Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
292. Sumber Uang


__ADS_3

"Bagus kalau begitu kamu .... Serahkan semua uangmu!" ucap Bing Zhao sambil tersenyum licik memandang lima badut bodoh di depannya.


Kelima bangsawan besar itu terdiam untuk sementara waktu sebelum mereka tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan yang dilantunkan oleh Bing Zhao.


"Hahahaha ... anak muda, kau lucu sekali bukan? sudah seperti ini kamu masih berani meminta uang kami! apakah kau fikir bisa hidup untuk merasakan uang kami?" ucap ayah dari tuan muda tersebut.


"Sial! dari tadi aku sudah tidak sabar, kakak apa boleh?" tanya Su Kun dengan menggosok-gosok kedua tangannya karena dia sudah gatal untun menghajar semua badut di depannya.


"Silahkan! tapi jangan dibunuh, mereka adalah uang berjalan kita" jawab Bing Zhao mengizinkan Su Kun bertindak.


"Bagus!"


Su Kun berdiri dan memandang semua bangsawan serta anak buahnya itu dengan senyum dingin di wajahnya. Lalu dengan santai di mengulurkan tangannya menyuruh mereka maju.


"Sial! serang bocah rambut hijau ini! tangkap dia untukku" ucap ayah dari tuan muda itu.


Semua orang di belakangnya maju dan menyerang Su Kun yang hanya tersenyum melihat kekonyolan semua badut tersebut. Su Kun malah dengan santai mengangkat anak panahnya lalu menembakan panah ke arah semua penyerangnya itu dengan mudah.


BOOMM....


BAAAANNGG...


Dalam hitungan beberapa detik semuanya tertancap ke dinding dengan mbuat lingkaran sempurna. Bing Zhao dan yang lainnya bertepuk tangan melihat ke ahlian Su Kun memanah.


"Hebat! lingkaran sempurna, itu benar keberuntungan yang bagus" ucap Lang kecil.


"Halo saudaraku! itu bukan keberuntungan tapi memang aku hebat" ucap Su Kun dengan penuh kebanggaan.


Tap...tap...


Semua saudaranya bertepuk tangan dengan gembira disana hanya saja orang-orang yang melihat semua yang terjadi disana sudah tidak dapat berkata apa-apa. Hanya dengan kurang dari satu menit semua pasukan dari alam dewa surgawi tingkat menengah mati di panah oleh pemuda itu dan merekapun di jadikan mainan juga.


Pemuda dan juga ayahnya sudah sangat marah tapi mereka benar-benar tidak dapat melakukan apapun karena mereka tahu kalau pemuda ini lebih kuat dari mereka. Bahkan empat yang lainnya juga ikut merasakan seluruh tubuh mereka mendingin karena melihat seluruh bawahan yang di bawa mereka kesini telah mati begitu saja.


"Yo! aku ingin kau memberikan aku uang jika tidak mungkin panah selanjutnya akan membuat kamu menjadi orang yang berada di tengah lingkaran itu" ucap Su Kun dengan senyum kejam melihat para bangsawan itu.


"K...kau berani? aku ada.."


"Ah...!"

__ADS_1


Belum dia selesai berbicara anak panah Su Kun telah menembus kakinya dengan sangat cepat bahkan dia tidak tahu kapan panah itu di tembakan kepadanya.


Melihat ayahnya di panah si tuan muda menjadi gemetar ketakutan. Dia tidak menyangka kalau orang-orang yang dia ganggu adalah sekelompok bandit yang kejam. Jika dia tahu sebelumnya kalau orang-orang ini bukanlah orang yang muda di singgung dia pasti tidak akan mengganggu mereka meskipun diberikan seribu keberanian sekalipun.


"Tu..tuan maafkan kami" ucap ayah pemuda itu penuh ketakutan sambil menahan sakit tangannya.


"Kakak dia bilang maaf kepadaku, apa yang harus kita lakukan?" tanya Su Kun kepada Bing Zhao.


"Sangat mudah! biarkan dia mengeluarkan seluruh uang yang ada di sakunya dan setelah itu tentu kita harus memaafkan mereka" jawab Bing Zhao santai.


