
Merasakan aura dari para leluhur itu, wajah semua ahli di kelompok dewa pemusnah sangat jelek. Awalnya mereka berfikir tidak akan terjadi peperangan di sini tapi sekarang hal-hal telah berubah menjadi sebaliknya.
Tentu saja mereka tahu tidak akan bisa menang melawan para leluhur suku elf ini, akhirnya setelah beberpaa pertimbangan pemimpin kelompok itu bersiap untuk mundur.
"Mundur!"
Teriak pemimpin tersebut dengan serius, tapi tiba-tiba wajah Dewi Elf berubah menjadi dingin dengan melebarkan tangannya rambut hijaunya tiba-tiba berubah menjadi seperti warna salju yang jatuh di alam elf.
Bukan hanya dia tapi semua leluhur itu juga menjadi seperti itu, mata mereka memiliki kemiripan dengan bola mata serigala bahkan secara tiba-tiba aura mereka lebih kuat dari sebelumnya.
"Bunuh!" teriak Dewi Elf.
Swish...
BOOMM...
"Kalian apa tidak takut jika tuan kami menyatakan perang dengan kalian?" ucap pemimpin tersebut yang mana dia juga seorang jenderal tapi termasuk jenderal lemah dari pada jenderal lainnya.
"Takut? kenapa harus takut? bahkan jika kaisar langit ingin menjadi musuh kami suku elf, kami siap berperang dengan dia" teriak leluhur elf menyerang semua kelompok dewa pemusnah itu.
BOOOMMMMM..
"Ah!"
"Keluarkan seluruh kekuatan kalian dan serang mereka!" ucap jenderal lemah itu.
BOOMM...
......................
"Saudaraku bukankah wujud ini adalah Dewa serigala dari suku elf?" tanya Bai kecil yang dalam wujud aslinya.
"Iya! aku telah menyatu dengan warisan dewa serigala salju sekarang tubuhku juga bisa berubah menjadi bentuk serigala salju, itu juga berkat dari darahku yang cukup istimewa membantuku berhasil sampai wujud sekarang" jawab Su Kun dengan bangga.
Mendengar hal itu semua saudaranya mengangguk penuh pujian, tidak da tanda-tanda mereka iri sedikitpun dan malah mereka senang dengan peningkatan dari saudara mereka sekarang.
"Iya, kalian serius maka aku juga akan serius" ucap Bing Zhao perlahan tubuhnya di lahap oleh cahaya emas yang membuat dia menyatu dengan wujud dewa tombak di belakangnya.
Long Aotian tidak banyak berbicara lagi dan juga mengubah wujudnya ke bentuk naga darah, karena sekarang dia telah menjadi dewa perang dan secara kebetulan hal itu cocok dengan darahnya membuat dia dapat berubah menjadi bentuk naga darah asli.
"Saudara-saudaraku ayo!" ucap Bin Zhao yang telah menjadi dewa perang emas raksasa itu.
"Baik!"
Dua naga yang memiliki bentuk berbeda berputar di sekeling tubuh Bing Zhao, di ikuti dengan Bai kecil serta Su Kun yang memiliki wujud harimau dan serigala membuat Semua mata takjub melihat sosok emas raksasa tersebut.
__ADS_1
"Ini? apakah mereka benar-benar saudara dari kaisar?" fikir jenderal Zhao tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.
"Kalian akan mati!" teriak dewa naga berkepala sembilan di langit.
"Coba tombakku!" ucap Bing Zhao mengayunkan tombaknya ke arah Dewa naga berkepala sembilan.
BOOMMM...
Di langit lima saudara bersama-sama menyerang dewannaga ular, pertarungan mereka meskipun sudah menjauh dari pasukan lainnya tapi mereka dapat melihat betapa luar biasanya kekuatan gabungan dari kelima berandalan itu.
BOOMMM..
ROAARR...
Kelimanya terlihat menyerang dengan hebat tapi tidak ada yang tahu kalau kelimanya berusaha untuk bertahan dan menyerang secara bergantian tapi mereka masih tetap tidak bisa menembus kulit dewa naga ular berkepala sembilan itu.
BOOMM..
"Hahaha, kalian memang kuat tapi sayangnya kalian tidak akan bisa menembus kulit dewa ini" teriak Dewa naga berkepala sembilan dengan bangga.
