
JEDERRR.... (anggap saja suara petir begitu).
Tiba-tiba di seluruh dunia rendah, menengah, tinggi, dewa maupun dua alam, suara petir dan awan gelap terlihat dan terdengar jelas sesaat setelah leluhur roh bersumpah. Ini tidak seperti yang sebelumnya dia berbicara dengan naga kecil dan Lin Tian, karena ini benar-benar sumpah yang telah dia keluarkan dengan mengucapkan nama aslinya sebagai dewa dari segala roh.
"Apa yang terjadi?" ucap Bai kecil dan juga Dewa laut darah saat mereka berhenti bertarung dan melihat petir dan awan gelap menutupi negeri langi, tidak hanya mereka berdua tapi semua orang yang sedang bertempur di negeri langit pun ikut kaget dan berhenti bertarung melawan musuh mereka disana saat petir keras muncul dari awan gelap itu.
Bahkan di alam lainnya juga berfikiran sama dengan Bai kecil, di dunia dewa Lin Dong yang merasakan petir di langit malah tersenyum menatap langit, Dia tahu kalau ini adalah sumpah dari leluhur dari segala roh. Bagaimana Lin Dong bisa tahu? itu karena dia pernah bertemu dengan roh leluhur tersebut, dan dia juga pernah mencari beberapa informasi terkait dengan roh leluhur dan zaman sebelum lahirnya dua alam ini.
"Jadi dia bersumpah kah? tapi untuk siapa dan apa sumpahnya itu? aku berfikir tidak akan ada yang bisa membuat leluhur roh itu marah sampai-sampai bersumpah seperti ini" ucap Lin Dong dengan wajah serius menatap langit.
Bai Wutian untuk sementara waktu tercengang mendengar sumpah dari leluhur roh tersebut, dia bahkan awalnya tidak pernah berfikir membuat leluhur roh ini bersumpah di depannya. Dia tahu kalau leluhur roh ini jarang untuk bersumpah kepada orang lain, karena dia adalah oroh yang sangat tidak peduli dengan hidup maupun mati orang lain sejak dulu.
Bahkan dulupun dia hanya patuh kepada dewa takdir, tapi bukan setia kepadanya. Itu karena dewa takdir danleluhur roh pernah bertarung dan akhirnya leluhur roh atau Ling Di kalah di tangan dewa takdir yang membuat dia harus mengikuti perintah dari dewa takdir.
Tapi setelah beberapa saat dia merenungkan dan berfikir jelas, ini bukanlah hal yang buruk karena dia berfikir kalau roh leluhur ini nantinya bisa membantu dia atau anak-anaknya saat bencana yang dikatakan leluhur roh ini datang.
"Aku tidak menyangka kau bahkan akan bersumpah seperti ini" ucap Bai Wutian.
"Bukankah ini Yang kau mau?" teriak Ling Di dengan Marah kepada Bai Wutian.
"Benarkah? kenapa aku tidak ingat pernah mengatakan ingin mendesak kamu untuk bersumpah?".
Bai Wutian terlihat seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa dengan perkataan Leluhur roh, akibatnya leluhur roh sangat marah dan menyerang Bai Wutian lagi.
BOOMM...
BOOMM...
"Hahaha, kamu benar-benar keras kepala Ling Di?" ucap Bai Wutian terus menangkis setiap serangan yang di lancarkan oleh Ling Di kepadanya.
"Berisik..!"
"Berisik!"
__ADS_1
Ling Di sangat marah akibat ejekan terus menerus oleh Bai Wutian, jika ada yang melihat bagaimana sikap Bai Wutian sekarang mungkin mereka akak berfikir dia benar-benar sangat mirip dengan Bai kecil yang memiliki sifat sama dengannya.
"Hahaha, kalau begitu aku pergi dulu" ucap Bai Wutian dengan tenang.
"Tidak akan aku biarkan!" teriak Ling Di.
"Sampai bertemu lagi" ucap Bai Wutian sebelum menghilang dihadpaan Ling Di yang marah saat melihat dia pergi.
