Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
220. Situasi di Istana pengadilan


__ADS_3

"Apa ini istana pengadilan?" tanya Lin Tian melihat istana yang terlihat agak menyeramkan itu.


"Iya kaisar, istana ini di buat sangat bagus oleh para hakim sebelumya bahkan aku sangat suka dengan dekorasi di dalamnya, dan apalagi dua patung singa yang memiliki tanduk serta telinga yang panjang itu" jawab Kepala suku batu.


Lin Tian yang mendengarkan bagaimana orang ini, salah maksudnya batu ini memuji dekorasi serta bentuk istana pengadilan membuat dia agak tidak bisa berkata-kata. Dalam Fikiran Lin Tian, dia merasa kalau kepala suku batu ini juga bodoh tapi tidak kelewatan seperti dua anggota suku yang sebelumnya.


"Hei, lihat itu! itu adalah patung diriku" ucap roh pelindung alam bawah melihat patung anjing berkepala tiga atau yang sering disebut Cerberus di atas bangunan istana pengadilan itu.


"Wah, tuan Roh itu adalah anda yang perkasa, sungguh aku sangat mengagumi wujud anda itu" ucap kepala suku Roh kepada roh pelindung, bahkan dua batu yang ikut dengan dia pun mengangguk setuju dengan perkataan kepala suku mereka.


"Sial! kalian ternyata penggemarku, bagus! lain kali akan ku berikan kalian batu yang sangat berharga" ucap roh pelindung yang merasa bangga di puji oleh kepala suku batu suci itu.


"Terima kasih tuan Roh" ucap ketiganya sambil berlutut penuh kegembiraan.


Lin Tian hampir pingsan melihat tiga batu bodoh serta roh pelindung yang juga bodoh itu, dia sedikit menyesal dengan kelakuan kaisar langit yang mau saja menerima suku batu suci yang agak bodoh ini serta roh pelindung yang bahkan tidak tahu malu ini sebagai pelindung alam bawah.


"Ais! jika aku hidup di zaman guru dulu mungkin aku akan menampar wajah guru" ucap Lin Tian memasang wajah yang penuh keluhan dengan gurunya yaitu kaisar langit.


Lin Tian tidak lagi peduli dengan mereka lalu masuk ke dalam istana pengadilan itu, di depan pintu masuk sudah ada dua patung yang berjaga memandang ke arahnya.


Saat melihat ada kepala suku mereka yang datang, Dua patung ini tahu kalau Lin Tian adalah kaisar langit jadi mereka berlutut disana dengan hormat. Lin Tian mengangguk kepada keduanya lalu meminta mereka untuk menceritakan apa yang sudah mereka temui di dalam.


Kedua patung itu menceritakan kalau dua patung biru dan merah menemukan tempat yang berisi banyak tahanan, mereka masih hidup dan jelas kalau bukan dewa biasa tapi siapa mereka tidak ada yang tahu.


"Lalu dimana dua patung itu?" tanya Lin Tian.


Dua patung saling pandang agak malu untuk mengatakan apa yang dilakukan oleh dua patung tersebut tapi pada akhirnya mereka dengan malu-malu mengatakan kalau keduanya masih bertengkar tentang masalah perebutan makanan sejak mereka menemukan ruangan itu, dan Keduanya sekarang berada di dalam istana.


"Apakah mereka bodoh atau apa?" fikir Lin Tian di dalam hatinya.

__ADS_1


tapi karena dia benar-benar tidak bisa apa-apa jadi dia melupakan kedua patung bodoh tersebu dan memutuskan masuk untuk melihat siapa orang-orang yang terkurung di dalam istana pengadilan tersebut.


"Bawa aku kesana" ucap Lin Tian kepada kedua patung.


"Kemana kaisar? ke tempat Dua patung atau ke ruangan itu?" tanya salah satu patung yang berdiri di pintu tersebut.


"Ke neraka!" ucap Lin Tian kesal.