"Sial! kulit orang ini terlalu keras" ucap Naga kecil kesal, jika dia berada di puncaknya saat di zamannya dulu maka orang ini hanya akan menjadi semut bagi dia.
Tapi sekarang dia tidak mempunyai pilihan lain mengakui kalau kekuatan dan pertahanan orang ini sangatlah luar biasa kuatnya, walau mereka bergabung menyerangnya tetap saja tidak ada hasil yang memuaskan.
"Menyerahlah! atau bersiap untuk mati" ucap dewa naga berkepala sembilan.
BOOMM..
Su Kun dan Bing Zhao dipulul mundur oleh dewa naga berkepala sembilan itu, tapi Long Aotian dan naga kecil juga sudah menunggu saat-saat itu dan langsung menyerang naga berkepala sembilan dengan kekuatan mereka masing-masing.
BOOMM..
"Haha, percuama kulitku adalah yang paling kuat dari apapaun! hanya mengandalkan kalian tentu tidak aakn bisa menembusnya begitu saja" ucap naga berkepala sembilan.
Swissh...
"Kalau begitu rasakan cakaranku ini" ucap Bai kecil.
Roooarrr...
BOOMM.
"Lemah! bahkan kaisar langit yang kuat di saat itu sangat lemah sekarang, izinkan aku menunjukan padamu betapa kuatnya aku" ucap dewa naga ular berkepala sembilan setelah menahan serangan Bai kecil.
Tapi saat dia akan menyerang Bai kecil tiba-tiba suara aneh dan teriakak penuh kutukan membuat dia melihat ke arah langit dengan di ikuti delapan kepalanya juga.
__ADS_1
"AHHHH! tidak aku mati! Minggir kalian! Petir, air dan api menyatu!" ucap sosok itu.
Setelah ucapan pria itu terdengar petir menyerang bersamaan dengan Ari dan api yang mengarah langsung ke dewa naga ular berkepala sembilan itu.
"Tidak baik!" ucap dewa naga berkepala sembilan ingin menghindari tiga serahan elemen tersebut. Sayangnya dia terlambat dan di telan oleh kekuatan tiga elemen yang di kirimkan langsung oleh Lin Guang padanya.
BOOMM...
"Ah!"
Petir menyambar dewa ular dengan kuat yang tidak terlalu berdampak kepadanya, tapi dengan di tambahkan serangan elemen air oleh Lin Guang langsung memperkuat petir itu berkali-kali lipat dari sebelumnya.
Akibatnya Dewa naga berkapal sembilan di tembak oleh petir sampai hangus belum sampai disitu elemen api Lin Guang membakar tubuhnya, itu juga hampir membuat dia menangis. Awalnya dia dengan sombong mengatakan kalau kulitnya sangat keras tapi sekarang dia hampir saja di masak oleh toge serangan elemen itu
"Sial! dia belum matang" ucap Naga kecil yang melihat tubuh gosong dewa naga berkepala sembilan dengan marah.
Baaammm..
"Sial! tidak adakah yang bisa mengatakan padaku apa yang terjadi disini?" ucap Lin Guang yang merasakan sakit di pantat karena jatuh begitu keras ke bawah.
"Kau akan mati!" teriak dewa naga kepala sembilan dengan marah melihat ke arah Lin Guang.
Dia menyerang Lin Guang dengan apinya tapi sebelum dia mengeluarkan serangan itu sosok pria tampan muncul dan menendang kepalanya.
BOOOMMMMM..
ROAARR...
"Hei! jangan terlalu berisik" ucap Lin Tian yang baru saja menendang kepala dewa naga kepala sembilan itu.
"Wow.. Kakak kembali?" ucap Naga kecil kaget melihat Lin Tian.
"Kamu.."
Belum dia selesai berbicara Lin Tian menghilang di depannya, tapi dia tidak bisa melihat ke bawah perutnya kalau Lin Tian telah berada tepat di perutnya itu.
BOOOMMMMM..
"Ugh!"
"Penjagaanmu benar-benar kurang" ucap Lin Tian dengan senyum dingin, langsung dewa naga terbang di ikuti dengan delapan kepalanya yang sama-sama merasakan sakit akibat pukulan Lin Tian.
BOOMM..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...