Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
231. Empat leluhur keluarga Tian


__ADS_3

"Siapa?".


Wajah dewa laut darah berubah saat mendengar suara yang entah darimana datang itu, tapi saat dia melihat ke arah depan tepat di atas langit perbatasan lubang hitam besar muncul.


Dan dari lubang hitam itu dia melihat banyak sosok keluar dan di depan mereka semua sosok berpakaian putih berdiri dengan bangga menatap Dewa laut darah.


Tapi saat dia melihat senyum pria itu dewa laut darah menjadi gemetar karena ketakutan, dia tahu kalau pria itu adalah kaisar harimau yang dulunya pernah mengacaukan alam langit.


Bahkan kaisar harimau itu pernah menghacarnya sampai babak belur dulu, dan hampir membunuhnya kalau bukan karena kaisar langit yang menghentikan kaisar harimau saat itu maka dia pasti akan mati.


"Sial! bukankah dia masih berada di alam bawah?" ucap Dewa laut darah di dalam hatinya.


Bai kecil tersenyum ke arah dewa laut darah tapi dia tidak bergerak sedikitpun ke arahnya, dia melihat ke arah tiga jenderal lalu menatap mereka dengan senyum.


"Yo! ketiga Serangga berkumpul" ucap Bai kecil dengan senyum.


"Sial! siapa serangga yang kau katakan?" teriak jenderal Bei dengan marah ke arah Bai kecil.


"Yo! lalat kecil kamu masih berisik dan juga tidak mau diam seperti biasanya, lihatlah kutu buku dan nyamuk kecil mereka sedikit berubah setelah sekian lama tidak bertemu, walau hanya sedikit" ucap Bai kecil bercanda ke arah ketiganya.


"Sial! siapa yang nyamuk kecil? memang nyamuk masih ada yang lebih kecil? dan juga kau kucing kecil apa masih berani mencuri seperti duku haa?" teriak jenderal Nan yang juga marah dengan perkataan Bai kecil.


Anehnya setelah mendengar perkataan jenderal Nan semua tetua dan para jenderal di belakang Bai kecil sedikit terdiam, mereka lalu menatap Bai kecil dengan memasang wajah ingin tahu.


Bai kecil yang merasa ada hal aneh di belakangnya langsung terdiam, kalau sampai orang-orang ini tahu dialah yang mencuri barang-barang mereka maka mungkin istrinya atau ibunya akan menghukum dia, bahkan mungkin lebih parah dari sebelumnya.


"Ehem, baiklah jangan bercanda! kalian bantu yang lainnya dan aku dengan tiga saudara kecilku akan mengurus dewa laut darah bersama" ucap Lin Tian berbalik dan menatap semua orang di belakangnya.

__ADS_1


"Eh? tunggu! sepertinya ada yang kurang, tapi siapa yah?" Bai kecil melihat semua orang di sana dengan bingung, dia merasa kalau ada satu orang yang dia lupakan tapi dia tidak mengingat siapa itu.


"Sudahlah, cuman satu orang saja lupakan saja! baiklah serang!" teriak Bai kecil.


Seluruh pasukan yang dia bawa maju melawan musuh mereka yang ada di depan mereka, dengan begitu terlihat kalau pertempuran disana sedikit lebih seimbang dari sebelumnya akibat bantuan yang datang.


BOOMM..


BOOMM..


Swishh..


"Hei! kenapa kita harus bergabung melawan orang ini?" tanya jenderal Bei kepada Bai kecil.


"Bukan dia, tapi tiga orang di belakang mereka tidak empat mungkin" jawab Bai kecil melihat ke balakang dewa laut darah dengan mata harimaunya.


Mendengar hal itu ketiganya seperti mengerti sesuatu dan menatap dengan serius ke arah dewa laut darah, dan benar saja ketiganya merasakan aura yang jauh berbeda dengan dewa laut darah. Aura itu pun sangat menjijikan bagi mereka bertiga mungkin karena mereka masih sibuk dengan masalah yang ada, karena itu mereka sebelumnya tidak dapat merasakan kehadiran empat orang itu.


