Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
151. Di mulai


__ADS_3

Di hari itu Lin Tian sedang membuat formasi kuno di halaman itu sambil di lihat oleh banyak orang-orang disana, dengan lancar Lin Tian membuat formasi itu tanpa ada sedikit pun kesalahan.


Setelah formasi selesai dia menghela nafas dan duduk disana memulihkan dirinya, dia tidak menyangka kalau untuk membuat formasi kuno akan membutuhkan banyak emergi sampai membuat dia kelelahan, setelah satu jam lewat Lin Tian akhirnya bangun dan sudah pulih seperti sebelumnya dia pun berjalan ke arah kelompok Bai Yu yang terlihat menunggunya disana.


"Bagaimana?" tanya Bai Yu.


Lin Tian mengangguk tenang ke arah Bai Yu karena formasi telah selesai sekarang dia hanya menunggu untuk Sheng Chu'er memutuskan apakah dia akan masuk atau tidak kesana.


"Semua tergantung Chu'er, jika dia mau kita bisa mulai tapi kemungkinan berhasil dan gagalnya yaitu lima puluh banding lima puluh" jawab Lin Tian menatap Sheng Chu'er dengan serius.


Mendengarkan perkataan Lin Tian ada sedikit keraguan di matanya, tapi itu secara perlahan hilang begitu saja karena dia tahu tidak akan ada hasil bila dia tidak mencobanya.


"Aku akan mencobanya!" ucap Sheng Chu'er tanpa ragu menatap Lin Tian.


"Nak, apa kamu yakin? jika kamu gagal mungkin saja kamu akan kehilangan nyawamu dan mungkin kamu juga bisa jadi cacat selamanya" ucap Tetua agung alam kehidupan dengan serius.


Lin Tian telah mengatakan kalau keberhasilan mereka hanya sampai lima puluh lima puluh, dan kemungkinan untuk gagal bisa lebih besar jika suatu kesalahan terjadi saat prosesnya karena itulah tetua agung mencemaskan keadaan anaknya ini.


"Aku akan tetap melakukannya, karena aku tahu hanya dengan mendapatkan roh kehidupan aku bisa menjadi lebih kuat dari sekarang" jawab Sheng Chu'er dengan nada serius.


Akhirnya dia pun berjalan dengan langkah tegas tanpa berfikir apa-apa lagi, hanya satu yang dia inginkan yaitu mendapatkan kembali rohnya atau mendapatkan roh baru lagi.


Lin Tian yang melihat Sheng Chu'er masuk ke dalam formasi itu juga terlihat menghela nafas, setiap wanitanya memiliki kebanggaan mereka tersendiri jadi dia tidak mempertanyakan lagu keputusan Sheng Chu'er.


"Aku siap" ucap Sheng Chu'er memandang Lin Tian dengan serius setelah dia duduk di tengah-tengah formasi tersebut.


Lin Tian hanya mengangguk lalu menatap Bai Yu, Ming Bi'er, dua bibinya serta tetua agung, tentu Lin Tian membutuhkan bantuan mereka dalam mengaktifkan formasi ini. Bukan karena dia tidak mampu tapi itu di karenakan butuh banyak energi untuk mengaktifkan dan menyeimbangi formasi ini agar bisa di gunakan oleh seorang dewa surgawi seperti sheg Chu'er.


Biasanya formasi ini di gunakan saat anak-anak alam kehidupan masih muda atau berumur sepuluh tahun tapi sekarang berbeda karena itulah dia membutuhkan kelimanya untuk membantu dirinya mengaktifkan formasi tersebut.

__ADS_1


"Kalian tinggal berdiri di setiap bintang lalu menyalurkan energi ke dalam formasi tersebut dengan menyentuh bintang itu" ucap Lin Tian menerangkan cara menggunakan formasi di depan mereka.


Kelimanya pun berdiri di lima bintang berbeda begitu juga Lin Tian yang berdiri di bintang ke enam, setelah itu Lin Tian menarik nafas dan menatap serius ke arah Sheng Chu'er.


"Lakukan!" teriak Lin Tian.


BOOMM...


