karena melatih Chu'er sebelumnya, jadi aku akan berangkat besok atau nanti malam tanpa mengatakan kepada mereka soal ini" ucap Lin Tian tenang.
Ming Bi'er dan Bai Yu tidak keberatan dengan kepergian Lin Tian lagi, dan mereka juga tidak menanyakan kenapa dia tidak mengatakan hal ini kepada wanita-wanitanya.
"Dan juga nenek, ibu aku minta bantuan mu jika sampai dalam beberapa hari ke depan di negeri langit mengadakan pertemuan, katakan kepada mereka kalau aku sedang berlatih dan tidak dapat di ganggu" ucap Lin Tian.
__ADS_1
"Tidak masalah, nanti biarkan ibu yang pergi ke negeri langit! karena ibu mengerti apa yang sedang kamu rencanakan itu" jawab Bai Yu.
Lin Tian pun setuju dengan Bai Yu yang akan pergi mewakili alam kehancuran nantinya di negeri langit, Lin Tian juga memberikan sebuah kotak yang dia titipkan kepada Bai Yu untuk seseorang.
Setelah dia selesai dengan keduanya, dia pun pergi untuk menyiapkan beberapa hal yang akan dia bawa ke alam bawah nantinya.
"Semuanya akan melihat apa yang terjadi di alam bawah nanti, semoga saja aku menemukan beberapa petunjuk yang mendekati kepada musuh-musuh kaisar langit dulu" ucap Lin Tian saat terbang menuju kamarnya dengan wajah serius.
Sejak dia datang ke alam langit dia hanya bertemu sekali dengan musuh lama kaisar langit itu, dan terlebih lagi di saat dia bertemu dia pun tidak tahu bagaimana wajah dan siapa dia yang sesungguhnya.
Tapi dia yakin satu hal yaitu orang itu jelas orang yang paling dekat dengan kaisar langit, jika tidak mana mungkin dia mempunyai kekuatan untuk melukai bahkan membuat kaisar harimau kesulitan sebelumnya.
Karena hanya dengan memiliki koneksi dari dalam maka mereka dapat mengawasi setiap gerak gerik kaisar langit dan juga alam binatang dengan baik.
"Sudah saatnya untuk membersihkan beberapa kotoran di negeri langit saat kita kembali."
Dia pun dengan tenang duduk di dalam kamarnya lalu memeriksa dimana ke dua wanitanya berada, dengan dia sebagai penguasa mencari orang yang dia cari di alamnya sendiri tentu tidak sulit.
Dan saat dia tahu kalau keduanya masih di tempat kerjanya mereka menyelesaikan beberapa tugas, Lin Tian tidak lagi mengganggu mereka dan memutuskan untuk pergi malam ini di saat ketiga wanitanya sibuk dengan kesibukan mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...