"Nah! kalian dengar bukan? letakan cincin spacial kalian disini sekarang! hitungan kelima jika belum jari kalian akan hilang satu".


Su Kun langsung memerintahkan mereka untuk mengambil cincin spacial mereka sebagai alat untuk menukar hidup mereka. Dan tentu saja setiap Su Kun berbicara dia pasti akan melakukan apa yang lebih dari dikatakan oleh Bing Zhao.


"Ta..tapi"


"Dua!"


"Kau fikir aku bercanda?". Su Kun menatap mereka dengan tatapan membunuh yang membuat mereka ketakutan sampai mati.


"Ba..baik"


"Berhenti!"


"Tu..tuan ada apa lagi?" tanya Ayah dari tuan muda itu masih menahan sakit karena panah yang menempel di tangannya.


"Aku lupa kalau pakaian kalian terlihat mahal juga jadi aku ingin kalian melepas pakaian kalian disini sekarang dan tidak ada tawar menawar!" ucapan Su Kun langsung membuat mereka kedinginan dan kaget karena jika mereka keluar tanpa pakaian dari tempat ini. Maka mereka pasti akan sangat malu dan jadi bahan tertawaan seluruh alam api.


"Tu..tuan bisakah kami tidak melepas pakaian kami? itu bukankah sedikit memalukan bagi kami?".


Salah satu bangsawan itu ingin mencoba meminta kelonggaran kepada Su Kun tapi bukan Su Kun kalau melepaskan mereka begitu saja.


Swishh...


Salah satu kepala dari bawahan tuan muda yang ada di dinding langsung meledak karena di panah lagi oleh Su Kun.


"Bicara lagi akanku buat kalian merangkak keluar tanpa busana" ucap Su kun dengan mengarahkan panahnya tepat di tengah ************ bangsawan itu.


"Ba..baik"

__ADS_1


Semua bangsawan dan tuan muda sombong itu melepaskan pakaian mereka yang hanya menyisakan ****** ***** sebagai pelindung terakhir dari adik kecil mereka. Melihat hal itu, Su Kun merasa puas tapi berbeda dengan Lang kecil yang tiba-tiba memiliki ide lebih gila lagi dari Si Kun.


"Achu...!"


Swissh...


Baaammm...


"Ah..! panas..!"


"Panas.. panas!".


lima bangsawan beserta tuan muda itu kepanasan karena ****** ***** mereka terbkar yang akhirnya mereka terpaksa melepas pelindung satu-satunya bagi adik kecil mereka itu.


"Kecil sekali".


Salah satu wanita yang berada disebelah Long Aotian tiba-tiba berbicara pelan yang membuat Long Aotian langsung memuntahkan anggurnya karena dia juga melihat benda kecil milik ayah dari tuan muda itu.


"Sial! apakah mereka benar-benar seorang pria? milik mereka benar-benar kecil!" ucap Su Kun yang awalnya juga tercengang melihat betapa kecilnya benda mereka semua.


"Walau kecil tapi bentuknya lucu tuan" ucap wanita cantik di samping Bing Zhao.


"Benar, sayangnya itu memang terlalu kecil untuk seorang pria" tambah wanita lainnya.


"Hahahaha!" akhirnya lima bersuadara di iringi oleh para wanita yang ada disisi mereka itu tertawa melihat benda kecil milik bangsawan dan tuan muda tersebut.


Bukan hanya mereka saja, tapi para pelayan dan juga pengunjung disana juga ikut tertawa akibat ucapan para wanita itu. Mereka sekarang bahkan tidak peduli siapa bangsawan yang ada di depan mereka ini.


Akhirnya lima bangsawan dan tuan muda itu keluar dari tempat hiburan itu dengan wajah sangat malu. Bahkan sepanjang jalan mereka kembali ke kediaman, Mereka sudah menjadi bahan tawaan semua orang yang melihatnya.


"Ambil ini sebagai ganti rugi penginapan kalian dan masalah mayat ini..."


"Serahkan padaku" ucap Lang kecil berdiri dan membakar mayat-mayat yang menempel di dinding itu.


"Baiklah! mari kita lanjutkan pestanya" ucap Bing Zhao setelah semua tempat hiburan sudah di bersihkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2