Semua energi dari ke enamnya menyatu di tengah lalu formasi itu pun aktif dan membentuk lingkaran yang mengelilingi tubuh Sheng Chu'er, dan perlahan cahaya putih di kebung Sheng Chu'er mulai semakin terang.


"Ahh!" Sheng Chu'er berteriak karena kesakitan, dia mencoba menahan rasa sakit yang sekarang dia rasakan di bawah tatapan semua orang yang mencemaskan dirinya itu.


"Chu'er!" teriak Tetua agung dengan penuh kecemasan.


"Tidak apa-apa! aku masih bisa bertahan" teriak Sheng Chu'er dengan keras kepala, mendengar itu Lin Tian dan yang lainnya masih tetap memberikan energi ke dalam formasi tersebut.


BOOMM..


ARRRRRRR...


Aaaaaaa!


AWUUUUUUIU!


Teriakan berbagai monster dan makhluk terdengar di dalam formasi itu, bahkan Mu Xuanyin yang di luar dapat melihat kalau ada berbagai binatang suci atau monster yang muncul disana yang membuat wanita itu menggenggam tangan mereka dengan erat.


"Apakah Chu'er bisa mendapatkan salah satu dari semua itu?" tanya Lan jingyi.


"Semoga saja, jika Chu'er berhasil maka itu sebuah keberuntungan bagi kita semua" jawab Mu Xuanyin yang penuh harapan kepada Sheng Chu'er.

__ADS_1


Perlahan Sheng Chu'er mulai berkeringat bahkan tubuhnya sudah basah karena keringat yang keluar dari tubuhnya tersebut, dan ada sedikit darah di sudut mulutnya juga.


Dia terus menutup mata sambil mencoba berkomunikasi dengan roh-roh yang dia lihat tapi tidak ada yang mau mendekati dirinya karena mereka tahu kalau Sheng Chu'er sebelumnya sudah mempunyai roh tapi kehilangan rohnya karena tidak dapat menjaganya dengan baik.


Walaupun mereka roh tentu mereka memiliki kecerdasan juga apalagi roh-roh di tingkat ke enam sampai ke sembilan, mereka bahkan lebih cerdas daripada makhluk lainnya dan dapat melihat ke dalam hati seseorang dengan mudah.


Meskipun mereka tahu hati Sheng Chu'er tapi tetap mereka tidak mau menjalin kontrak dengan Sheng Chu'er, hal itu membuat Sheng Chu'er sedih dia terus mencoba mencari roh lain tapi tetap gagal.


Di luar sudah berlalu sampai dua hari tapi Sheng Chu'er belum menyerah tapi baik Lin Tian dan yang lain masih terus mengkhawatirkan Sheng Chu'er yang terlihat sudah sangat pucat selama dua hari ini.


"Chu'er." ucap Tetua agung dengan wajah yang lemah penuh kesedihan menatap anak satu-satunya itu.


"Uhuk!" tiba-tiba Sheng Chu'er memuntahkan darah dari mulutnya yang membuat semua orang berteriak serentak dengan cemas.


"Chu'er!"


"Aku masih bisa!" teriak Chu'er lemah dengan mata masih tertutup, dia melihat suatu tangga aneh di alam para roh.


Tangga itu sangat tinggi jika di lihat dari tempat Sheng Chu'er berdiri, dia tahu kalau ini adalah tangga menuju ke tempat roh di atas tingkat kesembilan tapi karena dia sudah tidak punya pilihan lain setelah tidak ada roh yang mau membuat kontrak dengannya dia pun memutuskan naik ke tangga tersebut.


Perlahan dia terus naik bahkan setelah dua hari berlalu Sheng Chu'er tidak tahu sudah berapa banyak anak tangga yang dia naiki, tapi tetap saja semua itu sia-sia dia tidak menemukan ujung dari tangga tersebut.


"Apakah aku tidak punya pilihan lagi?" Fikri Sheng Chu'er dengan lemah dan hampir menyerah.


"Tidak! aku akan terus maju, untuk bisa sejajar dengan saudari dan juga suamiku!" ucap Sheng Chu'er saat memikirkan keluarganya.


Di puncak dari tangga itu ada dua mata tertutup perlahan terbuka disana, mata itu menatap Sheng Chu'er dengan serius.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2