"Eh? neraka? tapi kami tidak tahu bagaimana bisa kesana kaisar" jawab yang lain dengan wajah bingung.


"Tentu saja ke ruangan itu! cepat!" teriak Lin Tian dengan kesal.


Kedai patung itu melihat kalau Lin Tian marah, mereka pun langsung membawa Lin Tian ke dalam ruangan Dimana banyak orang-orang yang terkurung dan terikat, Lin Tian berjalan di belakang dengan santai sebelum ledakan besar terjadi tepat di depannya.


BOOMM..


"Sial! saudara aku yang akan memakan batu itu!" teriak patung merah yang terlempar keluar dari ruangan yang hancur akibat dirinya itu.


Saat melihat kedua patung yang telah menghancurkan dinding di depannya benar-benar membuat Lin Tian tidak dapat menahan lagi amarahnya. Disini mereka masih bisa untuk bertengkar bahkan menghancurkan dinding ini, jika dia terus diam maka mungkin istana ini hancur oleh kelakuan mereka.


Pantas saja selama ini mereka hanya bisa di jadikan penjaga bukan sebagai pelindung istana pengadilan, karena jika mereka telah membuat ulah maka mereka bisa dengan mudah menghancurkan baramg-barang di sekitar mereka.


"Hentikan!" teriak Lin Tian kesal.


Mendengar teriakan Lin Tian, keduanya kaget lalu memandang Lin Tian saat mereka melihat itu Lin Tian keduanya buru-buru berlutut di hadapan Lin Tian dengan mengatakan berbagai hal yang membuat Lin Tian sakit kepala.


"Kaisar kamu baik-baik saja kan? apa ada yang sakit? maafkan kami tidak mengatakan hal penting itu kepadamu" ucap patung biru.


"Sudah! hentikan, bawa aku ke ruangan tempat orang-orang itu di ikat sekarang!" ucap Lin Tian dengan marahnya.

__ADS_1


"Baik!" ucap keduanya tanpa ragu saat mereka sadar kalau Lin Tian sedang marah.


Keduanya berjalan di depan dan tidak lagi berbicara apapun, mereka hanya terus diam karena takut Lin Tian akan marah lagi kepada mereka. Sedangkan kepala suku batu suci masih sibuk mendengar kata-kata indah yang di keluarkan oleh roh pelindung yang telah lupa kalau Lin Tian tidak ada lagi disana


Lin Tian menanyakan masalah orang-orang itu kepada mereka, dan setelah Lin Tian tahu kalau mereka telah terjebak sangat lama di sana sangat lama membuat Lin Tian sangat terkejut, dia menjadi lebih penasaran dengan orang-orang ini.


"Apakah mereka mengatakan sesuatu kepada kalian?" tanya Lin Tian.


"Mereka bahkan tidak mengatakan apapun kepada kami" jawab patung biru.


"Iya kaisar! mereka hanya memarahi kami beberapa kali, dan tentang yang lain tidak ada!" tambah patung merah.


"Lalu kenapa kalian tidak melepaskan mereka?" tanya Lin Tian dengan serius.


"Eh... itu, kami fikirkan mereka sangat mencurigakan jadi kami membiarkan mereka Disana sampai anda kembali" jawab Patung biru dengan sedikit malu di wajah patungnya.


"Hanya karena itu kalian tidak melepaskan mereka? bagaimana jika aku tidak kembali?" tanya Lin Tian sedikit marah.


"Tentu saja kami juga akan membiarkan mereka di ikat seperti itu" jawab patung biru tanpa ragu.


"Ais!" Lin Tian menghela nafas berat, dia baru saja lupa kalau kedua patung ini baru bodoh dan dia tidak akan mendapatkan jawaban yang memuaskan dari mereka, tapi mereka jelas orang yang terlalu setia menurut Lin Tian.


Lin Tian akhirnya sampai di depan pintu masuk ke ruangan dimana orang-orang itu terikat, saat Lin Tian masuk dia melihat banyak yang terikat dengan menyedihkan di dalam sana.


"Ini..?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2