"Ah! dewa harimau suci!" teriak Ling Di di dalam ruang tempat dia berada itu.
......................
"Huf...! apa yang terjadi? kenapa tiba-tiba saja ada gonjangan hebat di alam bawah?" ucap Lin Tian yang saat ini sedang bergelantungan di ekor kecil roh alam bawah itu.
"Sial! kaisar.. Ini benar-benar menyakitkan" ucap Roh leluhur itu saat merasakan ekornya di tarik oleh Lin Tian.
Dia benar-benar merasakan kalau ekornya bisa kapan saja putus akibat tarikan dari Lin Tian itu, sebenarnya begini kejadian sebelumnya sampai-sampai Lin Tian bergelantungan di ekor roh alam bawah itu.
................
"Sialan! kau mengatakan tiga hari yang lalu beberapa hari lagi dan sekarang beberapa hari lagi, sebenarnya berapa lama lagi kita harus terbang?" ucap Lin Tian dengan kesal.
Dia telah terbang begitu lama selama beberapa hari ini, tapi dia tidak pernah melihat ujung dari tempat yang dia inginkan. Dia hanya melihat berbagai macam orang yang di hukum dengan sangat mengerikan di neraka paling bawah ini.
Hal yang paling membuat dia kesal adalah Cerberus kecil ini selalu saja mengatakan beberapa hari lagi, atau dia akan menceritakan pengalaman hidupnya yang aneh kepada Lin Tian tanpa seizin Lin Tian. Sampai-sampai Lin Tian sangat ingin melemparkannya ke dalam neraka yang berada di bawah kakinya tersebut.
Jeder.
"Ah!" tiba-tiba petir dan goncangan besar terjadi di neraka atau tepatnya di seluruh alam bawah.
Bahkan Lin Tian yang saat itu sedang kesal-kesalnya dengan cerberus kecil menjadi kaget dan tidak bisa mengontrol terbangnya yang membuat dia langsung jatuh dan bergelantungan di ekor Cerberus kecil, jadi begitulah bagaimana Lin Tian bisa bergelantungan di ekor Cerberus kecil.
"Sabar dulu, aku tadi kaget jadi wajar saja aku kehilangan kontrol terbang ku" jawab Lin Tian menstabilkan dirinya dan kembali terbang dengan nyaman.
__ADS_1
"Huf.....huf.. Ekorku terasa ingin lepas Untung saja kaisar tidak memegang benda berhargaku" ucap Cerberus kecil.
"Apa maksudmu benda berhargamu? memang kamu punya benda berharga?" tanya Lin Tian dengan wajah penasaran.
"Tentu saja aku punya, bukannya tuan punya juga?" ucap Cerberus sambil menunjuk benda yang dia maksud kepada Lin Tian.
Plak..Plak...
"Aduh! kepalaku".
Lin Tian dengan sangat keras memukul kepala Cerberus yang terlihat mesum, dia benar-benar tidak menyangka kalau roh ini masih mempunyai sifat tidak tahu malu dalam dirinya.
"Mari lanjutkan jalannya, dan pimpin jalan dengan baik! bukan malah membuat orang kesasar" ucap Lin Tian.
"Tenang saja kaisar, aku ini roh yang sangat menjanjikan dan juga berkualitas tinggi! jadi hanya menunjukan jalan tentu aku bisa, apalagi itu hanya masalah kecil bagiku" jawab Cerberus kecil mencoba membanggakan dirinya.
Lin Tian ingin sekali memukul roh ini lagi tapi dia mengurungkan niatnya dan dia malah memutuskan tidak lagi banyak bicara degan roh yang tidak tahu malu ini, karena Lin Tian takut semakin dia berbicara maka semakin banyak hal yang akan keluar dari mulut cerberus kecil ini.
Swisshh..
"Tolong!"
"Ampuni aku"
"Ah! sakit!"
"Teriakan mereka benar-benar semakin keras, Ais! sayang sekali aku tidak merasakan apa-apa saat melihat kalian, karena itulah aku tidak mau membantu kalian" ucap Cerberus dengan wajah tenang menatap ke bawah neraka tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1