
"Siapa kau? berani sekali membuat masalah disini!" salah satu dari kultivator di ranah dewa penguasa tingkat tinggi memandang Lin Tian dengan tatapan membunuh.
Lin tidak menjawab, dia hanya tersenyum memandangi pria itu. dia mengangkat tombaknya lagi dan naga emas kembali meraung keras di dalam tempat persembunyian dewa penghancur.
ROAARR....
Suara keras dari raungan naga emas membuat banyak jenderal datang kesana melihat situasi, saat mereka melihat sosok Lin Tian para jenderal itu langsung membeku tidak bisa bergerak. Mereka pernah melihat Lin Tian dan sangat mengenal siapa Lin Tian, yang tidak mereka sangka adalah pria itu dengan berani menampakkan dirinya sendiri tanpa membawa pasukan satupun.
"Bagaimana bisa kamu mengetahui tempat kami?" tanya jenderal wanita menatap Lin Tian kaget.
"Berkat seseorang paman yang sudah tua memberi aku petunjuk. Tapi intinya itu karena beberapa orang yang kalian tangkap sebelumnya membuat aku yakin kalau disini adalah pangkalan utama kalian". jawaban Lin Tian membuat semua pasukan dewa penghancur berubah warna.
Mereka tiba-tiba mengingat kalau ada empat orang yang mereka tangkap baru-baru ini, tapi mereka tidak menyangka kalau ke empat orang itu telah membuat Lin Tian mendapatkan petunjuk tempat dimana pangkalan mereka berada.
"Serang dia bersama! dia hanya sendirian dan kekuatannya tidak sekuat apa yang kalian fikirkan." salah satu jenderal memerintahkan semua pasukannya untuk menyerang Lin Tian.
Meskipun mereka sedikit ragu tapi karena telah di perintahkan oleh jenderal, mereka mau tidak mau bergegas menyerang Lin Tian secara bersamaan. Lin Tian yang melihat itu tidak bergerak sedikitpun, malah dia tersenyum melihat banyak pasukan yang berdatangan menyerang dirinya secara bersamaan itu.
"Setidaknya mereka bisa menjadi bahan uji cobaku" ucap Lin Tian di dalam hatinya. Dengan gerakan tangannya, naga emas meraung lagi dan melesat ke arah semua orang yang akan menyerang Lin Tian itu.
ROAARR....
"Ahg!".
BOOMM...
Semua yang menyerang Lin Tian terpental satu persatu oleh serangan ekor maupun raungan yang di ciptakan oleh naga emas. Bahkan naga emas tidak segan menelan beberapa dari mereka di hadapan mata para jenderal yang kaget. Lin Tian tersenyum dan memerintahkan Api dewa naga untuk menyerang sisa pasukan dewa penghancur, dalam sekejap mata dengan dua naga semua rumah dan gedung yang berada disana hancur menjadi rata.
Di setiap reruntuhan akan ada satu atau dua pasukan yang berasal dari dewa penghancur. Wajah semua jenderal begitu jelek saat melihat semua yang terjadi di mata mereka, mereka tidak menyangka kalau Lin Tian begitu kuat bahkan tidak ada satupun pasukan yang dapat mendekati Lin Tian meskipun hanya sejengkal.
__ADS_1
BOOMM...
"Ah!" dari bawah tempat mereka biasa memenjarakan tahanan, dinding hancur dan melemparkan banyak pasukan mereka dari sana. Lalu empat sosok keluar dengan tiga makhluk kecil duduk santai di kepala mereka.
Melihat ke empatnya Lin Tian tersenyum ke arah mereka, di balas Lang kecil dengan mengangkat kakinya sambil melambai ke arah Lin Tian.
"Oi! aku menemukan gaya baru yang lebih bagus untuk menyapa seseorang" Bai kecil tiba-tiba berbicara kepada Naga kecil.
"Bagaimana caranya kak?".
"Kamu memiliki jari bukan?" tanya Bai kecil.
"Iya, aku punya tiga" jawab naga kecil mengangkat jari tangannya.
