
"Hm?"
Sosok pria berjubah biru yang duduk di sebuah planet yang cukup besar tiba-tiba membuka matanya, dia memandang jauh ke depan.
GRrrrrrrt....
Tiba-tiba planet itu bergetar beberapa saat sebelum kembali tenang. Sedangkan pria itu berdiri sambil terus menatap ke suatu tempat yang benar-benar jauh di depannya.
Secara aneh pria tersebut menggores tangannya, lalu dari dua tetes darahnya dua sosok monster aneh dengan tubuh besar muncul di depan pria berjubah serba biru tersebut. Jika Lin Tian melihat wujud dua sosok yang sedang berlutut tersebut mungkin dia akan terkejut dengan apa yang dia lihat.
"Pergi, jangan sampai orang-orang ini masuk ke tempat terlarang itu. Ingat! jangan biarkan tahanan kita lepas dari tempat itu" ucap pria berjubah serba putih tersebut.
"Baik tuan".
Kedua sosok itu langsung menghilang menjadi kabut darah di depan pria berjubah biru tersebut. Pria itu kembali duduk setelah mengirim dua budaknya pergi dari planet tersebut.
"Sangat jarang ada yang berani masuk ke dalam dimensi yang kamu ciptakan bukan?" tanya pria itu dengan sendirinya.
Tidak ada balasan dari siapapun setelah pria itu berbicara, hanya saja setelah tak berselang lama planet tersebut untuk sementara bergetar sendirinya seperti planet yang di duduki pria itu menanggapi apa yang di katakan pria tadi.
"Ho? bukan tiga tapi empat? benar-benar kejutan yang luar biasa! biarkan saja mereka, aku telah mengirim dua pelayan untuk membumuh mereka".
Pria itu untuk sementara tersenyum sebelum dia menutup matanya kembali sambil duduk di planet tersebut. Pria itu terlihat sangat percaya diri dengan dua budak yang dia kirim mengatasi orang-orang yang masuk ke dalam tempat dia berada itu.
"Semoga saja mereka bisa bermain agak lama" ucap pria itu sambil menutup matanya.
......................
Swisshh...
"Kakak? sepanjang jalan kita selalu menemukan berbagai monster aneh tapi tidak ada satupun mirip dengan apa yang kakak katakan itu" ucap dewa kematian dengan serius menatap dewa neraka.
"Jangan lengah! aku merasa di depan kita akan ada bahaya yang lebih besar daripada sebelumnya akan datang".
Dewa neraka dengan serius mengingatkan keduanya karena dari dulu perasaan yang dia katakan itu tidak pernah salah. Karena itulah dia perlahan mulai mengedarkan energinya bersiap untuk bertarug jika memang ada musuh di depannya.
Dua saudaranya untuk sementara diam sebelum mereka dengan serius mengangguk mengerti. Sebab mereka selalu percaya dengan apa yang dilakukan atau dikatakan oleh dewa neraka kepada mereka.
"Kakak!"
__ADS_1
Dewa kehancuran merasakan dua aura kuat mendekati mereka dengan sangat cepat. Dewa neraka yang juga merasakan aura kuat itu pun menjadi serius dan mengeluarkan pedang nerakanya.
"Kalian bersama lawan satu di antara mereka dan satunya lagi serahkan padaku!".
"Baik!"
Dewa kematian dan dewa kehancuran tidak menolak, dari kekuatan lawan mereka bisa di bilang sama kuatnya dengan dewa neraka yang sekarang berada di ranah setengah dewa kaisar tingkat rendah tahap awal.
Dan sedangkan mereka hanya berada di alam dewa penguasa tingkat tinggi tahap puncak yang baru saja merasakan energi kaisar yang jelas belum bisa maju ke tingkat setengah dewa kaisar seperti dewa neraka.
"Datang!"
BOOMM...
Dewa neraka dan dua lainnya langsung berbenturan dengan dua sosok yang muncul di depan mereka itu.
Swish...
"Mereka...?"
"Sudahku duga!" ucap dewa neraka yang sudah menjauh setelah beradu pukulan dengan salah satu sosok yang di depannya.