"Hahaha, Seperti yang di harapkan untuk kaisar harimau. Bahkan bisa tahu kalau kami berada di sisi dewa laut" ucap suara dari belakang dewa laut darah.


Tiba-tiba empat sosok muncul, ke empatnya terlihat sangat tua bahkan ada energi kematian di sekeliling tubuh mereka. Anehnya energi kematian itu snagatlah berbeda dengan energi kematian milik orang yang mati atau milik dewa kematian dan Lin Tian sendiri.


"Sungguh menjijikan! menjadikan tubuh kalian seperti itu" ucap Bai kecil, yang tidak dia tahu adalah ketiga wajah para jenderal di belakang mereka sudah kaget tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Bukan saja mereka bertiga tapi semuanya bahkan dewa angin pun hampir tidak percaya dengan matanya, ke empat orang yang muncul itu jelas mereka semua tahu apalagi para jenderal tua dan tetua dari berbagai fraksi disana.


"Ti..tidak mungkin! bukankah keluarga Tian telah musnah?" teriak jenderal tua dari keluarga Nan yang sedang bertarung tapi dia tiba-tiba mundur dan kaget melihat empat sosok yang muncul itu.

__ADS_1


"Hm? keluarga Tian? apa maksudnya?" tanya Bai kecil.


"Me..mereka adalah Empat tetua lama dari keluarga Tian, bisa di bilang leluhur keluarga Tian!" ucap jenderal Zao yang kaget melihat ke empat orang itu.


"Apa? kau bercanda denganku?" teriak Bai kecil mengangkat pakaian jenderal Zao dengan marah.


Mana mungkin dia percaya kalau orang-orang ini berasal dari keluarga Tian, setau dia semua keluarga Tian telah mati tidak! lebih tepatnya musnah tanpa ada menyisakan sedikit pun generasi penerus.


Dan sekarang jenderal Zao mengatakan kalau orang-orang ini berasal dari keluarga Tian, bukankah itu sama saja membuat dia menjadi lelucon? dia bertarung dan datang kesini karena ingin melawan kelompok misterius yang ingin membunuhnya serta keluarganya dulu, tentu alasan utama dalam hal ini juga untuk membantu kakaknya menjaga istana langit.


"Tidak, ada yang salah!" ucap Bai kecil setelah merenungkan beberapa saat, dia langsung menatap ke empat orang itu dengan serius lalu menggunakan mata kaisar harimaunya untuk menyelidiki seluruh tubuh empat orang tua itu.


"Ada satu hal lagi yang harus kamu tahu tentang mereka, yaitu mereka berempat telah mati! bahkan sebelum kaisar langit mati!" ucap jenderal Zao yang baru sadar dari keterkjutannya.


Dia kaget bukan karena orang-orang ini berasal dari keluarga Tian tapi karena dia sadar kalau orang-orang ini telah lama mati, bahkan sebelum kaisar langit mati dan jauh saat alam langit masih damai.


"Benar! aura mereka di penuhi oleh qi kematian, dan juga aku tidak bisa merasakan sedikitpun energi murni dari tubuhnya!" ucap Bai kecil sesaat setelah berhasil menemukan sesuatu yang salah dari empat orang itu.


Ketiga jenderal sekarang mengerti semuanya, kemungkinan dewa laut darha telah menjadikan ke empat leluhur tua keluarga Tian sebagai objek percobaan mereka.


"Hahah, kalian benar kami telah mati! tapi sekarang kami hidup kembali dan kami disini atas perintah tuan kami yang baru" ucap salah satu orang tua itu dengan senyum di wajahnya.


"Hei, aku merasa mungkin ini akak sulit untuk kita" ucap Bai kecil memandangi ketiga jenderal itu dengan wajah masam.


"Jangan tanya lagi kalau sudah tahu, aku sekarang merasa mungkin tidak akan mudah untuk menang" ucap jenderal Nan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2