"Bagus! angkat jari tengahmu dan arahkan kepada kakak. Ini gaya yang sering aku lihat saat di bumi dulu bersama kakak" perintah Bai kecil dengan senyum jahat di wajahnya yang mungil.
Wajah Lin Tian langsung berubah saat melihat kelakuan naga kecil, dia hampir ingin menampar naga kecil dengan keras. Dia melihat ke arah Bai kecil, lalu dia mengetahui kalau itu di ajarkan oleh Bai kecil.
"Kucing ini sepertinya kurang pendidikan, aku harus meminta Feng'er dan Dewi bunga mengajarinya dengan baik! atau aku meminta Xuanyin saja untuk menghukumnya". Fikir Lin Tian setelah menentukan hukuman untuk Bai kecil saat mereka kembali nanti.
Swisshh...
"Adik, kamu terlambat! kami sudah duluan" ucap Bing Zhao menepuk pundak Lin Tian.
"Hei, kakak sangat senang sepertinya. Apa kakak tidak merasa kalau ada orang yang menunggu kakak untuk pulang?" tanya Lin Tian melihat Bing Zhao.
"Ehem! aku tahu itu tapi kamu harusnya mengerti kalau aku adalah orang yang bebas" jawab Bing Zhao mengerti siapa yang dimaksud Lin Tian.
"Tapi kakak, dia telah menunggu kakak selama ini. Sebaiknya setelah selesai kakak temui dia, apalagi kita harus bersiap untuk perang besar beberapa tahun lagi" ucap Lin Tian yang membuat hati Bing Zhao merasa sakit mengingat wanita yang menunggu dia di sekte langit sekarang.
__ADS_1
"Baiklah! sepertinya aku memang harus kembali dan mengenalkannya kepada ayah dan ibuku disini". Bing Zhao berfikir kalau memang dia harus menemui wanita itu. Setelah semua dia pergi tanpa sepatah katapun saat itu, pasti wanita itu juga sangat menderita.
"Itu bagus!" jawab Lin Tian.
"Baiklah, mari kita serius sekarang kakak dan adik kecil" ucap Su Kun yang sudah berada di samping mereka bersama Long Aotian serta Bai kecil dan dua so kecil lainnya.
"Benar, jadi apa yang harus kita lakukan adik?" tanya Bing Zhao.
"Hancurkan saja, bagaimana?" Long Aotian menatap para jenderal disana dengan niat bertarung yang luar biasa. Entah kenapa para jenderal secara tidak sadar mundur saat melihat Lin Tian dan saudaranya yang terlihat sangat tenang meski berada di tempat musuh.
"Kalian, saat tuan datang maka kalian semua akan mati!" ucap salah jenderal yang paling lemah disana.
"Oh! apakah tuanmu kuat? sepertinya kamu hanya mengandalkan tuanmu sekarang. Tidak kusangka kalau jenderal dari dew penghancur begitu lemah" ucap Lin Tian menatap semua jenderal itu dengan pandangan mengejek.
"Adik, kekuatanmu sangat besar jadi tentu mereka takut! apalagi kebanyakan dari mereka adalah penjahat yang hanya mencari tempat perlindungan disini" ucap Su Kun yang juga tersenyum mengejek menatap para jenderal itu.
"Benar, seseorang yang bahkan tidak memiliki keberanian dan datang di saat hanya membutuhkan perlindungan adalah sampah". Long Aotian berbicara dengan tatapan menghina melihat jenderal itus emua.
"Apa kamu katakan? kami ini adalah orang yang setia! dan kami telah mengikuti tuan snagat lama, berani sekali kalian menghinaku! mati untukku!" teriak salah satu jenderal yang tidak tahan atas hinaan para saudara itu. Dia langsung maju dan menyerang ke arah Lin Tian serta yang lainnya berdiri.
"Hm! hanya semut berani menyentuh tuanku?" tiba-tiba Lang kecil berbicara dan muncul tepat di depan jenderal itu yang seketika tidak dapat bergerak karena tekanan dari Lang kecil, dengan tinju kecilnya Lang kecil bersiap memukul pria itu sampai mati.
"Berhenti!".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1