"Iya! tidak salah lagi kalau ada sesuatu di dimensi ini" jawab dewa neraka menatap dua sosok monster yang tidak lain adalah monster darah yang pernah menjadi lawan Lin Tian di alam bawah.
"Semut! berani sekali kalian masuk ke wilayah tuan kami!" ucap salah satu makhluk darah kepada dewa neraka.
"HM!" Dewa neraka tersenyum megejek melihat dua sosok yang menatap jijik kepada dia dan dua saudaranya itu.
"Aneh!" ucap monster darah yang lainnya.
"Ada apa? apakah ada masalah di antara mereka?" tanya monster darah yang pertama berteriak kepada dewa neraka.
"Tuan bilang kalau ada empat yang masuk tapi kenapa hanya tiga yang kita temukan?".
"Kamu benar. Semut! dimana satu lagi? apakah dia lari setelah merasakan aura kami?" tanya monster darah dengan keras kepada dewa neraka.
"Tch! apa maksud mu kalau ada yang lari? kenapa kami harus lari menghadapi kalian segumpalan darah?" balas Dewa kematian dengan jijik melihat monster darah.
"Semut!"
__ADS_1
Monster darah itu marah dan menyerang ke arah dewa kematian dan dewa kehancuran. Melihat hal itu keduanya saling mengangguk lalu membalas serangan yang datang kepada mereka berdua itu.
BOOMM..
BOOMM...
Dewa neraka masih berdiri diam menatap musuhn di depan dengan pertanyaan di kepalanya. Menurut yang dikatakan oleh monster darah ada satu lagi yan masuk kedalam dimensi ini. Tapi dalam semua ingatannya dia tidak pernah merasakan atau melihat kehadiran lain selain mereka bertiga saat masuk.
Di tambah mereka bertiga sepanjang jalan membunuh setiap monster aneh yang ditemui. Jadi kapan orang ini masuk? dan juga jika tebakan lainnya benar maka tuan dari mosnter darah ini sudah mengetahui kalau mereka masuk kesini. Berarti ada kemungkinan orang ke empat yang dimaksud baru saja masuk ke dimensi ini melalui saluran yang sama dengan mereka.
"Katakan kepadaku, siapa tuan kalian?" tanya dewa neraka menatap monster darah di depannya.
"Kau tidak pantas tahu siapa tuan kami!" balas monster darah itu.
Dia mengangkat tangannya dan tiba-tiba semua kuku di jarinya memanjang dan menajam seperti pisau. Setelah itu dia mengarahkan lima jarinya ke arah dewa neraka yang masih menatap monster itu dalam diam.
"Mati!"
Swishh..
CLANG... CLANG.. CLANG...
Setiap kuku monster darah yang terbang berhasil di tahan oleh Dewa neraka dengan masih diam di tempatnya tidak bergerak.
"Memiliki ranah yang sama kuat denganku dan juga setiap serangan yang juga sangat aneh! jika tebakanku benar maka kamu juga monster hibrida yang darahnya berasal dari beberapa binatang dan monster bukan?" ucap dewa neraka dengan serius.
"Lalu apa? tuan memberi kami hidup dan kami membalasnya dengan kesetian" jawab monster darah tersebut tidak marah ataupun menjawab tidak atas pertanyaan dewa neraka.
"Begitukah? bukankah sama saja kalian hanya budak yang siap mati?".
"Terserah apa yang ingin kamu katakan! aku tidak akan pernah terganggu apalagi peduli dengan setiap bujukanmu itu. Di mataku hanya ada tuan dan di hidup dan matiku hanya untuk tuanku".
Mendengar itu dewa neraka lebih kurang mengerti kalau monster darah ini hanyalah budak yang siap mati untuk tuan dibelakang mereka. Dan sekalipun dia menangkap mereka lalu mengintrogasi mereka, pasti tidak akan mendapatkan hasil apapun.
"Kalau begitu.... Kalian hanya bisa mati!" Dewa neraka mengeluarkan pedang dari sarung pedangnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...