
Tiba-tiba seluruh energi di tubuh Lin Tian membuat semua orang disana merasakan ketenangan. Mereka semua merasa seperti sedang melihat penguasa sebenarnya berdiri di depan mereka. Yang lebih menakjubkan lagi, Lin Tian yang sekarang benar-benar terlihat seperti orang biasa. pakaian putih dengan jubah yang berkibar membuat Lin Tian terlihat sangat tampan dan berwibawa.
Mata biru dan emas Lin Tian juga terus bersinar seperti dia dapat melihat menembus ruang dan waktu. Lin Tian juga mendapatkan indera yang lebih kuat dari sebelumnya, bahkan dia merasakan kalau dirinya dapat berpindah kemana saja yang dia inginkan. Mata emas dan biru langit membuat dia bisa melihat nasib dan juga mengubah nasib seseorang dengan mudah.
"Inikah kekuatan dewa kaisar?" fikir Lin Tian serius. berbeda dengan Huang Sheng yang sebelumnya di penuhi oleh energi kejahatan, Lin Tian terlihat di penuhi oleh berbagai roh yang mengelilinginya dengan gembira.
"Tidak mungkin! bagaimana bisa? ah!" wajah Huang Sheng sangat jelek. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Lin Tian akan menebus ranah dewa kaisar begitu cepat. Sekarang dia hanya bisa bertarung mati-matian untuk melawan Lin Tian.
BOOMMM...
"Lin Tian! kau adalah orang yang selalu menggangguku, kau harus mati! kembalikan semua kekuatanku" teriak Huang Sheng tiba-tiba berubah menjadi raksasa yang hanya memiliki tulang emas.
ROAAARRRR...
"Kau kalah!" teriak Lin Dong menyerang Huang Sheng.
"Masih belum! telan untukku!" teriak Huang Sheng menelan seluruh energi yang ada di tata Surya itu. Tata Surya yang tenang tadi mulai bergetar dan berbagai retakan terjadi yang membuat semua pasukan dari sisi Lin Tian menjadi cemas.
"Ayah! bawa semua orang pergi dari sini" ucap Lin Tian yang muncul di depan Lin Dong.
"Apa kamu yakin nak?" tanya Lin Dong serius masih dalam wujud naganya.
"Iya! pergi sekarang, tata Surya ini akan hancur! jadi kita tidak punya waktu untuk terus berdiri disini, dan jika semua pasukan kita masih disini sama saja mengirim mereka ke kematian" jawab Lin Tian.
"Baiklah! ayah menunggumu di dunia dewa" ucap Lin Dong berbalik dan terbang ke arah pasukan yang telah berkumpul itu.
"Masuk!" ucap Lin Dong mengeluarkan pagoda miliknya.
"Tunggu! bagaimana dengan An..".
"Suami...!"
Belum selesai keluarga Lin Tian berbicara, mereka sudah di tarik paksa masuk ke dalam pagoda. Jelas Lin Dong tidak ingin membiarkan mereka membuat Lin Tian menjadi khawatir. Segera setelah semuanya masuk Lin Dong menatap Lin Tian lalu langsung merobek ruang dan pergi dari tata Surya itu meninggalkan Lin Tian yang tersenyum memandangi kepergian ayahnya itu.
"Lin Tian...!".
"Sepertinya kamu juga mencapai ranah dewa kaisar. Tapi jelas itu adalah jalan yang membuatmu menjadi iblis" ucap Lin Tian memandangi Huang Sheng yang hanya berbentuk tulang tengkorak itu.
"Hahahaha, selama aku menelanku wujudku akan sempurna. Dan jika bukan karena mu mana mungkin aku bisa seperti ini" teriak Huang Sheng dengan marah.
"Karena ku? bukankah kamu memang Dewa iblis? maerasuki salah satu mata pelindung dan mengendalikannya agar dapat membuatkan kembali tubuhmu, bukankah begitu rencana mu?".
__ADS_1
"Kau mengetahuinya?" Tiba-tiba Huang Sheng kaget dengan ucapan Lin Tian.
"Tentu, baru saja tahu. Aku pernah melihat dalam ingatan mata biru dan emas kalau kau di musnahkan oleh dewa penguasa karena sifatmu yang kejam dan juga kejahatan besar yang kamu lakukan".
"Ah! lalu apa? yang kuat selalu menang, dan yang lemah hanya akan jadi budak yang kuat! itulah peraturan dunia dewa sejak dulu, dan itu tidak dapat kau ubah Lin Tian!".
"Tidak dapat aku ubah? kenapa? aku adalah dewa kaisar, sang penguasa hidup dan mati! jika peraturan lama membuat rakyatku sedih aku tidak akan segan-segan mengubahnya".
"Sombong! bahkan dia tidak berani mengatakan hal seperti itu!".
"Dia adalah dia dan aku adalah aku! Saatnya mengakhiri semua kebencian dan juga dendam antara iblis dan para dewa!" ucap Lin Tian mengeluarkan Tombak emasnya.
"Bai kecil, kamu siap?" tanya Lin Tian.
"Hahaha, kita bersaudara kak! tentu aku siap apapun yang akan kamu lakukan." jawab Bai kecil.
"Kalau begitu ayo kembali dan bersenang-senang setelah ini, hanya kita berdua!" ucap Lin Tian sambil tersenyum jahat.
"Iya, itu aku menyukainya! sudah lama kita tidak berbuat nakal bersama, hahaha".
"Teknik dewa kaisar, Harimau suci!" teriak Lin Tian dan Bai kecil secara serentak.
ROAAARRRR...
Boom...
"Ayo!".
BOOMMM..
"Lin Tian! mati untukku!".
Pertarungan antara Lin Tian dan Huang Sheng terus membuat tata Surya itu retak dan hancur perlahan. Mereka berdua seperti tidak peduli dengan semua yang terjadi itu dan masih terus saling membunuh. Mata Tengkorak raksasa itu penuh kebencian saat menatap Lin Tian yang telah menggagalkan semua rencana buatannya sendiri selama ini.
"Ah! dunia ini adalah milikku! Hujan tulang!" teriak Huang Sheng.
"Tombak Emas!" Lin Tian dan Bai kecil juga berteriak bersama dan tombak raksasa seukuran Harimau bersayap muncul di kepalanya. Tombak itu lalu berubah menjadi ribuan Tombak kecil dan mematahkan setiap tulang-tulang yang menyerang ke arahnya.
BOOMMM..
BOOMMM..
__ADS_1
BOOMMM..
ROAAARRRR...
"Api abadi, bakar!".
"Api iblis, musnahkan!".
BOOMMM...
"Guahh!".
Keduanya terhempas jauh ke belakang membuat jarak mereka berjauhan, tapi karena mereka sangat besar jadi jarak mereka terlihat dekat. Mata Tengkorak Huang Sheng sudah benar-benar tidak tahan, tapi tiba-tiba matanya kaget dengan sesuatu yang aneh muncul di belakang lehernya.
"Kamu!".
"Jangan terlalu pusing, aku senang bisa membantumu" ucap Lin Tian dalam wujud manusianya yang tidak lain adalah salah satu klon dengan kekuatan api murni.
"Bersihkan semuanya" ucap Lin Tian menyebarkan berbagai macam gabungan api dan membakar tengkorak besar itu.
BOOMMM..
"Ah!".
Lin Tian yang dalam wujud harimau juga memanggil petir dan berbagai macam badai untuk menyerang Tengkorak raksasa tersebut. Huang Sheng merasakan dirinya terbakar dan tidak dapat menghilangkan api di tubuhnya merasa sangat sakit.
"Lin Tian! B******!" teriak Huang Sheng marah.
Dia dengan gila mulai menyerang Lin Tian meskipun badannya telah terbakar oleh api abadi milik Lin Tian. Lin Tian yang melihat itu tiba-tiba tersenyum dan bukannya takut dia malah maju menyerang Huang Sheng juga.
BOOMMM..
"HM?" tiba-tiba Lin Tian di lilit oleh tengkorak itu yang membuat dia tidak dapat bergerak.
"Hahaha, jika aku mati kamu harus mati juga! dengan begitu aku bisa mati dengan tenang" ucap Huang Sheng menatap Lin Tian dalam wujud harimau bersayap.
"Meledak untukku!" teriak Huang Sheng.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...